Bab 407
Bab 407
Exclusive content from N?velDrama.Org.
Scth prosedur perekrutan karyawan selesai, Helen menyerahkan satu set seragam kepada Tracy
dan mendesaknya: “Ganti pakaianmu, aku akan membawamu mengenali lingkungan kerja. Pekerjaan
sebagai pyan sangat sederhana dan mudah dipjari.”
“Ok, terima kasih, Kak Helen.”
Tracy pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, melihat ke cermin dan ia tertegun.
Rok ini telu pendek, saat dia melihat Windy memakainya, dia tidak memperhatikan. Namun
sekarang, saat dia memakainya, ia merasa berbaliaya.
Kemeja putih berleher V yang ketat, rok pendek hitam yang membungkus pantatnya yang montok,
telinga kelinci merah muda dan putih yang bergoyang–goyang dan imut, benar–benar sctn seksi.
“Kerah baju ini bukankah telu rendah? Dan rok ini telu pendek...”
Tracy merasa dirinya tersesat dan hal ini sangat berbahaya.
“Pyanin berpakaian seperti ini, Windy juga sama. Bukankah kamu baru saja melihatnya?” Helen
berkata sambil tersenyum. “Yang terpenting adh bentuk tubuhmu sangat indah, mengenakan ini
bisa membuat pria bersemangat.”
“Itu..” Tracy sedikit tidak setuju.
“Scragam disini memang seperti ini, kamu pakai saja dulu.” Helen menepuk pundaknya. “Besok, kamu
bawa saja dan ubali sendiri, asalkan jangan diubah telu banyak, dan ini...”
Helen mengeluarkan topeng renda hitam dan menyerahkannya kepadanya, “Pyan memakai topeng
yang sama!”
“Terima kasih.” Tracy mengambil topeng dan memakainya, jika dia bertemu Daniel, mungkin dia tidak
akan mengenalinya, “kan?
“Ok, ikuti aku. Aku akan membawainu ke bar, mempjari minuman alkohol,lu mengingat daftar
harganya.”
“Oke.”
Tracy mengikuti Helen ke ruang depan.
Sckarang adh waktu ramai, ada beberapa gadis di atas panggung menari tarian tiang yang seksi
dan menggairahkan, para lki di bawah panggung berteriak dengan penuh semangat, beberapa
orang melepas baju mercka dan bergoyang mengikuti musik.
“Apa kamu melihatnya?” Helen berkata sambil tersenyum, “Mata pria–pria ini semua tertuju pada
panggung dan tidak ada yang memperhatikanmu sama sekali, jadi tenang saja.”
“Iya. Tracy juga menyadari bahwa penari tiang di atas panggung hanya mengenakan pakaian din
bikini, tubuh mercka seksi dan menggairahkan, seratus kali lebih menggairahkan darinya,
sehingga tidak ada yang memperhatikannya sama sekali.
“Balkan jika para tamu di dm ruangan melirikmu, mereka juga tidak akan memikirkanmu.” Hielen
mnjutkan, “Kami ada putri bar di sini, semuanya berkulit putih, cantik, berkaki Panjang Sosok yang
begitu diinginkan merekal”
“Benar juga.” Tracy sudah jauh lebih santai.
Helen membawa “Tracy ke bar, mengenalkan berbagai anggur impor dan memintanya untuk
mengingat daftar harga sesuai dengan foto. Sedangkan untuk bir, koktail, dan minuman biasa, tidak
perlu menghafalnya, karena semuanya murah, lihat menu,lu order saja.
Helen mengatakan kepadanya, bahwa dia harus membujuk pnggan agar membeli anggur impor
yang mahal itu, sehingga komisinya akan menjadi tinggi. Para pyan di sana bisa mendapatkan
komisi puluhan juta dm penjun satu mm, jika ditambah tip ada yang mendapatkan komisi
ratusan juta!
Tracyngsung bersemangat saat dia mendengarnya, ratusan juta jika dikumpulkan dm dua hari
bisa membayar tagihan pengobatan Bibi Juni.
Pada saat ini, Windy beri dengan bersemangat: “Kak Helen, para tamu di ruangan th memesan
ratusan juta anggur, tolong hitung berapa banyak komisi untukku?”
“Coba aku lihat.” Helen melihatnya,lu menepuk bahunya dan berkata, “96 juta!”
“Ya ampun, luar biasa!” Windy hampir mclompat kegirangan.
“Smat ya, Windy.” Tracy berkata sambil tersenyum.
“Kak Tracy?” Baru saat ith Windy menyadari kebcradaan Tracy, “Astaga, bentuk tubuhmu bagus
sekali, aku hampir tidak bisa mengenalimu.”
“Aku bisa mengenalimu, bahkan saat kamu memakai topeng.”
Tracy merasa Windy sangat mudah dikenali dengan bentuk tubuh yang kurus, kecil, dan datar, hampir
tidak cocok berada di tempat seperti itu.
“Memang bentuk tubuhku yang paling datar di antara semuanya.” Windy sedikit malu..
“Ok, Windy, ajak dia mengenali tempat ini, aku sudah harus pergi.”
Helen menyerahkan Tracy kepada Windy,lu berbalik dan pergi.
“Kak Tracy, kamu ikut aku ke ruangan saja.” Windy menariknya sambil berkata, “Pnggan di sana
sangat murah hati. Jika mereka memesangi, komisi kita bagi dua.” |
“Ok, tcrima kasih.”