Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 313
Bab 313
Linda tidak berani banyak bicaragi, membungkuk pada Tuan Besar,lu berbalik dan pergi.
Saat melihat sosoknya, Sanjaya berkata dengan cemas: “Tuan Besar, menurut Anda, apakah Nona
Linda sungguh cocok dengan Tuan Muda?”
“Apa naksudmu?” Tuan Besar bertanya.
“Pandangan sescorang,ngsung mencerminkan isi hatinya.” Sanjaya berkata dengan pengertian,
“Ada yang meninggal, menurutnya mash kecil? Itu tidak telu baik.”
“Linda telu dimanja sejak kecil, mungkin sedikit keras kep, juga sedikit k–kan, tapi tidak
punya niat buruk.” Tuan Besar mengerutkan kening, “Yang terpenting, aku melihat ayahnya tumbuh
besar, karakternya sama sekali tidak bermasl?, oleh karena itu, aku ingin menjodohkan mereka.”
“Presdir Jonson memang tidak ada mash, tapi....”
“Sudah.” Tuan Besar menynya,lu berpesan, “Bawakan semua makanan ini untuk anak itu, dia
sedang kparan.”
“Bawakan untuk anak itu?” Sanjaya sedikit terkejut, “Nona Linda membuatnya sendiri untuk Anda,
bahkan jaul?–jauli mengantarnya ke sini.....
“Untuk apa banyak bicara:” Tuan Besar berkata dengan tidak senang.
“Baik,” Sanjaya membawa barang–barang dan hendak pergi.
“Lupakan saja.” Tuan Besar menghentikannya, “Biar aku sendiri yang pergi.”
Kedua orang itu naik kentai atas. Pada saat ini, Carles sudah didorong keluar dari unit gawat
darurat, ditempatkan di bangsal VIP.
Carlos mengikuti dari samping sambil membawa tas sekh, bertanya dengan cemas: “Paman Dokter,
bagaimana dengan adikku?“|
“Tidak ada mash besar, tenang saja.” Dokter menenangkan, “Kamu hati-hati ya, jangan terjatuh.”
Setiap orang yang melihat anak yang begitu kecil begitu menjaga adiknya, hatinya pasti berubah
manjadi lembut dan baik.
Setibanya di bangsal, para dokter memasangkanbel baru di pergngan tangan Carles,
menusukkan jarum infus, kemudian menghubungkan konsentrator oksigen, t elektrokardiogram, dan
tinnya.....
Carlos melihat di samping, hatinya sangat cemas.
Seth para dokter sclesai, dia maju dan bertanyagi: “Paman Doktor, bagaimana kondisi adikku
sekarang? Mengapa masih belum bangun?”
“Adik, di mana ayah dan ibumu?” Dokter bertanya dengan hangat.
“Ponsel mamiku tidak bisa dihubungi.” Suara Carlos sedikit tereckat, tapi kembali tcuar dengan sangat
cepat, membusungkan dada dan berkata, “Aku kakaknya, ku ada masli, Anda bisa
mengatakannya padaku.”
Dokter tersebut tercengang seketika,lu berjongkok, berkata dengan lembut: “Kamu masih kecil.
Untuk mash seperti ini, seharusnya dikatakan pada ayah dan ibu. Eh, tampangmu sangat mirip
dengan adik yang terluka ini. Apakah kalian kembar?”
“Bukan, kami kembar tiga.” Carlos menjawab dengan sopan, “Aku Carlos, ini Carles, masih ada satu
adik perempuan, namanya Ca, dia mengmi radang amandel, sedang istirahat di bangsalntai
bawah.”
“Ternyata kembar tiga.” Beberapa perawat mendekat, berdiskusi sambil tersenyum..
“Sungguh menggemaskan, lebih manis dibandingkan artis cilik di TV.”
“Apakah kalian steran?”
“Di mana ayah dan ibu kalian?”
“Kakak–kakak perawat, adikku terluka, butuh ketenangan.” Carlos mengerutkan kening, berkata
dengan serius, “Bisakah tidak mengobrolkan hal yang tidak penting di sini?”
This material belongs to N?velDrama.Org.
“Oh.” Beberapa perawal tercengang seketika, merasa malu sampai wajahnya memerah,lu meminta
maaf, “Maaf, maaf.”
“Haha.” Dokter tertawa,lu menjskan, “Adik, jangan cemas, adikmu baik–baik saja.”
“Ku baik–baik saja, mengapa sampai sekarang belum bangun?” Carlos bertanya dengan serius,
“Paman Dokter, jangan mengira aku tidak tahu apa–apa karena masih kecil. Tolong katakan terus
terang mengenai kondisi adikku padaku, aku bisa mengerti.”
“Baih.” Dokter menahan tawa, berkata dengan profesional, “Pergngan kaki kanan adikmu patah,
ada banyak luka di tubuhnya, juga mengmi gegar otak ringan......”
“Jadi, dia belum bangun sampai sekarang karena gegar k?” Carlos memastikan sekaligi, “Apakah
Anda yakin itu ringan? Apakah akan ada efek samping?”