Bab 672
Bab 672
Semua ini menjadi sebuah teka–teki....
Ketika Daniel tiba di Kota Chiang Mai dan menerima informasi yang sama. menjadi seperti orang
g yang mencari keberadaan Tracy, namun tetap tidak ada petunjuk apapun.
Dm badai hujan itu, Daniel tak berhenti beri di jn. Ia berteriak nama Tracy dengan cemas.
Content ? provided by N?velDrama.Org.
Baju selnnya th basah, ia berteriak hingga suaranya scrak. Matanya penuh dengan urat merah,
sch akan meskan darah...
Teringat bahwa Tracy ih mendapatkan penindasan hebat, bahkan mungkin sudah mati...
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Daniel sudah mau ambruk, dengan suara seraknya, ia berteriak, “Tracy, kamu di mana... Cepat keluar.
Jangan main perak umpet denganku. Cepat keluah...”.
“Carlos, Carles, Ca masih menunggumu di rumah. Scuiap hari mereka rindu padamu... Aku sudah
berjanji akan membawamu png berleniu mereka. Kamu tidak boleh membuatku mnggar janjiku.”
“Tracy, Tracy.... keluah. Aku mohon padamu...
Suara Danicl semakin kecil dan semakin rikut. Semakin berbicara, suaranya semakin gemetar...
Segenang air mata mes dari ujung matanya. Ia menundukkan kep dengan lemas dan
mengngi tiga kata ini, “Maaf, maaf, maaf.
Tak jauh dari sana, Tuan Besar mclihat hal ini. Ia menundukkan kep merasa bersh.
Dan juga melukai cucu dan cicilnya sendiri.
“Tuan besar, Anda jangan telu sedih.” Sanjaya menenangkan dengan suara kecil, “Siapa pun tidak
tahu akan menjadi seperti ini.”
“Siapa sebenarnya?” Tuan besar menepuk sandaran tangan kursi rodanya dengan keras. “Sudah
diselidiki belum? Apa Devina yang mkukannya?”
“Aku sudah periksa, Nona Devina tidak pernah meninggalkan Negara ng.” ucap Sanjaya, “Bawahan
kita, bawn Tuan Daniel slu mengawasinya, agar ia tidak kemari menyakiti Nona Tracy. Ia sama
sekali tidak bergerak.” i
“Bukan dia, jadi siapa?” Tuan besar mengernyitkan kening, “Siapagi yang tahu tentang obat
penawar itu?”
“Aku juga tidak mengerti...” Sanjaya mendesah, “Nanti saya sclidikigi mash ini. Sekarang hal yang
paling penting adh menemukan Nona Tracy dulu. Ku tidak, Tuan Daniel akan membencimu
smanya.”
“Benar.” Tuan besar menganggukkan kep. “Beritahu semuanya, ininta mereka mencari Tracy. Jika
hidup harus menemukan orangnya, jika mati harus menemukan mayatnya!”
“Baik!”
Keluarga Wance mengerahkan banyak sumber daya manusia, kekuasaan dan uang untuk mencari
keberadaan Tracy,
Sangat disayangkan, di kota ini masih belum ada CCTV di jn, artinya tidak ada orang yang tahu
kejadian hari itu.
Polisi dan dokter yang tiba di TKP sebelumnya memberitahu baliwa, ketika Bibi Juni mati tertembak,
Tracy tidak ada luka tembak, tetapi ia menderita pukn psikologis yang hebat dan terlihat sangat
putus asa...
Kemudian, mereka tidak tahugi knjutannya.
Satu–satunya saksi adh Henky. Wupun nyawanya berhasil tersmatkan, tetapi dikarenakan
tembakan. Peluru itu menebus syaraf ?li knya, ia menjadi orang idiot, lupa dengan kejadian di hari
itu.
Berdasarkan jejak yang tertinggal di TKP, dapat diputuskan bahwa botol obat penawar terakhir
Tracy pecah. Seluruh asct dan barang berharga di rumah tak disentuh, artinya pku tidak mengincar
uang
Namun, orang yang tahu tentang obat penawar ini tidak banyak.
Danichngsung mencurigi Devina, ia balikan menggunakan seluruh cara untuk memaksa Devina
keluar menghadapinyangsung.
Namun, Devina bersikeras tidak mengakuinya dan tidak ada buku yang mengarali padanya.
Tetapi, Daniel tetap tidak melepaskannya. Ia menyerang perusahaannya dengan bengis, sambil terus
mencari keberadaan Tracy....