AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Saat Matanya Terbuka > Bab 2714

Bab 2714

    Bab 2714


    Bab 2714


    "Bos! Gunung macam apa yang kamu daki srut ini…Aku akan membawamu kembali untuk


    beristirahat! Jadh baik!” Asisten itu menggandeng lengan La dan ingin membawanya ke hotel.


    Tapi La bergerak cepat menyingkir.


    Dia minum anggur, dan sekarang dia sangat energik.


    Sang asisten belum pernah melihat La seperti ini.


    Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org


    Biasanya La identik dengan kepintaran dan keanggunan hatinya, namun kini La th berubah dari


    seorang peri menjadi sosok manusia nyata yang bisa disentuh.


    Dia masih manis, tapi sedikit berlebihan.


    Asisten itu terengah-engah karena kelhan, dan berdiri untuk melihat La memutar nomor. Dia tidak


    tahu siapa yang dipanggil La.


    Asisten ragu-ragu, dan seth La selesai menelepon, dia hanya meminta pengawal untuk


    membawanya kembali ke hotel.


    Ku tidak, La nanti akan menjadi g dan bersikeras mendaki gunung, apa yang harus diakukan?


    Although she was the tidak mungkin asisten her do such a dangerous thing.


    If something happened to her, theMengasuh family would definitely hold her ountable.


    After thetelepon berdering sma a while, it was connected.


    Eric’s voice camedari telepon: “Hello, are you still in Bregon?”


    La: Aku punya sesuatu untuk memberitahu Anda ... Anda dapat it face to face… Climb the snow


    mountain while talking.”


    La spoke intermittently,dan cegukan the middle.


    Eric heard thatLa tone was abnormal.


    Eric:“La, sudah you been drinking?”


    “I drank a little… really just a little… I can drink well… I’m not drunk.” La said, a gust of cold wind yang


    merah, dia assistant and hugged the assistant, “Are youing… If you don’te… “


    La’s mind was a little fuzzy at dia tidak tahu di she was.


    itu


    asisten mengambil ponselnya, melihat nama Eric ditampilkan diyar, danngsung berkata dengan


    hati-hati: “Hai Pak Eric, saya asisten Presiden kita


    lega ketika


    cangkir ... siapa yang tahu anggur ini akan memiliki aftertaste yang begitu kuat. Asisten mengeluh, “Saya


    akan meminta pengawal untuk membawanya ke hotel. Dia th menyeretku keluar


    hotel adh


    nama hotel: “Eric, apakah kamu benar-benar menginginkannya


    Eric ragu-ragu.


    La mendengar kata-kata asistennya, dan menjawab: “Ayo! Minta dia untuk datang! Saya memiliki


    sesuatu untuk dikatakan kepadanya… Saya harus menjskannya secarangsung… Saya tidak dapat


    menjskannya mlui telepon.”


    Asisten memegang ponsel La di satu tangan dan menopang La di tanganinnya.


    Berat badan La tidak bertumpu pada asisten, dan asisten merasa dia sedikit mabuk, tetapi tidak


    sepenuhnya mabuk dan tidak sadarkan diri.


    Bagaimana jika La benar-benar ingin memberi tahu Eric secarangsung?


    Jadi asisten itu menyampaikan kepada Eric: "Bos saya ingin memberi tahu Anda sesuatu. Apakah Anda


    punya waktu untuk datang ... Kami selesai membicarakan kerja sama hari ini, dan bos saya berencana


    untuk bermain di sini sma beberapa hari libur."


    Eric: "Baih, aku akan pergi ke sana! Bawa dia kembali ke hotel untuk beristirahat dengan cepat."


    "Oke." Asisten menutup telepon, memasukkan ponselnya ke dm tas, dan kemudian menyuruh


    pengawal untuk membawa La kembali ke hotel.


    Keesokan harinya, jam sembn pagi.


    La terbangun dengan sakit kep yang membh, bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar


    mandi.


    Sepuluh menit kemudian, dia mencuci muka dan keluar.


    Asisten mengkhawatirkannya tadi mm, jadi dia tidur di sofa di ruang tamu kecil di luar kamar tidurnya.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul