Bab 621
Bab 621
“Apa yang terjadi?” Tracy bertanya dengan panik.
“Aku... Aku berhutang pada orang,lu ditangkap...” Windy sedang menangis, terdengar ketakutan
yang sangat js dari suaranya, “Aku mohon, bantu aku. Jika tidak, aku akan mati.”
“Di mana kamu? Beri tahu matnya padaku.”
Tracy berkumur dan membersihkan busa di wajahnya,lu dengan cepat keluar untuk ganti baju.
“Di gang kecil di bkang Bar Kaisar.” Windy berkata dengan suara gemetar, “Harus datang seorang
diri. Ku tidak, mereka akan membunuhku...”
Selesai bicara, panggn telepon itu terputus.
Seth mengganti baju, Tracy segera kcluar sambil membawa ponselnya.
“Nona Tracy, sarapan...” Scorang pyan wanita belum selesai bicara, tetapi Tracy sudah melewatinya
dan dengan cepat turun ke bawali.
“Nona Tracy, Nona Tracy...” Pyan wanita itu mengikuti dari bkang dan bercriak.
“Aku ada urusan, akan segera kembali.” Tracy buru–buru turun,lu berkata kepada pengawal yang
sedang memarkir mobil di depan pintu,“Cepat, antar aku ke Bar Kaisar.”
“Hah? Bar Kaisar?” Pengawal yang bernama Hartono ilu tertegun.
“Benar, sckarang, cepat.” Tracy sangat panik.
“Baik.” Hartono tidak berani mengulur–ulur waktu, maka dia segera membuka pintu mobil.
“Nona, mau pergi ke mana?” Saat ini Bibi Juni keluar dari dapur sambil membawa sarapan. Saat
melihat adegan ini, dia buru–buru mengejar dan bertanya, “Sebentargi harus pergi ke pantai untuk
mengambil foto pernikahan....
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
“Bibi Juni, aku ada urusan, mau pergi sebentar. Aku akan segera kembali. Bantu aku beri tahu Daniel.”
Saat berbicara, ‘Tracy sh masuk ke dm mobil,lu dia mendesak dengan cemas, “Cepat jn!”
“Oh.” Hartono hanya bisa menghidupkan mesin mobil dan mi mengemudi.
Di ruang kerjantai dua, Daniel sedang menemani ketiga anaknya bjar di pagi hari. Tiba–tiba,
terdengar ketukan pintu dari luar,lu seorang pyan wanita mpor dengan hati–hati, “Tuan Daniel,
Nona Tracy pergi.”
“Apa?” Daniel mengalihkan tatapannya dari buku, “Pergi ke mana:
“Tidak tahu, tapi kelihatannya sangat mendesak, entah apa yang terjadi.” Pyan wanita itu berkata
dengan tergesa–gesa, “Saya takut Anda khawatir, jadi saya kemari untuk memberi tahu Anda.”
Daniel menutup bukunya,lu berkata kepada ketiga anaknya, “Mm ini barunjut membacakan
buku untuk kalian, ya?”
“Baik, Papi!” Anak–anak mengangguk dengan patuh.
“Papi, harus menyelipkan pembatas. Ku tidak, nanti mm tidak ingat sudah baca sampai. hman
berapa.”
Ca menyerahkan sebuah pembatas buku dari daun yang cantik kepada Daniel.
“Hman 234.” Daniel menyung ingkan senyumnya, sambil mengelus hidung Ca, “Tenang saja,
mcmori Papi sangat kuat!”
Kemudian, dia berdiri dan berjn keluar dengan cepat, “Kalian bermaih sendiri sma lima monit,
lalu turun kc bawah makan.”
“Mengerti, Papi!”
Ketiga anak itu menjawab secara bersamaan dengan suara menggemaskan yang sangat enak
didengar.
“Kak Carlos, apa maksudnya memori sangat kuat?” Ca memiringkan kepnya,lu bertanya
kepada Carlos dengan polos.
“Bisangsung mengingat sesuatu hanya dengan sekali lihat.” Carlos menjskan sambil
membereskan bukunya, “Papi kita benar–benar jenius!”
“Aih, hanya kakak yang mewarisi kecerdasan Papi, sedangkan aku dan Ca sama sekali tidak
mewarisinya.” Carles menopang dagunya, sambil mengh napas.
“Kamu mewarisi kemampuan hraga dan b diri Papi, sedangkan Ca mewarisi gen seni Mami.
Itu semua juga termasuk kelebihan. Jangan mengecilkan diri sendiri...”
“Apa maksudnya mengecilkan diri sendiri?”
“Itu...”
Di ruang kerja itu, ketiga anak sedang membahas tentang arti beberapa kata.
Di luar, Daniel mencari Ryan,lu bertanya, “Apa yang terjadi?”
“Saya mengirim pesan pada Hartono. Dia hanya bng Nona Tracy mau pergi ke Bar Kaisar, tapi tidak
bng ada urusan apa.” Ryan mporkan, “Thomas sudah membawa orang untuk
menyusul. All
“Em.” Daniel sedikit mengernyi, “Tracy ini, mengapa slu menggebu–gebu seperti ini setiap kali ada
mash? Tidak pernah berdiskusi dengannya...
Benar–benar belum dewasa.
“Tuan Daniel, Anda tenang saja. Ada Thomas, pasti tidak akan terjadi apa–apa.” Ryan menenangkan,
“Temanh anak–anak makan dulu, nanti saya akan menyuruh Thomasngsung
mengantar Nona Tracy berkumpul di pantai.”