Chapter 153
Bab 153
Tracy masuk ke bar mengenakan topeng, tampil di atas panggung, dan memenangkan kembali
pertunjukan mm ini.
Tamu di bawah panggung tidak berhenti menyorakinya, semua tamu bersorak untuknya.
Seth pertunjukan selesai, Tracy memperoleh banyak hal, dia baru berada di sana tiga hari, tapi dia
th menggandakan omset di bar itu beberapa kali lipat.
Danny memutuskan menaikkan biaya pertunjukan Tracy dari 5.600.000 menjadi 6.000.000 mi hari
ini.
Tracy sangat senang, tapi uang ini dibandingkan dengan 2 Milyar masih tidak sebanding
Saat istirahat 10 menit, Tracy turun dari panggung untuk minum air, melihat ke sudut ruangan, dan
menyadari pria itu belum datang, dia tidak bisa menahan rasa kecewanya…..
“Tuan Billy sebentargi juga sampai.” Danny seperti membaca pikirannya, “Dia pasti akan datang di
pertunjukan kedua nanti.”
“Aku tidak menunggunya.” Tracy menyangkalnya.
“Hahaha, tidak perlu menyembunyikannya di depanku.” Danny tertawa sambil bertanya, “Ngomong-
ngomong kemarin kamu lupa membawa tasmu, aku menaruhnya di lemari kasir, saat png nanti,
jangan lupa untuk mengambilnya.”
“Jika kak Danny tidak bng, aku pasti sudah lupa, terima kasih.”
Belongs ? to N?velDrama.Org.
Seth menyampaikan ucapan terima kasih, Tracy mnjutkan pertunjukannya.
Pada saat ini, seseorang membawa 999 mawar ke atas panggung dan memberikannya kepadanya.
Segera, seseorang di bawah panggung membunyikan bel, dan Danny memberikan pengumuman:
“Mm ini, Tuan Billy yang akan membayar semua tagihan, jadi semuanya ayo minum sepuasnya!”
“Tuan Billy, luar biasa!”
Para tamu berdiri dan bersorak sambil bertepuk tangan, dan suasana kembali meriah.
Tracy menoleh dan melihat Billy dari luar masuk ke dm, berpakaian sangat modis, terlihat muda dan
tampan.
Dia melemparkan ciuman kepada Tracy, dan tersenyum dengan hangat.
Tracy yang duduk di depan piano pada saat pertunjukan, merasa bingung……
Dia sangat tampan, muda, humoris, dan memiliki sifat mudah bergaul yang tidak dimiliki oleh banyak
orang kngan atas.
Dia akan menjadi rekan main yang hebat, tetapi sulit untuk mengambil tanggung jawab dm sebuah
keluarga.
Terus terang, dia masih seorang anak-anak yang belum dewasa, masih suka bermain dan sulit
mengontrol suasana hatinya.
Apakah dia benar-benar bisa memerankan sosok seorang ayah yang baik?
Wanita dhirkan dengan sifat keibuan, banyak wanita yang tidak peduli seberapa rapuhnya dia
sebelumnya, sma mereka sudah menjadi seorang ibu, mereka akan segera menjnkan perannya,
yaitu peran menjadi seorang ibu.
Tapi pria, sangat sedikit yang dapat mkukannya…..
“Berhasil?”
Danny mengambil bir dan berjn mendekati Billy, matanya menuju ke atas panggung, dan tersenyum
sinis.
“Kali ini aku bersungguh-sungguh.”
Billy menatap Tracy dengan penuh obsesi, “Dia adh perpaduan antara keanggunan dan keseksian,
dia bisa menjadi mikat dan bisa menjadi iblis, seorang wanita yang cocok dengan keduanya adh
yang terbaik di dunia, dan membuatku terpesona.”
“Ckckck.” Danny mengh napas, “Aku jarang sekali melihatmu begitu bersemangat.”
“Tentu saja, aku bahkan sudah menyiapkan cincinya.” Billy mengeluarkan cincin berlian dari sakunya.
“Kamu berencana untuk mmarnya? Tidak mau memikirkannya kembali?” Danny menepuk-nepuk
pundaknya, “Ibumu mungkin tidak akan menyetujuinya.”
“Orang yang sudah dipilih dm sekali lihat, harus digenggam dengan kuat, supaya waktu mm
tidak sering memimpikannya!”
Billy menatap Tracy dengan kelembutan di matanya.
“Tuan Billy–” pada saat ini, beberapa wanita selebriti inte yang seksi dan mempesona datang
mengelilinginya, “Kami mencarimu kemana-mana, rupanya kamu di sini.”
“Bkangan ini, kenapa kamu tidak datang ke Bar Kaisar? Kami setiap mm menunggumu di sana.”
“Benar, pindah tempat, tapi tidak mengatakan sepatah katapun–”
Pada saat berbicara, beberapa wanita sudah duduk di sebh Billy, tubuh seksi mereka menempel
kepadanya, dan beberapa bahkan membungkuk untuk menciumnya.
“Pergi!” Billy memarahinya dengan gk.
“Kamu belum pernah mempekukan kami seperti ini sebelumnya–”
Dua orang wanita memeluk lengannya dengan erat, satu di kiri dan satu di kanan, yanginngsung
duduk di pangkuannya, melingkarkan lengannya di lehernya dan menawarkan ciuman hangat…
Di atas panggung, Tracy mengerutkan kening menlihat adegan ini, seketika musik piano hng satu
ketukan…