Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 348
Bab 348
Sepanjang hari ini, Daniel terus menatap ponsel menunggu telepon dari Tracy.
Tetapi Tracy belum meneleponnya.
Mm hari, Lily kembali mpor situasi dan berkata dengan perhatian, “Luka di pinggang Nona
Tracy sudah mi membaik, beberapa harigi akan pulih sepenuhnya. Oli, iya, sore tadi aku
mengirimnya pesan, ia bng besok ia akan kembali bekerja.”
“Ya.” jawab Daniel sekaligus bertanya, “Dia bng apagi?”
Sebenarnya ia ingin bertanya apakah Tracy ada membicarakannya,
“Dia, clia juga bng, Anda sangat detil mengatur semua itu...” Lily mengarang dengan hati–hati, “Anda
juga mengatur rumali untuk dokter dan para perawat, dengan begitu mereka lebih mudah menjaga
anak. Ia sangat berterima kasih kepada Anda, karena Anda th menyelesaikan mash
terbesarnya...”
“Nyalimu semakinma semakin besar.” Daniel meny ucapannya dan menatapnya dingin, “Berani
berbohong padaku?”
“Tuan Daniel, mohon ampun!” Lily segera menundukkan kep meminta maaf.
Danic) mengernyitkan kening, ternyata memang bohong. Wanita sin tak berhati nurani itu sama
sekali tidak tahu berterima kasih. Bagaimana mungkin ia mengatakan hal seperti itu?
Text ? by N0ve/lDrama.Org.
“Keluah.” Danicl menurunkan pandangannya mnjutkan minum alkohol.
“Baik.” Lily membungkukkan badan mundur. Ia bertemu dengan Tuan Besar yang sedang berjn
masuk. bergegas menundukkan kep memberi hormat, “Tuan Besar!”
“Ya.” jawab Tuan Besar. Ia berjn masuk dan duduk di sofa sebrang Daniel, “Kasusnya sudah?
selesai?”
“Kasus apa?” ceplos Daniel. Seth berbicara ia baru sadar, “Oh, sudah selesai.”
“Bagus ku begitu.” Tuan Besar menganggukkan kep, “Sekarang Grup Sky Well sedang
bertumbuh, kita perlu memperhatikan pengaruh opini publik. Semoga kasus keckaanku ini tidak
membawa berita negatif bagimu.”
“Tidak, tenang saja.” Daniel melihat ia berpakaian rapi dan wajah penuh bahagia, “Berdandan begitu
rapi dan penuh semangat, kamu akan berkencan dengan nyonya mana?” olok Daniel.
“Sin.” Tuan Besar mengangkat tongkat memukulnya, “Dasar bocah busuk, berani–beraninya
mongolok–olokku!”
“Hche...” Danicl tcrtawa. “Memangnya kamu mau ke mana?”
“Aku ingin pergi bertemu tiga anak cucu kecilku itu.” Wajah Tuan Besarngsung inerekah begitu
teringat ketika anak itu. “Barusan aku iclcpon merckal mengajak nicrcka keluar makiin.
“....” Daniel mengernyitkan kening, “Yang benar saja? Anak yang baru kenal beberapa hari, kenapa
sudah seperti cicit kandung sendiri?”
“Tiga anak ini berjodoh denganku.” Tuan Besar tertawa, “Pertama kali aku melihatnya aku merasa
sangat dekat dengan mereka. Sin itu, aku juga merasa mereka sedikit mirip denganmu.
Kepribadiannya juga mirip terutama Carlos..”
“Tunggu!” Daniel meny ucapan Tuan Besar, dan berkata dengan tidak senang, “Tiga anak ha...”
Tiba–tiba ucapannya berhenti, dan mengubah cara bicara, “Jangan sembarangan mengaitkannya
padaku, aku tidak punya banyak hubungan sembarangan seperti itu!”
“Sudah kuduga kamu ini sangat berhati–hati dm hal itu, ku tidak, aku sungguh mencurigai kctiga
anak itu milikmu.” Tuan Besar meliriknya dan mendesah…..
“Dulu aku slu mengaturmu, tidak membiarkanmu bertindak sembarangan di luar. Sekarang ketika
melihat ketiga anak itu, aku sungguh berharap kamu pernah bertindak sembarangan di luar, wupun
itu hanya sekali juga baik.”
“Kamu sudah pikun?” wajah Daniel suram, “Kekacauan macam apa ini?”
“Sudali, sudah. Ms bicara denganmu.” Tuan Besar berdiri dan berjn keluar, “Bocah busuk
sepertimu sangat kolot, tidak asyik. Lebih baik aku bertemu cucu kecilku itu, mereka lebih
mengemaskan!”
Daniel kehngan kata–katanya, teringat hubungan Tuan Besar dengan anak dari Victor begitu baik,
hatinyangsung tidak nyaman. Ia mengambil gs alkohol di samping dan meminumnya dm
tegukan besar...
“Tuan Danicl.” Ryan mengingatkan sembari berbisik, “Apa Tuan Besar akan menyadari identitas asli
kctiga anak itu? Apa kita perlu mengingatkan Nona Tracy?”
“Ia bukan wanita tak berotak.” jawab Daniel kesal, sendiri tidak bisa berpikir?”
“Baik, baik, baik!”