Chapter 121
Bab 121
“Kamu mau bagaimana?” Tracy melihatnya sambil mengerutkan kening. “Paling tidak, aku hanya perlu
mengembalikan uangmu, kan. Sebelumnya, total uang yang kamu berikan sekitar 200 juta lebih… Aku
kembalikan semuanya padamu!”
“Cukup mengembalikan uang saja? Bagaimana dengan diriku?” Daniel berjn mendekatinya secara
pehan, tatapannya sangat dingin. “Kamu memukulku seenaknya, memakiku seenaknya, meniduriku
seenaknya. Lalu, seth meniduriku,ngsung putus hubungan begitu saja?”
“Kamu jangan macam-macam ya!” Tracy mundur dengan panik, “Jika kamu menyentuhkugi, aku
akanpor polisi!”.
“Seharusnya aku yangpor polisi.” Daniel berkata dengan nada suara yang dingin, “Siapa pun yang
melihat video kemarin mm, pasti akan percaya bahwa akuh korbannya!”
N?velDrama.Org: owner of this content.
“Dasar bajingan!” Tracy sangat murka, “Kamu sengaja merekamnya untuk mengancamku?”
“….” Daniel kehabisan kata-kata menghadapi jn pikirannya itu. “Menurutmu apa yang bisa
kudapatkan dengan mengancammu?”
“Kamu…” Tracy tidak bisa berkata-kata, sepertinya perkataan ini benar juga. Pria ini sudah
mendapatkan tubuhnya. Jika mau mengincar hartanya, siapa pun tahu bahwa dia miskin, tidak ada
uang yang bisa diperas.
“Ding dong…”
Pada saat ini, di luar terdengar suara bel pintu, membuat Tracy sangat terkejut.
Daniel berjn mendekat untuk membuka pintu, tetapi Tracy mengira Daniel ingin menyentuh dirinya,
maka diangsung mundur dengan panik ke sudut ruangan.
Sebh tangan Daniel menekan kep Tracy, tidak membiarkannya kabur, sedangkan tangannya
yangin membuka pintu kamar.
“Tuan…” Dokter wanita yang ada di depan pintu hampir memanggilnya dengan sebutan “Tuan Daniel”.
Saat melihat isyarat yang Daniel berikan mlui tatapannya, dokter wanita itu pun sibuk mengubah
perkataannya, “Halo, Pak. Saya adh dokter pribadi yang dipanggil oleh manajer hotel.”
“Masuh.” Daviel menunjuk ke arah Tracy,lu berkata, “Coba kamu periksa dan tangani luka di leher
dan bahu kirinya.”
“Baik.” Kelihatannya dokter wanita itu berusia 40 tahunan. Dia memakai jubah dokter, membawa kotak
obat, dan sikapnya penuh hormat.
“Ada apa ini?”
Tracy yang masih kebingungan sudahngsung di dorong ke sofa oleh Daniel. “Duduk dengan tenang.
Seth dokter menangani lukamu, aku akan mengantarmu png.”
Mendengar perkataannya, Tracyngsung duduk dengan patuh.
Dokter wanita itu berjongkok dintai dan menangani luka Tracy, sambil mengoleskan obat dan
membalut lukanya. “Nona Tracy, luka Anda sedikit meradang.
Sekarang saya berikan penanganan pertama dahulu. Hari ini Anda minum obat radang, jika besok pagi
lukanya memburuk, Anda harus ke rumah sakit.”
“Mengerti, terima kasih.” Tracy mengangguk sambil berterima kasih.
Dokter wanita itu meninggalkan beberapa obat radang, memberi hormat kepada Daniel,lu pergi dari
sana.
“Aneh, mengapa sikapnya padamu begitu hormat?” Tracy merasa bingung
“Jika memberikan uang, siapa pun adh tuan besar.” Daniel memakai baju di depannya.
“Apa yang kamukukan? Tidak bisakah lebih sensitif? Tracy berbalik badan dengan panik.
“Bajumu ada di lemari, ambih sendiri.” Daniel mengingatkan, “Tapi jika kamu ingin png dengan
memakai jubah mandi hotel, itu juga boleh.”
Tracy memelototinya,lu mengambil baju di lemari dan menggantinya di dm kamar mandi.
Baju terusan berwarna putih yang sangat nyaman, serta sebuah pakaian dm baru yang sudah
disterilkan. Saat dia coba memakainya, tidak disangka sangat pas dengan tubuhnya, seh-h
pakaian itu memang dibuat khusus sesuai ukurannya.
Pakaian ini sangat nyaman saat dikenakan, juga membuatnya sangat leluasa.
“Sudah selesai?” Daniel yang ada di depan pintu bertanya.
“Sudah.” Tracy membuka pintu dan keluar. “Pakaian ini milik siapa? Sangat pas di tubuhku. Sin itu,
bahannya sangat nyaman dan lembut.”
“Omong kosong, tentu saja aku membelinya untukmu!”
TU!
Daniel mengelus rambut Tracy yang masih basah, membawanya untuk duduk di depan meja rias,lu
mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut.
Tracy duduk dengan patuh. Melihat dirinya yang ada di cermin,lu melihat pria yang ada di
bkangnya, sebuah kehangatan pun mengalir di dm hatinya.
Sebenarnya, jika berpikir dari sudut pandangin, gigolo ini juga cukup baik…
Patuh membayar utang kepadanya. Setiap kali dirinya menghadapi mash, dia slu datang kapan
pun dibutuhkan. Saat tahu bahwa kondisi lukanya memburuk, dia diam-diam memanggil dokter
untuknya, bahkan pakaian ganti pun sudah disiapkan…
Jika dia tidak bekerja sebagai gigolo, mungkin sekeluarga berkumpul bersama juga merupakan pilihan
yang bagus.