Bab 642
Bab 64.2
“Teringat ketika Nonahir, hingga sckarang, sudal 23 tahun...”
Senyuman Bibi Juni mengandung air mata, mendesah dengan napas tersedak—
!
“Waktu sungguli sangat cepat belu, hanya sekejap mata, nona sudah tumbuh besar. Sekarany
sudah mau menikah, dan sudah punya tiga anak yang lucu.”
“Beberapa tahun bkangan ini, rasanya seperti mimpi. Ada suka dan duka, tapi akhirnya semua
sudah berakhir bahagia.”
“Nona, aku dulu slu khawatir, aku tidak bisa menjagamu dengan baik, takut hidupmu tidak baik. Aku
takut tidak bisa menghadapi luan di akhirat nanti, namun sekarang, aku akhirnya bisa memberi
penjsan pada Tuan James di sana.”
“Nona, Tuan Daniel adh pria yang baik, dia begitu baik padamu, begitu tulus pada anak–anak,
kalian pasti bisa bahagia...”
“Iya.”
Tracy mengangguk–anggukkan kep, matanya berkaca–kaca, tapi ada senyum bahagia di bibirnya.
Dia yakin, dia akan bahagia...
“Sepertinya ada suara apa?” Amanda tiba–tiba melihat ke bkang.
“Apa?” Windy juga melihat ke bkang dan menemukan beberapa bayangan melintas melewati pintu
masuk, dia sangat cemas dan buru–buru berkata pada Thomas, “Kak Thomas, apa kamu melihat
sesuatu?”
“Sstlt” Thomas memberi isyarat, agar tidak mengagetkan Tracy.
Tentu saja dia melihatnya, dia sudah memberi tahu Ryan dan pengawalinnya lewat jam tangannya.
Pengawal keluarga Wance sudah tetih, semua orang sudah bersiap, agar tidak terjadi mash
apapun di area pernikahan.
Windy menganggukkan kepnya, tidak berani bersuara.
Hanya saja, hatinya merasa sedikit takut dan tangannya yang mengangkat gaun Tracy sedikit gemetar.
Content ? provided by N?velDrama.Org.
“Jangan takut, ada kami disini.” Kata Thomas dengan suara rendah.
“Ya.” Windy juga berpikir demikian, pengawal keluarga Wance semuanya sangat profesional,
ditambahgi, dengan semua kelengkapan pencegahan yang dkukan hari ini, seharusnya tidak akan
ada mash.
Amanda adh seorang wanita dengan pemikiran yang sederhana, seth Thomas berkata demikian,
dia pun tidak berpikir sembarangangi.
“Nonn, aku telu gemuk, kakiku pendek, mungkin nanti akan berjn pn. Nona juga pn sedikit,
aku takut menginjak gaun pengantinmu.
Bibifuni masih khawatir dan menjskan ara detail pada Tracy.
“Okc.” Tracy tertawa.
“Nona.jika aku sampai menangis, skan cubit aku, aku tidak boleh sampai mempermalukanmu.”
“Nona, apa menurutmu pakaianku ini bagus? Aku merasa aku terlihat lebih gemuk.”
“Tidak, tidak, bagus kok, terlibat kurus.”
“Benarkah?”
“Tentu saja...”
Ketika keduanya berjn sambil mengobrol, mereka mh tidak gugup dan tanpa sadar sudah
sampai di depan pintu a.
Orang yang menjaga pintu pada upacara pernikahan mi membuka pintu, sekciika, cahayampu
mengalir masuk, scmuanya menyorot Tracy, cranginya dengan terang!
Pada saat ini, ribuan cahaya berkumpul ditubuh Tracy, seperti seorang dewi yang jatuh daringit,
memukau penonton.
Perhatian para tamu terfokus padanya.
Orang–orang dari keluarga Wace awalnya masih berpikir, mendengar pengantin wanita adh
orang biasa, tanpatar bkang keluarga kaya, kecantikan macam apa yang dimilikinya sampai bisa
menggerakkan hati dingin Danic...
Melihat Tracy sekarang, kecantikan dan kharisma yang terpancar dari tubuhnya, sudah cukup untuk
membuat orang kagum.
Di satu sisi, Paman Paul dan bsan oranginnya, beberapa dari mereka adh mantan teman
ayahnya, dan beberapainnya adh kerabat jauh keluarga Tracy.
Kerabat jauh ini tidak membantunya ketika keluarga Tracy berada dm bahaya, karena kemampuan
mereka terbatas. Wupun mereka tidak bisa membantu, tapi mereka diam–diam tetap peduli pada
kehidupan Tracy, mlui Bibi Juni dan Paman Paul.
Jadi, kali ini semuanya diundang untuk menyaksikan pernikahannya.
Pada saat ini, mereka melihat Tracy yang begitu luar biasa, semuanya tidak bisa menahan diri,
matanya memerah, dan mengh napas lega. James Smith sudah bisa beristirahat dengan tenang
disana.
Terutama Paman Paul, ia tidak bisa menahan tangisnya, wupun dulu pernah sh paham dengan
keluarga Wance, tapi keshpahaman itu sudah diselesaikan. Mengetahui Tracy th menemukan
kebahagiaan, dia benar–benar merasa bahagia untuk Tracy.