Bab 2853
Rumah Eric tidak jauh dari rumah Foster, dan La bisa kembali kapan pun dia mau.
Elliot melihat barang-barang tahun baru yang th dibeli oleh istri dan putrinya sepanjang sore, dan
mendesah melihat daya beli mereka.
Mereka membeli lebih banyak barang Tahun Baru tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Mereka membeli banyak bunga dan tanaman hijau yang sudah dikirim ke rumah Eric.
Mereka juga membelimpion besar,mpion kecil, dan berbagaimpu berwarna yang tak terhitung
juhnya.
Tidak hanya itu, mereka juga membeli banyak balon dan pompa warna-warni.
Elliot melihat benda-benda kecil yang berwarna-warni ini dan bertanya, “Di mana kamu akan
menggantungkan balon-balon itu?”
Avery: “Ruang tamu! Saat waktunya tiba, background wall akan dipenuhi dengan balon-balon yang
membentuk tulisan Happy New Year. Betapa meriahnya!”
Elliot mengangguk: “Ini memang sebuah perayaan. Apakah Anda memerlukan bantuan saya untuk
memompa balon?”
If Elliot kept himself busy, he wouldn’tpunya waktu untuk khawatir La and Eric getting married.
“Yes! Not only can you help cheer up, but youjuga bisa membantu hang thenterns on the potted
nts.” Avery arranged work for him.
“Hmm. You must kan? Istirahat." Elliot mengambil pompa dan mi the balloon.
“I’m berbnja dengan putri saya. Putri saya sangat pandai menawar. But after being with you, I
gradually lost this skill.” Averyined, “I’ll take you with me next time we go shopping.”
“Yes.” Elliot also wantedke see how Hazel bargained.
Hazel had changed a lot since shekembali ke Foster’s house in summer until now.
When Hazel first Foster, dia js was timidity in her eyes. Now she was cheerful and confident.
“Mom and Dad, look!” Hazel hung a string of colored lights on a green Tiba-tiba, pohon berdaun hijau itu
bersinar would glow.
“It’s so beautiful.” Avery walked to her daughter, yang dihias,nterns left!”
Content provided by N?velDrama.Org.
dipangan." Hazel sudah memikirkannya di dm hatinya, “Aku akan membawa mereka ke hman
dan menggantungnya
di luar. Aku akan mendapatkannya seth
saudara kembali dari pekerjaan!” Hazel merasakan api di hatinya,
dia bersikeras pergi ke hman, Avery membawa
mantelnya dan pergi ke
dan putrinya pacaran, Elliot
baru lewat jam lima, dan
ini
Sebelum Hazel kembali, meski La dan Robert ada di rumah, suasananya tidak begitu hidup.
Hazel sekarang sangat antusias dengan rumah ini, tidak peduli di sudut tertentu rumah atau di hman
yang luas.
“Bu, sepertinya hujan ringan. Kembali ke rumah.” Seth Hazel keluar dengan sekantong lentera, dia
merasakan hujan menerpa wajahnya.
Tidak banyak hujan, jadi dia berencana untuk mendandani lentera sebelum kembali ke rumah.
Avery mengenakan mantel dan tudung untuknya, dan berkata, "Aku akan pergi ke rumah untuk
mengambil payung."
Avery sudah melihat tekad Hazel untuk tidak kembali ke rumah sampai dia menyelesaikan
pekerjaannya.
Pukul setengah enam sore, Robert png.
Melihat lentera yang berkuan di hman dan lentera merah di bawah atap v, Robert pernah
bertanya-tanya apakah dia sh masuk rumah.
“Apakah keluarga kita merayakan tahun baru lebih awal? Perusahaan kami belum libur!” Robert
bergumam dengan suara rendah dan menghentikan mobil. Seth keluar dari mobil, dia berjn
beberapangkah ke pintu v untuk mengganti sepatunya.
Alhasil, ruang tamu pun terlihat penuh dengan balon.
"Ah! Adikku mempostingnya di Moments!” Hazel tiba-tiba mengusap Momen kakaknya, dan berteriak
keras.