Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 294
Bab 294
Tracyngsung nicrasa panik, dengan terburu–buru berkata, “Bukan, bukan, Victor tidak bersh.
Kaini suna sekali tidak ada...”
“Scondainya kita tadi tidak mencrobos masuk ke dm dan memergoki kalian, mungkin kalian
sekarang sedang bercumbuan, kan?
Daniel menggertakkan giginya, dengan keras menampar wajah Tracy yang sudah merah dan
membengkak.
Daniel sh memahami maksud Tracy, mengira Tracy masih membahas mash tadi.
“Tidak.” Tracy buru–buru menggelengkan kepnya, dengan panik menjskan, “Sebenarnya, Victor
sama sckali tidak..
Tok tok tok!
Terdengar suara ketukan di pintu, meny penjsan Tracy.
Kemudian, terdengar suara Ryan, “Tuan Daniel, ‘Tuan Besar sudah tiba!”
“Baih,” Daniel mengernyitkan keningnya,ntas mencubit pipi Tracy, dengan keras mengancam,
“Tracy, aku peringatkan sekaligi, jangan menguji kesabaranku!”
Tracy dengan takut menatapnya, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
“Mungkin aku tidak akan menyentuhmu,” Daniel menyipitkan matanya, dengan dingin mengancamnya,
“Namun, seluruh keluarga dan kerabatmu, terinasuk tiga anak–anak itu, akan menanggung akibatnya!
Mata Tracy melebar, dengan ketakutan menggelengkan kepnya. “Jangan! Aku mohon padamu,
tolong jangan lukai mereka...
“Ku begitu, turuth perintahku!” Daniel membawanya ke atas s, melepaskan jaketnya dan
menutupi tubuh Tracy, membalikkan badannya, mngkah ke arah pintu dan memerintah, “Panggil
Lily!”
“Baik!” Ryan memandang Tracy scks,lu pehanhan menutup pintu.
Tracy bersandar di sofa, sekujur tubuhnya gemetar dipenuhi ketakutan dan kesakitan.
Ia tidak mampu membayangkan apab Daniel kehngan kendali dan berusaha melukai anak
anaknya...
III
Ia begitu ketakutan. Bertanya–tanya dm hatinya, apakali sebaiknya ia memberitahu Daniel bahwa ia
adh ayah dari anak–anaknya, sehingga Victor dan anak–anaknya aman darinya?
n‘ssa Vich
Akan tetapi... tetapi...
Apab anak–anaknya hidup bersama seorang ayah sekejan dan scbrutal ini, apakah m ereka dapat
tumbuh menjadi anak–anak yang baik?
Tok tok!
Saat Tracy scdang hanyut dm pemikirannya, tiba–tiba kembali terdengar ketukan pintu dari luar,
diikuti dengan Dokter Lily yang beranjak masuk ke dm dengan membawa kotak perlengkapan
mcdisnya, “Nona Tracy, apa Anda terluka?”
“Dokter Lily, ahh...”
Tracy yang sedang beranjak dari sofa, tiba–tiba merasakan rasa nyeri yang hebat pada pinggangnya,
membuatnya tidak dapat bergerak.
“Jangan banyak bergerak, biar aku periksa.” Lily bergegas ke hadapannya untuk memeriksanya)
“Tampaknya ini tidak sampai melukai tngmu, tetapi sebaiknya kita tetap rontgen dulu untuk
memastikan. Aku akan segera mengaturnya.”
“Dokter Lily, apa kamu menemui Victor? Apa dia baik–baik saja?”
Tracy mengkhawatirkan cedera yang dimi Victor. Ia takut pukn Daniel tadi akan berdampak
parah pada Vicior yang tubuhnya lemah sejak kecil.
“Aku baru saja dari sana. Victor hanya mengmi cedera ringan.” Lily berbisik, “Nona Tracy, kenapa
Anda masih berusaha memancing amarah Tuan Daniel? Ini tidak baik untuk Anda dan teman–teman
Anda.”
“Aku bukan ingin memancing amarahnya. Dia sendiri yang tidak masuk akal,” jawab Tracy tak berdaya
“Ah...” Lily mengh napasnya,ntas menghubungi rekannya untuk mengantar Tracy ke rumah sakit.
Takma kemudian, beberapa petugas medis datang, dengan hati–hati memapah Tracy dan
mendudukkannya di atas kursi roda,lu mendorongnya keluar dari pintu bkang.
Material ? of N?velDrama.Org.
Di luar, hujan deras tengah mengguyur, udara pun berubah dingin.
Tracy yang masih mengenakan jaket Daniel, meringkuk memeluk tubuhnya yang menggigil
kedinginan. Wajahnya pun berubah pucat.
Saat ia beranjak naik ke dm ambns, Tracy tanpa sengaja menatap ke arah Daniel yang sedang
bergegas keluar bersama bawahannya, sch–h akan menyambut seorang tamu yang penting.
Ada sebuah mobil yang datang. Seluruh tamu pun berbaris dengan rapi membentuk dua barisan.
Daniel sendiri yang membukakan pintu mobil, dengan penuh hormat ia membungkuk dan membantu
penumpang mobil turun keluar,
“Siapa orang itu?”
Tracy begitu terkejut melihat bahwa di dunia ini ada orang yang dapat membuat Daniel berperku
penuh hormat seperti itu,
— –
–
—
.
“Itu adl? Tuan Besar Keluarga Danic!!” bisik Lily. “Kakek dari Tun Daniel!”