Chapter 65
Bab 65
Tracy masih sibuk dengan pikirannya ketika Daniel sudah meninggalkan kamarnya…
Tracy jatuh tak berdaya di atas ranjang dan berkata dm hatinya ia harus merawat lukanya dengan
baik, seth sembuh, ia dapat mkukan apapun dengan mudah.
Daniel kembali ke kamarnya, mengingat Tracy barusan yang ketakutan sampai gemetar membuatnya
tersenyum manis.
Perempuan itu, bodoh, dan sangat imut!
Mm itu, Tracy tidak bisa tidur, bukan karena sakit pada lukanya, tapi otaknya yang tidak berhenti
berpikir.
Sesekali memikirkan chip itu, sesekali memikirkan punggungnya Daniel...
Meskipun kedua hal itu tidak ada kaitannya, namun cukup mengganggu pikirannya.
Keesokan paginya, ponsel Tracy berbunyi, ketiga anaknya menelepon. Tracy mengangkat teleponnya,
mengatakan beberapa kalimat untuk menghibur ketiga anaknya, kemudian mencari san untuk
menutup teleponnya.
Dia tidak ingin orangin tahu keberadaan ketiga anaknya. Bisnis keluarga Tracy begitu besar dan
banyak sekali musuh. Begitu berita ini menyebar, musuh–musuhnya akan menggunakan berita ini
untuk mempersulitnya dan keluarganya...
Lily membawa perawat masuk ke kamar untuk mengganti perban Tracy, saat pintu kamar terbuka,
terlihat Daniel yang kebetn berjn melewati pintu.
Setn jas hitam yang dikenakan memperkuat kepribadiannya yang misterius, postur tubuhnya yang
tinggi dan tegap terlihat lebih arogan di bawah sinar matahari pagi.
Dia menelepon sambil berjn, saat melewati pintu kamar Tracy, ia melirik ke dm kamar.
Tatapan mata mereka bertemu, Daniel tenang dan percaya diri, sedangkan Tracy sangat gugup.
Pada akhirnya, Daniel mengalihkan pandangannya dan pergi dengan tergesa–gesa. Namun sorotan
mata Tracy terus mengikuti punggungnya, ia ingin mencari tahu apakah Daniel adh orang itu....
Meskipun punggung mereka sama, namun Tracy tetap tidak dapat menyamakan Daniel dengan gigolo
yang setiap hari myani wanita kaya.
“Nona Tracy, sekarang aku akan mengganti perbanmu, mungkin akan sedikit sakit, mohon ditahan.”
Lily berkata dengan lembut.
“Um, baik.”
Tadinya Tracy tidak telu menganggap serius perkataan Lily, namun ketika Lily mi membuka
perban di lehernya, diangsung berteriak kesakitan, “Ah–Sakit, sakit, sakit––”
Daniel yang sedang berjn di atas tangga mendengar teriakan Tracy, menghentikanngkahnya dan
menolehkan kepnya, “Lakukan dengan pn!!”
“Baik, Tuan Daniel.” pyan yang menunggu di pintu bergegas masuk untuk mpor.
Lily dan Tracy mendengar suara Daniel, Lily buru–buru minta maaf, “Maaf Nona Tracy, apakah kami
menyakitimu?”
“Tidak apa–apa...”
Perasaan hangat bergejk di hati Tracy, sekaligi membenarkan pemikirannya tentang: bos naksir
padanya!
Tracy slu memiliki impian yang indah, yaitu bisa makan sepuasnya sampai mati, tidak perlu
bersusah payah mendapatkan uang.
Ia mengira ia harus menunggu sampai tua, seth ketiga anaknya besar dan sukses, ia baru bisa
mewujudkan impian ini, tidak disangka sekarang sudah terwujud.
Dua pyan, dua perawat dan satu dokter merawatnya, buka mulut makanan masuk, tangan terulur
pakaian masuk, tidak tergambarkan betapa bahagianya dia.
Sin itu, pyan keluarga Daniel tetih dengan baik, sangat pandai membaca kata-kata.
Tracy melihat jend danngitngit, dan mengh napas, “Sinar matahari begitu indah!”
Ccontent ? exclusive by N?/vel(D)ra/ma.Org.
Para pyanngsung membopongnya duduk di kursi roda dan membawanya menikmati matahari di
taman bunga.
Saat keluar dari kamar, Tracy baru bisa benar–benar melihat kemewahan rumah ini.
Meskipun desainnya sederhana, namun sangat sempurna, seluruh desain rumah ini didominasi oleh
warna putih.
Setiap perabot dan dekorasi di rumah ini adh edisi terbatas yang dirancang oleh desainer terkenal.
Lukisan-lukisan yang tergantung di dinding dan vas-vas di seluruh sudut ruangan semua berni tinggi.
Ayah Tracy dulunya adh orang terkaya di Kota Bunaken, sebagai putri yang tehir di keluarga
kaya, ia sudah terbiasa melihat barang–barang bagus dan mahal.
Namun rumah Daniel, seratus kali lipat lebih mewah daripada apa pun yang pernah dilihatnya.
Saat Tracy berjn keluar dari rumahnya, ia melihat taman bunga dan hman rumput yang sama
megahnya dengan taman kerajaan, ia terkejut dengan kekayaan Daniel.
<p tiba-tiba teringat kata-kata Stanley, “Sepertinya kamu sama sekali tidak tahu kekuatan Presdir