Bab 792
Bab 792
Seth meninggalkan v bergaya Tiongkok, Danielngsung masuk ke mobil, sudah jam sctengah
dua subuh dan ada lujuh atau dpan panggn tidak terjawab dari Tuan Besar.
N?velDrama.Org owns all content.
Daniel tahu, jika dia tidak menangani mash Victoria, Tuan Besar mungkin akan datang mencarinya.
Jadi, dia membawa orangnyangsung ke rumah sakit di dekat Taman Lukchills untuk mcliliat
bagaimana kcadaan Victoria.
Namun dm perjnan, Daniel berpapasan dengan mobil yang kembali.
Kedua mobil berhenti, Ryan keluar dari mobil dan memberi hormat: “Tuan Daniel.”
“Apa yang terjadi?” Daniel bertanya, “Di mana Victoria?”
“Nona Victoria ada di dm mobil.” Ryan mporkan dengan suara rendah, “Lukanya th diobati.
Dia bersikeras untuk kembali ke v, tidak ingin dirawat di rumah sakit. Dokter mengijinkan dan aku
membawanya kembali.”
Danic) mclihat ke dm mobil, Victoria bersandar lemah di kursi, wajahnya pucat, tapi dia tersenyum
dan memberi isyarat kepadanya: “Ini hanya cedera kulit, tidak apa–apa, ayo kita kembali saja.”
Danicl memberi isyaral, semua orang masuk ke mobil dan mju ke Hotel Hot Spring.
Di dm mobil, Daniel awalnya ingin menelepon Tuan Besar, tapi dia pikir sekarang sudah sangat
larut, mungkin Tuan Besar sudah tidur, dia takut membangunkannya, jadi dia tidak menclcpon.
Mercka kembali ke Hotel Hot Spring dan liendak turun mobil ketika scbuah kursi roda tiba–tiba muncul
di taman. Semua orang terkejut dan buru–buru membungkuk untuk menyapa: “Tuan Besar!”
Tuan Besar menatap Daniel dengan tatapan dingin setajam pisau.
Danicl membeku sejenak,lu mengerutkan kening dan bertanya, “Kenapa kakek ada di sini?”
“Tidak mengangkat telepon, aku kira kamu sudah naik ke surga.” Tuan Besar mcmelototinya dengan
dingin.
“Tadi ada sesuatu yang mendesak di tempat Duke.” Daniel menjskan dengan santai.
“Apa ada yang lebih penting daripada kesmatan Victoria?” Tuan Besar memarahi dengan gk.
“Pertaruhan hidup dan mati.” Danicl bertanya balik. “Apa menunit kakek itu penting?
Seth mendengar perkataannya, Tuan Besar berhenti berbicara. Bagaimanapun, Duke memiliki
status terhorinat. Jika sesuatu benar–benar icrjadi padanya, Keluarga Wa juga tidak akan bisa
mempertanggung jawabkannya.
Jika benar Duke berada dm bahaya, maka dapat dimengerti kenapa Daniel menanganinya
dulu.
“Nona Victoria, hati–hati!” Pada saat ini, perawat memapah Victoria turun dari mobil.
“Victoria, bagaimana keadaanmu? Apa terluka parah?” Tuan Besar menatap Victoria dengan cemas.
“Ini hanya cedera kulit, tidak ada yang serius.” Victoria memberi isyarat dengan lembut, “Kakek, jangan
memarahi Daniel, benar–benar ada mash yang mendesak di tempat Duke dan aku yang
memintanya pergi menanganinya dulu.”
“Anak baik.” Tuan Besar sangat lega dan terharu, “Kamu begitu perhatian.”
“Sudah seharusnya.” Wajah Victoria penuh dengan rasa bersh dan dia memberi isyarat dengan
lembut, “Ini semua shku. Tidak scharusnya mengikutinya, mh menimbulkan banyak mash
bagi Danici.”
“Jangan berkata seperti ini, dia yang tidak merawatmu dengan baik.” Tuan Besar berkata dengan
khawatir, “Di luar anginnya besar, masuh ke dm.”
Perawal memapal? Victoria masuk ke rumah, kaki Victoria lemah dan dia hampir jatuh, Daniel
memapahnya tepat waktu dan berteriak ke dm v, “Kursi Roda!”
Para dokter dan perawatin mencari kursi roda dengan panik, tapi mereka tidak menemukannya,
Vicioria sudah tidak tahan berdirigi.
Tuan Besar menjadi panik dan amarahnya hendak meledak, namun tiba–tiba Daniel menggendong
Victoria masuk ke dm v,
Baru pada saat ith kemarahan Tuan Besar mereda, dia menggelengkan kepnya dan mengh
napas: “Huh, benar–benar pria kaku.”
“Tidak ada gunanya mencemaskan hal semacam ini.” Sanjaya menasihati, “Segnya harus
berdasarkan hatinya.”
“Kamu tahu apa.” Tuan Besar berkata dengan marah, “Jika aku tidak ikut campur, hal ini tidak akan
pernah terjadi.
Sanjaya terpaksa tutup mulut.
Daniel membaringkan Victoria di ranjang dan menginstruksikan perawat, “Jaga dia baik–baik.”
Kemudian dia hendak pergi, tapi kursi roda Tuan Besar menghngi pintu dan menatapnya dengan
dingin, “Kamu sudah menyakiti orang, dan ingin pergi begitu saja?”
“Lalu?” Daniel menycrutkan kening.