AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 796

Bab 796

    Bab 796


    Bab 796


    Namun, ketika penyakitnya menyerang, kesadarannya tidak js dan tidak dapat mengingat siapa


    yang dia gigit dan bahkan tidak yakin, apakah dia benar–benar th menggigit seseorang.


    Dia tidak banyak berpikir, terkubur di dm dadanya dannjut tidur...


    Seth beberapa saat, ponsel di samping ranjang bergetar, Daniel tiba–tiba bangun, membuka


    matanya dan menyadari fajar sudah menyingsing dan orang yang menelepon adh Ryan.


    Jika tidak png, Tuan Besar akan menyadarinya.


    Daniel menggerakkan tubuhnya dengan hati–hati, karena takut membangunkan Tracy.


    Tapi Tracy lctap terbangun, membuka matanya yang mengantuk dan menatapnya: “Ada apa?”


    “Kamu sudah bangun?” Daniel menatap wajahnya yang cantik dengan penuh keengganan, “Aku harus


    pergi.”


    “Hm.” Tracy berguling dan tcrus tidur dengan punggung membkanginya.


    Daniel membungkuk dan mencium bahunya,lu dengan enggan mundur dan dengan cepat


    mengenakan pakaiannya,lu pergi kejend...


    Tracy tidak menoleh ke bkang, tapi dia bisa merasakan kelincaliannya dari hembusan angin.


    Secara logika, dia seharusnya bukan orang biasa.


    Namun, jauh di lubuk hatinya, dia memiliki kepercayaan yang tak bisa dijskan padanya.


    Terserah dia pergi ke mana...


    Saat memikirkan hal ini, Tracy tertidurgi...


    Daniel beri sepanjang jn kembali ke vnya dan masuk dari taman bkang, mendarat tepat di


    luar jend Tuan Besar.


    Tuan Besar sudah bangun dan duduk di kursi roda, minum teh menghadap jend yang besar.


    Daniel segera melompat ke balkon dintai dua.


    Tuan Besar mengangkat kepnya dengan waspada. Dia tidak melihat apa–apa, tapi dia masih


    merasa gelisah: “Apa yang terjadi? Tadi aku merasa seperti ada sesuatu yang melompat keluar dari


    jend.”


    Text content ? N?velDrama.Org.


    “Mungkin seekor kucing.” Sanjaya berspeksi, “Dengar–dengar, Tuan Eric pelihara banyak kucing di


    sini dan berkeliaran ke mana–mana.”


    “Lihah, apa anak itu sudah bangun.” Tuan Besar slu merasa ada yang tidak beres.


    “Tadi aku sudah mclihatnya dan dia masih tidur.“Sanjaya menasiliati, “Sekarang baru jam clpan, tadi


    mm ia juga tidur sangatrut. Biarkan dia tidur Icbihmagi.


    “Tidak peduli seberapa sibuknya dia, dia slu bangun jam enam pagi untuk berhraga.” Tuan Besar


    mengerukan kening dan berkata, “Anch, hari ini sampai jam dpan dia belum bangun.”


    “Baih, saya akan pergi melihatnya.”


    Sanjaya berbalik dan hendak keluar. Pada saat ini, sescorang mengetuk pintu dan terdengar suara


    Ryan, “Tuan Besar, Tuan Daniel bertanya apa Anda sudah bangun? Apa ingin sarapan bersama?”


    Sanjaya melirik Tuan Besar dan bergegas membuka pintu: “Tuan Daniel sudah bangun?”


    “Baru saja bangun, sedang mandi dan berganti pakaian.” Ryan berkata sambil tersenyum, “Nona


    Victoria juga sudah bangun, haruskah aku meminta orang untuk menyiapkan sarapan?”


    “Oke, siapkan saja.” Sanjaya mengangguk.


    “Baik.” Ryan segera pergi untuk memerintah.


    Sanjaya mengangkat kepnya dan melirik kamar tidur utama dintai dua. Pyan mengetuk pintu


    untuk mporkan bahwa dia mengantarkan pakaian, terdengar suara Daniel: “Masuk.”


    Kemudian, pyan mendorong pintu dan masuk.


    Sanjaya menutup pintu, berbalik dan berkata kepada Tuan Besar, “Lihah, tidak ada apa–apa, tapi


    Anda tidak percaya.”


    “Baguh jika tidak ada apa–apa.” Tuan Besar mengangguk, “Sepertinya aku telu curiga.”


    “Iya, Anda jangan telu khawatir.” Sanjaya membujuk dengan getir, “Aku lihat hubungan antara Tuan


    Daniel dengan Nona Victoria berkembang dengan sangat baik.”


    “Kuharap begitu.” Tuan Besar mengh napas lega, “Aku akan png seth sarapan. Ketiga cicitku


    ada di rumah dan tidak ada yang menjaga mereka. Aku sangat kliawatir.”


    “Oke, akan segera kuatur.” Sanjaya mengangguk sambil tersenyum.


    Ryan memerintahkan pyan untuk menyiapkan sarapan,lu naik ke atas.


    Pada saat ini, Daniel sudah berganti pakaian dan merapikan rambutnya di depan cermin: “Tuan Besar


    tidak curiga, ‘kan?”


    “Seharusnya tidak curiga, aku lihat Kiki sudah menyiapkan mobil. Kira–kira seth sarapan,


    Tuan Besar akan kembali.” Ryan mengh napas lega.


    “Hm, baguh.” Daniel memakai sepatunya dan hendak turun. Pada saat ini, Hartono buru–buru


    datang untuk mporkan, “Tuan Danicl, Duke Louis datang!”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul