Bab 707
Bab 707
Daniel sedang mengobati lukanya, tiba–tiba terdengar suara kicauan ng dari balkon. Kemudian,
bayangan hitam terbang keluar dari balkon melesat kengit!
Ryan lekas keluar memeriksa. Dari sebrang balkon, Naomi berteriak cemas ke arahngit, “Roxy.
kembali!”
Sayangnya burung ng itu sama sekali tidak mendengar, ia terbang begitu saja.
“Gawat!” Naomi lekas kembali ke kamar mpor, “Nona Tracy, Roxy terbang, dipanggil pun tidak
kembali!”
“Tak berguna, cepat cari” Terdengar suara teriakan marah dari Tracy.
“Baik!” Naomi lckas membawa para pengawal pergi mencari burung ng.
Ryan melihat keramaian itu dari balkon. Lalu, ia kembali ke kamar mporkan situasi itu, ia bertanya
dengan penasaran, “Tuan Daniel, apa ng itu ketakutan karena Anda?”
“Perbuatanku tadi masih termasuk ringan.” Daniel menjawab acuh tak acuh, “Ku tidak, lehernya
sudah putus dari awal!
“Iya juga sih....” Ryan menganggukkan kep, “Tapi ng itu sangat hebat, ia mematuk tanganmu
begitu dm.”
“ng itu belum jinak sepenuhnya, masih sensitif icrhadap inangsa.” Daniel mengobati lukanya,lu
menarik kembali lengan bajunya, “Jika burung itu berkeliaran di hadapan orangin, mungkin akan
terjadi mash besar!”
“Benar, untung saja gerakan Anda sangat cepat, jika tidak, akibatnya tak bisa dibayangkan.”
Masih ada rasa ketakutan tersisa di dm hati Ryan.
“Tuan Daniel.” Hartono lekas maju memberiporan, “Wanita di sebrang keluar mencari ng. Nona
Tracy Smith itu, maksudku Nona Tracy Moore juga ikut keluar.”
your
“Terserah mereka.”
mereka. ”
Ucapan Ryan belum selesai, Daniel lekas berdiri dan berjn ke arah balkon.
Tracy th berganti baju santai. Ia membawa seorang pengawal dan hendak naik mobil....
Daniel berteriak dari balkonntai dua, “Hei!”
Tracy menoleh kep secara spontan, “Kenapa?“|
“Kamu mau pergi mencari burung ng itu?” Daniel bersandar santai di pagar balkon, “Hati–hati
dipatuk!”
Content ? provided by N?velDrama.Org.
“Bagaimana mungkin? Dia binatang peliharaaku.” Tracy memelototinya dengan dingin, “Ku bukan
kamu yang menakutinya, mana mungkin ia terbang pergi?”
Seth berbicara, iangsung naik mobil....
Daniel melihat sosoknya dari bkang,lu memandang ke arah hutan yang tak jauh.
mengernyitkan kening.
Terdengar suara mobil darintai bawah, Tracy th pergi.
“Siapkan mobil.” Daniel mengenakan jas dan buru–buru turun ke bawah.
“Apa yang terjadi?” Ryan lckas mengikutinya, “Anda ingin membantu mereka mencari ng? Lebih
baik jangan. ng itu binatang peliharaan mereka, pasti akan segera kembali...”
“Omong kosongmu banyak sekali!” Daniel memelototinya.
Ryan lekas menutup mulut, tidak berani bicaragi.
Hartono sudah menyiapkan mobil. Mereka berdua menemani Daniel, menyetir mobil pergi mengejar
Tracy.
Daniel menggunakan ponselnya mencari peta di sekitar Taman Lukehills,lu ia membuka jend
mobil mengamati incdan area di luar, kemudian memerintah Hartono pergi menuju stan.
Di sana ada sebuah hutan, seharusnya burung ng itu terbang ke sana.
Sckclompok orang itu baru saja tiba,lu mereka mendengar kicauan burung ng yang tak jauh dari
sana serta suara jeritan para wanita.
Beberapa orang ili lckas turun dari mobil menuju ke sana.
Burung ng itu seperti kesurupan. Ia berterbangan dingit dan menyerang orang. Membuat para
pengawal wanita itu ketakutan dan bersembunyi.
Tracy bersiul terhadap ng, agar ia tenang. Tetapi ng itu sama sekali tidak mendengarkannya,
minkan berputar di sekitar kepnya.
Tracy cemas, ia mengulurkan tangan ingin menangkapnya...
“Hati–hati!” Daniel maju ke depan secepat kt. ng itu meraih tangan Tracy dengan cakarnya,lu
menggunakan patuknya yang tajam hendak mematuk mata Tracy.
Di momen kritis itu, sebuah tangan bertenaga mencekik leher ng dengan kejam...
ng itungsung bereaksi menyerang Daniel, namun, respon Daniel sangat cepat. Iangsung
meninju ng itu.
Buk‘, ng itu terlempar menubruk pohon,lu jatuh ke semak dengan lemas dan tidak bergerakgi...
“Roxy!” Tracy lekas ke depan dan menggendong ng itu. Ia mengh napas lega ketika
menyadari ngnya tidak berada dm bahaya..