Bab 2616
Bab 2616
Lilly menatap ibunya dengan heran: "Bu, bisakah Ayah mengedit gambar?"
Tentu saja Shea tidak tahu Wesley bisa mengedit gambar, tapi Shea harus berbicara untuk Wesley:
“Ayahmu bisa mkukan segnya. Bahkan jika dia tidak bisa, dia akan segera mempjarinya.”
Lilly mengangguk: “Sepertinya itu benar. Ayah benar-benar baik. Hanya saja, saya juga bisa mengedit
gambar, saya bisa mkukan hal-hal kecil semacam ini sendiri, dan ayah saya harus pergi bekerja,
sangat sibuk… ”
“Lilly, karena ayahmu ingin membantumu mengedit gambar, biarkan dia mkukannya untukmu. Ayo
berfoto! Temanmu ada di sini, kamu harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan temanmu.” Pada
titik ini, Shea menatap Siena dengan lembut, “Sudahrut, kamu juga harus lh? Mandi dan
istirahah!”
Lilly segera menggiring Siena kembali ke kamar.
Maria beri menuju ruang kerja, ingin melihat ayahnya memperbaiki foto-foto itu.
Wesley sudah membuka notebook dan mentransfer foto dari kamera ke komputer.
Shea juga mengikuti penelitian.
Ibu dan putrinya berdiri di samping Wesley, dengan hati-hati melihat foto-foto diyar komputer.
“Ini tembakan yang indah! Maria, apakah kamu mengambil semua fotonya?” Shea bertanya.
The sudden sounddari Shea startled Wesley.
Wesley was too absorbed menontonyar sekarang, dan that their mother and daughter came in.
“Why don’t you go to rest? pinggang Shea leading them out of the study.
“Dad,bagaimana dengan foto-fotonya I took?” Maria asked.
“It’s a good shot. Dad doesn’t think it needs to be repaired!” Wesley boasted, “Maria, dengan baik.
Adikmu dan Siena jarang bertemu. Sangat menyenangkan bahwa Anda dapat membantu to
commemorate “
“This is what I should do! mengajak Siena melihat matahari terbit besok. get up tomorrow morning.”
Maria muttered.
“Get up if you can. It’s okay if bangun.” Wesley berkata, “Jika kamu tidak bisa take pictures for them.”
“Dad, you go, I’m going too.” Maria aku tidak bisa bangun, maka kamu all go to watch the sunrise and
don’t take me with you, I will be angry.”
Wesly: “…”
After keluar dari ruang kerja, returned to the chair and sat down again.
selusin foto
Content bel0ngs to N?vel(D)r/a/ma.Org.
di antaranya dibawa ke luar ruangan. Cahaya di mm hari tidak bagus, dan
berbnja tepat seth Siena memiliki rambutnya
menarik napas dm-dm,lu mengirim foto itu
……
Bridgedale.
Itu siang hari.
di mana setiap jengkal tanah itu mahal. Keluarganya sedang duduk di sofa
Hayden duduk di sisi sofa, memegang cangkir kopi, minum kopi dan membaca majh, dengan sikap
tidak ada hubungannya dengan dirinya sendiri.
Avery merasa Hayden semakin mirip dengan Elliot.
Ini bukan tentang penampn mereka, tetapi tentang perku dan temperamen mereka.
Ternyata ayah dan anak itu tidak cocok. Yang paling dibenci Hayden adh ayahnya, tapi
bagaimanapun, dia sekarang th menjadi pria seperti ayahnya.
Elliot duduk di sisiin, mengamati putranya yang gugup, Robert, dengan ekspresi bingung.
Robert berkata bahwa dia harus mengaku kepada mereka. Tapi seth dia mengatakan ingin mengaku,
seperempat jam th belu, dan dia masih belum mengucapkan sepatah kata pun yang berguna.
Avery tidak tahu obat apa yang dijual dibu Robert. Bosan menunggu, jadi dia mengambil pisang dari
mangkuk buah.
Saat kulitnya hendak dikupas, Elliot mengulurkan tangannya.
Avery memberinya pisang,lu menatap putra bungsunya: “Robert, bu, coba tebak apa yang ingin kamu
katakan. Apakah Anda akan mengatakan bahwa Anda mengetahui bahwa Anda tidak menyukai
perempuan, tetapi Anda menyukaikiki.
Wajah Robert memerah karena terkejut: “Bu, tidak! Saya normal. Saya sangat tertarik dengan
perempuan. Aku hanya belum bertemu dengan gadis yang sangat ingin kucintai. Sin itu, saya tidak
ingin berbicara dengan Anda tentang mash emosional, saya ingin berbicara tentang perkembangan
masa depan saya.”
"Apa perkembanganmu?" Avery bertanya, "Itu tidak emosional, itu berhasil?"