Chapter 70
Bab 70
“Anak bodoh, aku ingin membantumu mmpiaskan amarah.” Beatrice menarik Alice dan berbisik,
“Kamu akhirnya menikah dengan Stanley dan mhirkan seorang putra dengannya. Bagaiman bisa
membiarkan orangin merusak kebahagiaan yang diperoleh dengan susah payah ini?”
“Mama, maksudmu adh…”
“Mm ini aku akan membuat Tracy menerima kenyataan pahit ini,lu mundur.” Beatrice mencibir,
“Tunggu saja dan tonton pertunjukannya!”
.
“Aku tahu mamaku sangat mencintaiku.” Alice memeluk Beatrice kemudian menciumnya, “Ma, tahu
tidak sejak Tracy kembali, Stanley bersikap sangat dingin kepadaku, aku sangat khawatir…”
“Nanti jangan bahas mash ini, jika tidak, ini akan merusak hubunganmu dengan Stanley.” Beatrice
menepuk tangan Alice dan mendesak, “Kamu harus menjadi istri yang perhatian dan biarkan mama
yang bereskan sisanya.”
“Iya iya.” Alice mengangguk terus-menerus, “Aku mengerti!”
“Ayo masuk, Christian mana?”
“Tertidur di dm mobil.”
Ketika Deni mengantar Tracy ke dm v, semua orang menatapnya.
Beberapa paman dan bibi seks mengenali Tracy, pandangan mereka terhadapnya berbeda beda,
masing-masing memiliki pemikiran sendiri, dan beberapa orang berbisik …
“Kenapa dia ada di sini?”
“Dulu dia mkukan hal-hal konyol yang membuat ayahnya marah. Sekarang dia masih berani
menunjukkan wajahnya? Ku aku pasti akan bersembunyi di tempat yang jauh.”
“Ssst, berhenti bicara!”
“Kenapa aku tidak boleh bicara? Dia sudah mkukannya, kenapa aku tidak boleh mengatakannya?”
00000
“Tracy!” Frank menyambutnya dengan antusias, “Akhirnya aku bisa melihatmu, aku mencarimu sina
ini. Bagaimana kabarmu?”
Suaranya terdengar begitu tulus, benar-benar tampak seperti kerabat yang peduli pada generasi lebih
muda.
“Aku baik-baik saja, terima kasih paman.”
Tracy menatapnya sambil tersenyum, benar-benar ingin melihat hati orang yang sebenarnya.
Beberapa tahunlu ketika Frank berada di sisi ayahnya, dia memberikan kesan jujur, setia, tidak
inisiatif, dan slu dipimpin oleh istrinya.
Oleh karena itu, dia tidak mampu mkukan hal yang besar, hanya bisa menjadi pengikut James, tapi
dia mkukannya sepenuh hati.
Hanya saja Tracy tidak mengerti kenapa seth insiden ayahnya, mereka bersembunyi dan
menghindarinya, bahkan tidak menghadiri pemakaman? Kemudian hng kontak.
“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu duduk di kursi roda?” Frank bertanya dengan prihatin,
“Apakah kamu terluka?”,N?velDrama.Org: owner of this content.
“Ya.” Tracy mengangguk, “Hanya cedera ringan, tidak parah.”
“Jika aku tahu kamu terluka, pasti akan kujemput …” Frank tampak bersh, “Kamu sekarang tinggal
di mana? Tinggal di sini saja, aku dan bibimu akan merawatmu.”
“Ya!” terdengar suara bergema Beatrice, “Aku th meminta pembantu untuk membersihkan kamar
tamu. Kamu dan anak-anakmu bisa pindah kapan saja. Pamanmu dan aku akan membantumu
pindah.”
“Anak, anak apa?” Frank tampak tidak tahu mengenai anak itu.
Orang-orang di sekitar juga terblak karena terkejut mendengar percakapan ini.
“Astaga, aku lupa.” Beatrice menepuk kepnya dan berkata dengan marah, “Suamiku, aku lupa
memberitahumu bahwa Tracy sekarang memiliki tiga…”
“Bibi!”
“Mama!”
Tracy dan Stanley meny pada saat yang bersamaan.
Keduanya saling bertatapan dengan tatapan yang kacau.
“Stanley …” Alice segera berjn mendekat dan meraih lengan Stanley, bersandar padanya dengan
erat, “Christian tertidur, tolong bawa ke atas.”
Stanley melirik Tracy kemudian berkata kepada Beatrice, “Ma, ikut aku, kebetn ada yang ingin
kubicarakan.”
“Biar ayahmu saja yang menemanimu.” Beatrice segera mengedipkan mata pada Frank.
Frank sangat patuh kepada istrinya kemudian segera menarik Stanley: “Stanley, aku akan
menemanimu.”
Meskipun Stanley sedikit tidak berdaya, dia mau tidak mau pergi meninggalkannya.
“Astaga, kenapa diam saja?” Beatrice mi menyapa, “Jangan sungkan, mari duduk. Alice kamu
jangan berdiri saja, cepat dorong kursi roda kakakmu.”
“Oh.”