Chapter 143
Bab 143
“Bukan…” Mata Billy berkedip dan dengan cepat menemukan san, “Nomor telepon itu sudah tidak
kupakai, sekarang ganti nomor, simpah nomorku.”
Seth bicara dan membuka kode pengaman ponselnya, dia menyerahkannya kepada Tracy…
“Kenapa ganti nomor?” Tanya Tracy, tetapi dengan sangat cepat terpikir penyebabnya, “Nomor yang
dulu banyak nomor wanita, kan?”
“Aku dulu memang yboy, tapi aku tidak akan mkukannyagi.” Billy berjanji, “Kk aku hanya
akan memikirkanmu!”
“Aku tidak percaya.” Tracy tersenyum dingin.
“Aku bersumpah!” Billy mengangkat tangannya bersumpah, “Jika aku berhubungangi dengan wanita
lain, maka aku akan impoten!”
“Eh!” Melihat tampangnya yang tulus, Tracy pun tidak perhitungangi, menyimpan nomor barunya.
Saat akan menulis namanya, dia berpikir, sebaiknya diberi nama apa, ya?
Saat melihat keraguannya, Billy tersenyum nakal: “Tulis saja ‘Ayah anak-anak”.
Tracy gemetaran dan memandangnya dengan dm: “Kamu suka anak-anak?”
“Asalkan kamu yang mhirkannya untukku, aku pasti akan menyukainya.” Billy memegang
tangannya dan dengan sikap mencurigakan bertanya, “Bagaimana jika mm ini tidak usah png?”
“Jangan sembarangan!” Tracy menarik tangannya, hatinya resah, “Ada ada urusan!”
“Oh, ku besok, besok kita…”
“Berkendarah dengan baik.”
Hati Tracy mengkhawatirkan sakit Ca, sungguh tidak berkeinginan menggoda Billy.
Namun, dia bukan gigolo, juga menyukai anak-anak. Dua hal ini sungguh membuatnya tersentuh!
Sin itu, hari ini anak-anak diganggu, mereka terus berkata ingin punya ayah, hati Tracy sangat
sedih. Ini juga pertama kalinya Tracy mempertimbangkan hal ini dengan sungguh-sungguh, apakah
harus memperkenalkan anak-anak dengan ayahnya…
Saat mobil sampai di depan gang kecil, Tracy berkata pada Billy: “Sudah, berhenti di sini saja, aku
masuk sendiri.”
“Aku antar kamu.” Billy siap-siap melepas sabuk pengamannya.
“Tidak perlu.” Tracy mendorong pintu mobil danri ke arah gang kecil…
Billy memperhatikan Tracy pergi, kemudian dia berkendara pergi.
Baru saja mobilnya putar balik, dia menyadari bahwa tas Tracy ketinggn,lu dia memberhentikan
mobilnya di tepi jn, bersiap menelepon Tracy.
Di saat itu, tiba-tiba dia melihat Tracy menggendong seorang anak perempuan dari gang, di
bkangnya diikuti seorang bibi yang gemuk.
Mereka bertiga naik taksi online dan mju pergi dari sisi yangin…
Content from N?velDr(a)ma.Org.
Billy tercengang, melihat ke arah perginya taksi online itu, dia sangat bingung.
Dengan sedikit ragu, dia membuka tas Tracy. Di dmnya, dia melihat sebuah dompet hitam. Saat
membuka dompetnya, di dmya ada selembar foto keluarga…
Di dm foto, Tracy dan bibi yang gemuk itu duduk berdampingan, keduanya memeluk 3 anak, dan
seekor burung beo berbulu hijau berdiri di atas kep Tracy, sekeluarga 6 orang tersenyum cerah,
bahagia dan hangat!
Pandangan Billy menjadi sangat serius, sepertinya dia menyadari sesuatu, ada sebuah tebakan yang
hebat, tetapi dia juga tidak yakin…
Saat itu, ponsel berdering. Saat melihat panggn masuk, dia segera menjawabnya: “Halo, Kakak!”
“Kamu mengendarai mobilkugi?” Daniel bertanya tanpa basa-basi.
“Aku pinjam.” Kata Billy dengan tersenyum lebar, “Mobilku ada di Negeri ng, belum dikirim ke sini…”
“Mobilin boleh kamu pakai sesukamu, mobil ini tidak boleh.” Daniel sangat marah, “Cepat kembali!”
“Baik, baik, baik, aku kembalikan.” Billy tidak berani membuatnya marah, “Tenang, tenang!”
Seth teleponnya ditutup, Billy menelepon Danny: “Bar belum tutup, kan?”
“Belum, setengah jamgi.”
“Tunggu aku sebentar, aku antar barang ke sana.”
Billy berkendara ke Bar Downtown, menyerahkan tas Tracy pada Danny, “Bng padanya, tasnya
ketinggn di sini, jangan sampai dia tahu bahwa aku yang mengantarnya ke sini.”
“Paham!”