Bab 496
Bab 496
Hanya saja ia ingin berebut segnya dengan Daniel. Menginginkan keadn, jadi kakek tidak
menyukainya. Dua orang terus berselisih sma ini.
Sin itu, bsan tahunlu, Devina ribut di acara ng tahun tuan besar, membuat tuan besar
mengamuk hingga stroke.
Untung keluarga Wance memiliki tim medis ahli. Seth bsan tahun pengobatan, tuan besar
akhirnya bisa membaik…
Sejak saat itu, Daniel tidakgi mengizinkan Devina bertemu secara pribadi dengan tuan besar.
Ketika tiba di gedung rawat inap khusus, Daniel tidakngsung membawa Devina naik ke atas. Ia
menunggu telepon dari Lily.
“Harus beginikah? Aku sudah bng, hanya dicambuk beberapa cambukan saja. Aku tidak
menyentuhnya.” Devina mengerutkan kening tidak senang, “Toh sudah tiba dintai bawah, kamu
masih tidak mengizinkanku naik ke atas?”
“Tunggu hasil keluar. Jika baik-baik saja, tentu saja mengizinkanmu naik.”
Daniel sungguh berharap Devina dapat naik ke atas, ini berarti Tracy baik-baik saja.
Jika hanya luka luar, ia tidak akan berargumen dengan wanita ini. Tetapi, jika Tracy mengmi
pelecehan seksual, tentu saja ia harus membereskan Devina.
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Tentu saja, tidak akan bersikap lunak kepadanya!!
“Tidak berguna!” Devina tertawa dingin, “Bukankah kakekmu th memberikan hak waris padamu.
Demi seorang wanita, kamu mh mengabaikan keluarga sendiri. Orang seperti ini dapat memegang
hal besar?”
“Tentu saja tidak dapat dibandingkan dengan tindakan keji bibi.” Daniel menjawab dengan tenang,
“Sayangnya kamu sudah ditendang keluar oleh kakek. Keluarga Wance tidak ada pewarisin. Tidak
diserahkan kepadaku, memangnya akan diserahkan pada anakmu yang tidak berguna?”
“Kamu…” Wajah Devina menjadi suram. Mata elegan dan dingin memancarkan aura membunuh yang
dingin. Ia bisa mengabaikan konfrontasi dendam ia dan Daniel, tetapi ia tidak bisa menahannya jika
anaknya diremehkan.
“Billy kami baik dan polos. Sekarang ia hanya belum memi saja. Suatu hari, ia akan melebihmu.”
Devina memelototi Daniel, “Dan juga, aku akan mencari perhitungan denganmu secepatnya atas
puknmu kepadanya waktu itu!”
Daniel ms bicara dengannya, matanya melihat ke bawah menatap ponsel.
Dengan cepat, Lily meneleponnya, “Tuan Daniel, Nona Tracy luka berat. Bagian punggungnya
dicambuk hingga kulit mengelupas, tetapi tidak ada luka seriusinnya dan juga tidak ada pelecehan.
Dm waktu singkat ini, aku hanya dapat memastikan hal ini. Aku masih mkukan pemeriksaan,
masih membutuhkan beberapa waktu.”
“Ya.” Daniel agak mengh napas lega. Ia memelototi Devina, “Aku akan memperhitungkan mash
ini!”
“Baih, nanti kita hitung bersama.” Devina menyeringai dingin, “Sekarang sudah boleh masuk, ‘kan?”
Daniel memberi instruksi, para pengawal membuka jn membiarkannya lewat.
Devina dan Sarah masuk ke dm lift.
Sanjaya sedang menunggu di pintu kamar pasien. Ia menundukkan kep memberi hormat ketika
bertemu Devina, “Nona Devina, Anda sudah datang!”
“Paman Sanjaya,ma tak berjumpa.” Devina menyapa dengan hormat.
“Memang sudah agakma.” Sanjaya berkata sambil tersenyum, “Anda masih sama seperti dulu.”
“Terima kasih.” Devina tersenyum,lu mengikuti perawat ke kamar issi untuk mengganti pakaian
APD.
Seth bertukar pakaian, Sanjaya dan Daniel menemaninyangsung masuk ke dm kamar pasien.
Ryan dan Sarah menunggu di luar. Mereka berdua saling memandang dengan jijik,lu masing-masing
berbalik badan pergi.
Devina masuk ke dm kamar pasien. Ketika melihat tuan besar yang terbaring di atas ranjang, aura
dingin yang terpancar dari tubuhnya menghng, diganti dengan sekumpn perasaan rumit.
Ada kasih, marah dan kebencian….
Seth beberapa saat, Devina baru berjn ke sebh ranjang. Ia memandang tuan besar dengan
jarak dekat. Tetapannya semakin sedih.
Ia membuka mulut, ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak tahu harus berkata apa.
Sanjaya memandangnya yang seperti itu, hatinya sedikit tergerak,lu berkata dengan suara rendah,
“Tuan besar mengingat Anda. Di dm mimpi, ia mengigau dan menyebut nama Anda.”
“Benarkah?” Devina sangat terkejut, ia hampir tidak percaya dengan telinganya sendiri.
“Tentu saja benar…”
Saat Sanjaya sedang berbicara, tuan besar tiba-tiba bergerak. Ada tanda-tanda kesadaran dan
mulutnya terbuka ingin mengucapkan sesuatu.
Devina lekas mendekat mendengarnya…