Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Sang Bos Besar Bab 242
Bab 242
Entah berapama Tracy diikat, anggota tubuhnya kaku, dia terus berjuang, pergngan tangan dan
pergngan kakinya sakit seperti terbakar dan hampir tercekik oleh kain.
Exclusive ? content by N(?)ve/l/Drama.Org.
Akhirnya, dia menyerah berjuang dan menyisakan sedikit tenaga,
Di luar sangat sepi, tidak terdengar suara apapun.
Mungkin pengawal dan pyan tahu bahwa Daniel sangat marah dan tidak ada yang berani
mengganggunya.
Ponsel Tracy berdering, panggn masuk dari Victor.
Dia menggerakkan lengannya, mencoba menjawab telepon, tapi dia tidak bisa meraihnya, jadi dia
hanya bisa melihat telepon terputus...
Seth sekianma belu, cahaya yang menggetarkan masuk dari luar jend dan dia sangat
terkejut, dia tahu bahwa Victor yang memberinya kode rahasia.
Dia ingin menjawab, tapi mulutnya terbungkam dan sama sckali tidak bisa bersuara.
Dia berjuang untuk bergerak dan mencoba mengguncang ranjang atau menjatuhkan vas bunga di
mcja samping ranjang untuk memberinya beberapa petunjuk, tapi sia–sia.
Ranjangnya kokoh dan tangan serta kakinya diikat erat.
– Tidak ada cara untuk membebaskan diri dan juga tidak ada cara untuk menyentuh benda
apapun.
Pada saat ini, cahayampu tiba–tiba padam...
Scketika, terdengar suara mobil, apa mereka th pergi?
Tracy sangat cemas sehingga dia mengeluarkan suara “woo woo woo” berusaha menahan incrcka...
Namun, mobil tidak berhenti, tetap pergi.
Tracy merosot di ranjang dengan putus asa sambil melihatngitngit, emosinya hampir hancur
berkeping–koping.
“Tok tok!” Tiba–tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar,lu Lily mendorong pintu masuk.
“Woo woo... Tracy buru–buru meminta bantuan, scl?–h dia melihat mikat penymat.
Lily menykanmpu,lu mendorong troli medis dan membuka ikatan kain yang menutupi mulutnya.
“Dokter Lily, cepat lepaskan aku.” Tracy buru–buru meminta bantuan.
“Aku tidak bisa melepaskanmu tanpa perintah Tuan Daniel.”
Lily mengambil cangkir dan sedotan,lu memberinya air minum.
Tracy menyesap sedikit dan berkata dengan cemas, “Dokter Lily, mohon lepaskan aku...”
“Nona Tracy, aku sarankan Anda untuk tidak memaksa mrikan diri, Anda tidak bisa mwan Tuan
Daniel.” Lily dengan lembut menasihati, “Semakin Anda menk dan ingin mrikan diri, dia semakin
tidak akan membiarkan Anda pergi dan juga jika Anda seperti ini, tidak hanya akan menyakiti diri
sendiri, tapi juga orangin.”
Seth mendengar kalimat ini, Tracy tercengang dan butuh beberapa saat baginya untuk sadar
kembali,lu bertanya dengan antusias, “Apa maksudmu? Dia, apa yang th diakukan? Apa yang
diakukan pada anakku? Atau apa yang diakukan pada Victor?”
“Nyonya Victor.”
“Kau benar–benar peduli padanya ya.”
Di depan pintu, Daniel yang hendak masuk baru saja mendengar kalimat ini dan mencibir dengan
wajah muram, “Awalnya aku tidak berencana untuk mkukan apapun, tapi kamu mh
mengingatkanku”
Begitu mengatakannya, dia memerintahkan, “Mobil keluarga Victor belum pergi jauh, kan? Panggil
kembali!”
“Tuan Daniel....”
“Jangan!” Tracy buru–buru berteriak, “Daniel, jangan main–main...,
“Cepat!” Perintah Daniel.
“Baik.” Ryan menundukkan kep,lu mksanakannya.
“Jangan, aku mohon...” Tracy memohon dengan cemas, “Hal ini tidak ada hubungan dengannya,
jangan sakiti dia, kumohon lepaskau clia...”
“Bagaimana bisa tidak ada hubungannya?” Daniel tersenyum dingin, “Anak itu bukan miliknya?”
“Aku... Tracy tercengang sejenak.
Daniel mengangkat tangannya, Ryan hendak memberi perintah.
Tracy berteriak dengan tergesa–gesal: “Kk aku akan mendengarkanmu, aku akan menuruti semua
keinginanmu. Aku mohon jangan sakiui keluarga dan teman–temanku, kumohon...
Seth mendengar kalimat ini, Daniel memberi isyarat untuk membatalkan perintah tadi.
Sekciika, dia berjn pehan masuk ke kamar.
Lily segera mendorong troli medis menjauhinya.
Daniel menatap Tracy yang diikat ke ranjang dan bertanya dengan dingin, “Dia adli keluarga atau
temanmu?”
“Teman.” Tracy berseru,lu menambahkan. “Ini semua adh keshan beberapa tahun yanglu
dan sekarang kami hanya teman biasa...”
Melihat tatapan acuh tak acuh Daniel, dia menambahkan, “Kk aku akan menjadi milikmu
seutuhnya!”