Bab 571
Bab 571
Seth menceritakan kescluruhan kejadiannya, Sanjaya mengh napas dan berkata, “Sebenarnya
ku dipikirkan lebih detail, Nona Tracy mendidik ketiga anak itu dengan begitu baik, Tuan Muda juga
sangat menyukainya, ini membuktikan karakternya tidak bermash.
Sin itu, dia terus–menerus menutupitar bkang ketiga anak itu, tidak ingin mereka mengenali
ayah mereka, scharusnya dia bukah wanita yang g harta.”
“Kenapa kamu mh membnya?” Tuan Besar mcmelototi Sanjaya dengan perasaan tidak senang
“Aku tidak membnya, aku hanya mengatakan kenyataannya.” Sanjaya tersenyum, “Sejak kecil
hingga dewasa, Tuan Muda begitu dingin dan cuek, kapan Anda pernah melihatnya begitu bersikeras
dan peduli pada sescorang?”
“Memang benar.” Tuan Besar menganggukkan kepnya.
“Yang penting adh ketiga anak itu sangat manis,” bujuk Sanjaya, “Lagi p, hubungan mereka dan
ibu mereka sangat dekat. Jika seperti yang Anda katakan, ku kita mengusir ibunya dan mengambil
anaknya, takutnya mercka akan membenci Anda.”
Mendengar perkataan ini, Tuan Besar Terdiam...
Daniel membawa ketiga anak itu png ke rumah dan Bibi Juni th menyediakan makan mm
yang mewah.
Tracy mengenakan pakaian rumah santai, dia sedang minun di sofa sambil memegang majh.
Mendengar suara mobil di luar, Bibi Riana dan yanginnya segera keluar untuk menyambut, Bibi Juni
mengingatkan, “Nona, mereka sudah kembali.”
“Ya.” Tracy meletakkan majh,lu berdiri dan menyambut mereka bersama Bibi Juni.
“Nenek, Mami....”
Anak-anak turun dari mobil dan beri riang ke dm pelukan Tracy.
Tracy berjongkok dintai dan melebarkan kedua tangannya untuk menyambut anak–anak.
Saat wajah gempal mereka menempel dengan lchemya dan aroma lembut susu merebak di udara di
sekitarnya, senyuman bahagia merekah di bibir Tracy.
Seluruh mash sepertinya bisa diobati oleh anak–anak ini.
“Hati–hati, jangan sampai mami terjatuh,” ujar Daniel mengingatkan dengan lembut.
“Mami, aku merindukanmu.” Ca menempelkan wajah lembutnya yang berwarna merah muda ke
wajah Tracy, “Apa mami merindukanku?”
“Tentu saja!” Tracy mencium pipi Ca.
“Mami, masih ada aku.” Carles dan Carlos juga mendekatkan wajah mereka.
Tracy mencium wajah mereka satu per satu.
“Masih ada aku, masih ada aku.” Roxy mendekatkan kcp mungilnya yang berbulu.
Tracy menciumnya,lu berdiri. Daniel baru saja akan mendekat, tapi Tracyngsung memegang
tangan anak–anak dan masuk ke rumah, sama sekali tidak memedulikannya.
Daniel terdiam di tempat, apa yang terjadi?
“Ayo, makan. Hari ini ada tumis sapi, iga ketan, ayam cabe, tumis daging, ubi cina tumbuk dengan
saos blubcri dan sup ikan kesukaan kalian....”
Bibi Juni memanggil anak–anak makan sambil memberi tahu menu makan mm hari ini.
Dia juga tersenyum pada Daniel, “Tentu saja ada makanan Prancis kesukaan Tuan. Sin itu,
Nona juga sudah menyiapkan anggur untuk Anda!”
RêAdt??St chapters at Novel(D)ra/ma.Org Only
“Terima kasih.”
Daniel berterima kasih pada Bibi Juni, tapi matanya menatap ke arah Tracy. Dia ingin berbicara
dengan Tracy, tapi Tracy tidak melihatnya dan hanya sibuk berbicara dengan anak–anak sambil
menanyakan kondisi hari ini.
Daniel bingung, sebenarnya Tracy memang sengaja atau tidak?
“Papi, apa sudah bisa makan?” Suara kekanak–kanakan Ca terdengar.
Daniel menarik kembali pikirannya,lu mengangguk dan berkata, “Ya, ayo makan!”
“Nenck, makan. Papi, makan, Mami, makan!”
Ketiga anak itu menyapa dengan sopan pada orang dewasa,lu mi makan.
Tracy menundukkan kepnya dan mi makan dengan tenang, kadang dia juga berinteraksi dengan
anak–anak.
Daniel mengambilkan sepotong ikan untuknya, dia mengucapkan terima kasih‘ dengan lembut, tapi
tetap tidak melihat Daniel.
Saat ini, akhirnya Daniel bisa memastikan, Tracy memang sengaja tidak memedulikannya.
Namun, kenapa?
Dia tidak mengerti....
Seth makan mm, anak–anak ingin papi dan mami membawa mereka bermain ke taman.
Awalnya Tracy menyanggupinya, tapi saat berbalik untuk memakai jaket, rasa sakit di lengannya
kembali terasa dan dia segera bergegas masuk kamar mandi....