Bab 563
Bab 563
Tracy incmbcku di icipal, ia micrasa tcrscsat...
Namun, ia crus menerus menghibur dirinya sendiri. Daniel mungkin berpikir, kakeknya baru saja sadar,
sehingga ia tidak ingin mengagetkan kakeknya...
Tracy hanya dapat menghibur dirinya seperti ini...
Rolls Royce mju pehan menuju rumah sakit, diiringi dengan dua mobil pengawal yang mengawal
mereka di depan dan bkang, membentuk formasi barisan yang kuat.
Seluruh pengawal begitu waspada, sepanjang perjnan mereka mengawasi keadaan di luar,
menghindari adanya penyerang
Namun, semuanya berjn denganncar, tidak ada sedikitpun ancaman di jn,
Mobil th tiba di rumah sakit, Daniel menggendong ketiga anaknya turun dari mobil, Carles duduk di
atas bahunya, tangannya menggandeng Carlos dan Ca.
Carles begitu bersemangat, merasa seperti seorang pemenang.
Roxy berdiri di atas kep Carles, ia membuka matanya lebar–lebar, menatap ke seluruh penjuru,
seperti seorang anak yang penuh keingintaluan.
“Papi, aku tidak mau gandengan tangangi.” Ca melepas tangan Daniel, bibir kecilnya cemberut,
“Papi telu tinggi, aku harus terus mengangkat tanganku baru bisa menggandengmu, tanganku‘lh
sekali...”
“Iya, memang sedikit lh. Carlos mendongakkan kep menatap Daniel, “Apa aku nanti bisa tumbuh
jadi setinggi papi?”
“Tentu saja bisa.” Danici membungkukkan badan menggendong Carlos dan Ca, ia mengingatkan
Carles, “Duduk yang benar!”
“Baik.” Carles bersandar ke kep Danicl, iakut jatuh.
“Wow, aku juga jadi tinggi.” Ca menepuk–nepuk tangan kecilnya, berseru dengan gembira.
“Tiba–tiba pandangan mataku berubah.” Carlos tersenyum.
“Aku lebih tinggi daripada kalian.” Carles mengangkat alisnya, ia pamer dengan bangga.
“Aku tinggi, aku tinggi!” Roxy mengepakkan sayap di atas kepnya dan berteriak.
“Huh!” Tangan kecil Ca yang gemuk menunjuk Roxy, bibir kecilnya cemberut, ia mengerutkan kening
dan berkata, “Roxy, jika kamu ributgi, aku akan mencabut bulu–bulumu!” .
Roxyngsung menutup mulutnya menggunakan sayapnya, tidak berani bersuara, namun b
matanya terus berputar–putar, sikapnya begitu lucu dan menggemaskan.
“Hla...” Dm sekejap ketiga anak tertawa.
Daniel mengangkat sudut bibirnya, sejak kehadiran ketiga anak ini, clunianya jadi lebih berwarna, ia
juga jadi lebih sering tertawa.
“Anak–anak ini begitu menggemaskan!” Thomas tidak dapat menahan diri untuk berscru. “Sciak Tuan
Daniel menjadi seorang ayah, ia tampak begitu berbeda.”
“Betul, ia makin berperasaan.” Ryan menanggapi dengan suara rendah.
“Bagus sekali.” Thomas tersenyum
Sckelompok orang masuk ke dm rumah sakit mlui pintu samping, pemimpin rumah sakit dan
pemimpin–pemimpininnya sudah menunggu mereka sejak tadi, para pemimpin membawa mereka
masuk ke ruang pasien khusus.
Saat Sanjaya yang sedang menunggu dintai bawah melihat Daniel, ia pun bergegas
menghampirinya dan dengan semangat berkata, “Tuan Danicl, Tuan Besar sudah sadar, ia terus
memanggilmu.”
“Ya.” Daniel menganggukkan kep, “Kamu belum memberitahunya tentang anak–anak, ‘kan?”
“Belum, Anda memintaku untuk tidak memberitahunya, karena Anda ingin menyampaikannya sendiri.”
Sanjaya tersenyum menatap anak–anak,lu dm sekejap raut wajahnya kembali scrius, ia
mengingatkan Daniel dengan penuh arti, “Tuan, Tuan Besar baru saja sadar, jangan
memprovokasinyal
Artinya, kabar baik boleh diberitahukan sebanyak–banyaknya, sedangkan kabar buruk sebaiknya
ditunda.
Danielngsung mengerti maksud Sanjaya, ia berkata dengan pn, “Tenang saja, aku mengerti!”
Mereka sekeluarga tiba di depan kamar pasien, Daniel membawa anak–anak masuk ke ruang
sterilisasi untuk berganti pakaian, Roxy juga ingin ikut masuk, namun Daniel memerintah: “Tunggu di
luar, jangan terbang sembarangan.”
Roxy berhenti, ia mendarat dengan pehan di atas bahu Ryan, mengangkat kep kecilnya dengan
raut wajah sedih.
“Jangan buang kotoran di atas baluku.” Ryan mengangkat alisnya dan menatapnya dengan kejam,
“Jika tidak, aku akan mencabut semua bulumu...”
“Papi, papi.”
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
Ryan belum selesai berbicara, Roxy terbang ke arah Daniel untuk mporkannya, “Cabut bulu, cabut
bulu, takut, takut...”