Bab 749
Bab 74.9
“Tracy, aku sudah memesan tiket pertunjukan opera. Mm ini kita nonton bersama, ya?”
Duke bertanya dengan hati–hati.
“Tidak perlu, aku masili ada urusan.” Tracy incrasa tidak tertarik, dia bangkit dari tempat duduknya dan
pergi.
Tracy, Tra...”
Melihat Tracy pergi, Duke tidak merasa tidak r, ml? sebaliknya bernapas lega.
Dia menundukkan kep dan melihat bekas luka di cekungan antara telunjuk dan jempol kanannya.
Itu adl? bekas gigitan r peliharaan Lorenzo Moorc. Saat itu dirinya hampir mati...
Jadi, sekarang dia merasa sangat takut terhadap binatang buas seperti itu.
Awalnya, dia mengira Tracy berbeda dari kakaknya itu, tapi tidak disangka...
Mengingat hewan buas itu, bulu kuduknya pun berdiri.
LILI
Mobil Daniel masih berhenti di pinggir jn, tiba–tiba sebuah cahaya silver mclintas dari sampingnya.
Melihat ksan cahaya silver itu, bibir Daniel pun menyunggingkan senyum tipis.
“Mobil Keluarga Moore?” Melihat cahaya silver itu, Thomas merasa terkejut, “Keterampn
mengemudinya sangat keren.”
“Ya.” Daniel merespons,lu memberi perintah, “Kejar.”
N?velDrama.Org owns all content.
“Baik.” Pengawal segera menambah kecepatan dan mengejar mobil itu.
Namun, mobil di depan benar–benar telu cepat, mereka sama sekali tidak bisa mengejarnya.
Daniel mengerutkan keningnya,lu memberi perintah, “Minggir, biar aku saja!”
“Baik.” Pengawal itu segera mengaktifkan mode kontrol otomatis,lu pindah ke kursi samping
pengemudi.
Dari kursi bkang, Danielngsung melompat ke depan dan duduk di kursi pengemudi. Seth
mkukan beberapa gerakan, kecepatan mobilngsung bertambah,lu melesat mengejar mobil
yang ada di depannya.
Hanya dm sekejap mata, mobil hitamnya suh berhasil mengejar.
Pa melihat mlui kaca spion tengah,lu berteriak dengan cemas, “Sial, mereka berhasil
mengerjar.”
“Tidak mungkin, tadi mereka sudah tertinggal sangat jauh.”
Naomi segera menoleh dan memeriksa, mobil itu sungguh berhasil mengejar mereka.
Dengan cepat, kedua mobil itu mju berdampingan, klan warna hitam dan warna silver melesat
maju dengan cepat.
Pa menolch dan melihat,lu berscru dengan terkejut, “Orang yang mengemudi sepertinya Daniel!”
“Bukan pengawalnya?” Naomi buru–buru memeriksa.
Tracy juga menoleh dan melihat. Meski tidak telu js karena melihat mlui jend, tapi dia
melihat bayangan yang familier.
Danicl juga sedang mclihat ke arahnya.
“Lebih cepat!” Tracy memberi perintah.
“Baik.” Pa sudah menambah kecepatan, tetapi tidak peduli bagaimanapun dia menambah
kecepatan, Rolls–Royce di sebhnya ictap berada di sampingnya, sama sekali tidak ada jarak.
Dia sangat panik hingga keringat terus bercucuran dari keningnya, kedua tangannya menggenggam
setir mobil dengan erat, tidak berani lengah sedikitpun.
“Sepertinya keterampn mengemudi Daniel jauh melebihi pengawalnya.” Naomi menjadi ikut tegang.
“Bukankah ini omong kosong?” Pa mengernyil, “Pengawalnya itu tidak sebanding denganku, tapi
keterampn mengemudi Daniel jauh melebihku.”
“Begitu hebat?” Tracy menatap mobil di sebhnya itu,lu tiba–tiba memberikan perintah, “Turun dari
pintu keluar tol yang ada di samping itu.”
“Hah?” Pa sangat terkejut, tiba–tiba mengubah jalur.
“Lakukan sesuai perintahku.” Tracy berseru dengan suara rendah.
DHL
“Baik.” Pa segera pindah jalur,lu turun dari pintu keluar yang ada di samping,
Rolls–Royce silver tiba–tiba pergi, meninggalkan Rolls–Royce hitam yang menjadi kbakan.
Jika bersaing dengan orangin, tidak ada orang yang bisa menandinginya. Namun, jika scorang diri,
mau diperlihatkan pada siapa?
Daniel tak bisa berkata–kata, bali wanita suurculi misterius, benar–benar sulit ditebak.
Dia mengira bisa berlomba dengannya, membuat wanita itu melihat keterampn
mengemudinya, tetapi tidak disangkagigi mereka berdalih...
Berdalih adh naluri wanita!
Daniclngsung merasa kelihangan minat, juga tidak ingin menyetirgi. Namun, karena sudah
menambah kecepatan, dia tidak bisa menyerahkannya pada pengawalnyagi, maka dia hanya bisa
lanjut menyetir.
II
Tidakma kemudian, mereka sudah sampai di Rumah Sakit Prima.
Baru saja turun dari mobil. Danicl sudah mclihat Sanjaya, membuatnya sangat terkejut, “Paman
Sanjaya, kenapa ada di sini?”
“Tuan Besar merasa tidak tenang, maka datang ke sini. Saya juga harus menemaninya.” Sanjaya
menjskan, “Dia lihat sudah waktunya, jadi menyuruh saya merunggu di depan pintu.”
“Sikapnya ini lebih baik daripada sikapnya padaku.”
Daniel merasa sedikit terkejut. Dia tahu bahwa sma dua tahun ini, Victoria sering myani Tuan
Besar, membuat Tuan Besar merasakan kasih sayangnya yang tulus, tapi Daniel tidak menyangka
akan sedekat ini.