AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 379

Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 379

    Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 379


    Bab 379


    Seth mengantar Linda pergi, Ryan buru–buru kembali ke ruang kantor presdir dan mpor


    “Presdir Danicl, tim media sudah turun satu per satu. Departemen personalia meminta mercka makan


    siang dintai tiga bs. Ruangan dintai tujuh bs sudah dikosongkan untuk Anda dan Nona


    Linda. Kita mungkin perlu bergegas...”


    Seth Ryan mengatakannya, dia menyadari Daniel sedang duduk di sofa sambil membaca dokumen


    dengan serius dan tidak berniat untuk bangkit berdiri.


    “Anda kenapa?” Ryan bertanya dengan hati–hati.


    “Menurutmu, apa tujuan kakek tiba–tiba memanggil Jonson?” Daniel bcrkata dengan suara yang


    dmn.


    From N?velDrama.Org.


    “Ini... Ryan tidak berani mengatakannya, “Sebenarnya Anda sudah tahu js semuanya, tidak perlu


    aku beritahugi, kan?”


    “Apa maksudmu?” Daniel bersandar di sofa dengan ckspresi kesal di wajahnya, “Usianya sudah tua,


    masih mau mengendalikan orangin.”


    “Kamu bukan orangin, tapi cucunya sendiri.” Ryan inengamati wajah Daniel, “Tujuh generasi


    keluarga besar Anda, semuanya mengandalkanmu.”


    “Jadi harus dipaksa menikah?” Daniel mendengus tidak puas, “Memangnya kngsungan hidupku


    hanya untuk menikah dan mhirkan ahli waris untuk keluarga besarku?”


    “Ini...” Ryan tidak berani bersuara.


    “Panggil Thomas.” Perintah Danici.


    “Apa yang ingin Andakukan?” Ryan panik, “Konferensi pers akan segera dimi. Tolong jangan


    gegabah. Sin itu, tuan besar mungkin belum tentu akan berbuat sesuatu. Mungkin kita yang telu


    banyak berpikir?”


    “Lebih baik dia tidak berbuat apa–apa. Jika dia ingin mkukannya, aku punya cara mencegahnya.”


    Daniel mcmclototinya, “Apa? Kamu mau inwanku?”


    “Bukan...” Ryan tidak bisa membujuknya, jadi dia akhirnya menelepon Thomas.


    “Prescir Daniel!” Thomas slu bertanggung jawab untuk menangani hal–hal di luar kantor. Hari ini


    karena ada konferensi pers, maka dia kembali sementara untuk menjaga ketcruban.


    “Dengarkan baik–baik.” Daniel menunjuk ke arahnya dan memerintahkan, “Aku tidak ingin melihat


    kakek dan Jonson di konferensi pers jam satu siang nanti!”


    “Uh... Thomas terblak kcheranan, “Maksud Anda adh ingin mencegat tuan besar dan Tuan


    Jonson? Bukankah ini tidak baik?”


    “Jika Jonson datang sendirian, biarkan dia masuk. Bagaimanapun juga, dia orang yang lembut,


    jika kakek tidak bersamanya, dia akan lemah.” Daniel berkata dengan serius, “Tapi jika dia dating


    bersama kakek, kamu harus mencegatnya!!!”


    “Ini...” Wajah Thomas berubah, “Aku tidak berani mkukannya.”


    “Tidak peduli cara apa yang kamu gunakan, kamu harus mkukannya, jika tidak enyah kau.“


    Daniel sangat mendominasi.


    Thomas menangis tanpa air mata sambil melihat Ryan untuk meminta bantuan.


    Ryan tanpa daya merentangkan tangannya, mengungkapkan ketidakmampuannya untuk mkukan


    apapun.


    “Ok, semuanya keluar.” Raut wajah Daniel lh, “Katakan pada Linda, aku tidak makan siang, sampai


    jumpa di ruang konferensi jam satu siang nanti!”


    “Baik.” Ryan menarik Thomas keluar bersama–sama.


    Thomas tampak sedih sambil berbisik, “Menyuruhku mencegal tuan besar, bukankah ini sama saja


    dengan menyuruhku mati?”


    “Ini bahkan lebih buruk daripada mati.” Ryan menatapnya dengan simpati, “Tapi mau bagaimanagi?


    Kamu juga tahu watak Presdir Daniel.”


    “Bagaimana ini?” Thomas mengh napas dm–dm.


    “Sekarang berdoh dm hati.” Ryan berbisik, “Mungkin Presdir Daniel telu banyak berpikir atau


    mungkin saja Presdir Linda hanya datang sendirian? Tuan besar bahkan tidak memberi kabar apa–


    apa, jadi mungkin dia tidak akan datang.”


    “Bagaimana jika datang?” Thomas memelototinya dengan tatapan dingin.


    “Ini... Ryan tidak berdaya, “Ku begitu kamu hanya bisa menebalkan muka.”


    “Sin.” Thomas mengyertakkan giginya dan memarahi, “Lagip aku yang mati, bukan kamu, kamu


    hanya menertawakan kemnganku!”


    “Bukan, menurutmu aku baik–baik saja?” Ryan menangis dan meringis, “Jika ada keributan di ruang


    konferensi, aku juga yang akan sengsara.”


    “Sudah, aku ms bicara denganmu.” Thomas pergi dengan marah.


    Ryan menatap punggungnya sambil mengh napas dm–dm.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul