Bab 2821
Ketika Matanya Terbuka Bab 2821–
Robert bertanya: “Mana yang lebih enak? Stasiun TV atau kafetaria perusahaan Ayah?”
“Ini sama enaknya. Tidak hanya enak, tapi juga murah.” Hazel makan total lebih dari $10 pada siang hari
ini. Tentu saja, kartu makan ith yang digesek Hector.
“Perusahaan seperti ini disubsidi oleh kantin, ku tidak siapa yang akan berbisnis merugi. Ini setara
dengan tunjangan bagi karyawan! Ku tidak, makan di luar sendiri sangat mahal.” Robert berkata,
"Bagaimana dengan siaran percobaan Anda hari ini?"
“Itu berjn dengan baik. Ini lebih mudah dari yang saya bayangkan.” Hazel mengeluarkan kontraknya
dari tasnya, “Aku sudah menandatangani kontraknya. Mi sekarang, saya akan menjadi jangkar
magang! Kakak udah makan? Biarkan aku mentraktirmu makan mm!”
“Hahaha, oke! Tapi di mm hari! Orang tua sedang menunggumu untuk kembali makan di rumah
sekarang!” Robert bercanda, “Kamu mkukan siaran percobaan hari ini. Ayah sangat gugup dan tidak
pergi ke perusahaan dan tinggal di rumah sepanjang waktu, menunggumu kembali. Tapi kamu tidak
pernah kembali, jadi dia memintaku untuk menjemputmu.”
"Ayah memintamu untuk menjemputku?" Hazel sedikit terkejut.
Hazel: "Ya!"
"Bukankah Guru Joly mengirimkan video uji coba saya ke Ayah?" Hazel menykan teleponnya dan
menemukan video yang dikirim Guru Joly padanya.
“No! I didn’t see your trial video when menepi untuk melihat saudara trial video.
Content provided by N?velDrama.Org.
After Hazel sent the video to thekelompok keluarga, dia menyerahkan phone to Hazel.
Robert took Hazel, mengklik videonya, dan on watching it.
Ten minutester, Robert pada Hazel: “Adik perempuan, kamu terlihat sangat profesional. Anda
menyiarkan dengan sangat baik. Kamu tidak hanya cantik, tapi kamu menyiarkan dengan sangat baik…
are amazing!”
Hazel blushed pujian Robert yang berlebihan: “Kakak, saya menonton siaran very well. The students
who can enter the TV station for internship are very good.”
“Are others good or not? I can’t hebat. Robert mengembalikan telepon ke Hazel, towards home.
Keluarga angkat.
Elliot and Avery menonton video group.
After watching the video, thedua memandang each other with a tacit understanding.
“Our daughter looks like that.”Elliot sangat terkejut oleh Hazel’s performance.
“What does it mean to be quite like that? Our daughter is now a fully qualified host.” Avery was setengah
tahun baginya untuk mencapai she is really amazing. “
Elliot seperti kamu, dia and she can understand a little bit.”
Avery was delighted to hear Elliot’s words, but kerja keras putriku sendiri. Sayang sekali dia really want
to watch it live.”
“Since our tidak akan membiarkan kami, kami tidak akan listened to Avery as well as Hazel.
"Ya." Avery menanggapi dan memikirkan La, “La tidak telu bersemangat di grup, dan saya tidak
tahu apa yang diakukan sekarang. Seth dia pindah ke sana, dia tidak mengirimi saya pesan apa
pun.”
“Dia pasti ada di perusahaan sekarang, kan? Bagaimana ku aku meneleponnya?” Elliot sangat ingin
tahu apakah La sudah terbiasa dengan kehidupannya seth dia pindah ke rumah Eric.
“Lalu kamu menelepon! Jangan telungsung.” Avery sedikit mengernyit.
Seth Elliot menjawab, dia menghubungi nomor La.
La dengan cepat menjawab telepon, "Ayah."
"Nah, ibumu ingin mengobrol denganmu." Elliot menykan telepon pengeras suara.
“Ibu ingin mengobrol denganku mengapa ibu tidak meneleponku?” La tertawa, “Ibu merindukanku?”
"Seth kamu pindah, apakah kamu masih terbiasa?" Avery berjn ke sisi Elliot, melihat ke telepon
dan bertanya.
“Itu bukan sesuatu yang biasa sayakukan. Bukannya aku belum pernah ke rumahnya… ”La tertawa
terbahak-bahak, “Bu, Ayah, jangan dipikirkan!”