Bab 2413
Bab 2413
La: “Jangan ganggu aku! Aku belum menyelesaikan pekerjaan rumahku!”
Robert berdiri di samping kakaknya dengan ekspresi sedih, tidak berani bergerak atau berbicara omong
kosong.
La memandangi penampn Robert yang menyedihkan, seperti membujuk anak anjing, dan menepuk
kepnya: “Kakak belum menyelesaikan pekerjaan rumahnya! Pergi ke Ayah dan Ibu!”
“Keduanya pergi ke kamar untuk membicarakan berbagai hal, saya tidak tahu. Apa yang mereka
bicarakan, pintunya tertutup.” Robert mendengus, "Tidak ada yang mempermainkanku."
"Di mana Nenek Cooper?" tanya La.
“Saya tidak ingin bermain dengan Nenek Cooper. Aku ingin bermain denganmu, dengan Ibu dan Ayah.”
Robert mengatupkan mulutnya dan mengajukan permintaan.
“Sudah kubng aku tidak menyelesaikan pekerjaan rumahku. Jika saya bermain dengan Anda, dan
saya tidak berhasil dm ujian, maka saya tidak bisa keluar untuk bermain.” La sedikit khawatir.
How could Robertmengerti dia sister’s mood?
“If you can’t go denganku di rumah! Kakak, aku you the most!” Robert grabbed her sister’s hand and
pouted her coquettishly.
La’s love for Robert vanisheddm sebuah instant, and she was angry.
“Go away! If I can’t go out to y during Jika Anda terus berdebat dengan saya tentang pekerjaan
rumah saya, saya akan menghkan angry.
Robert ran out of her sister’s room dan pergi untuk door.
In the master bedroom, Elliot and Avery just took off their clothes, and mkukan apa startled by their
son’s cries and knocks on the door.
The faces of tak berdaya dan rumit muncul di eyes.
“Why menangis?” Saat Elliot mengatakan ini, dia sudah bangun put them on.
keras, dia pasti bertengkar dengan La.” Avery menarik selimut dan berbaring,
segera kesana.” Elliot memandang
dari matanya,
Pertama! Ini sangat berisik, bagaimana La mkukannya
Dan
"Ayah, apa yang kamu bicarakan dengan ibuku di kamar?" Mata Robert merah karena menangis, tetapi
sekarang dia sudah tenang dan pikirannya sangat jernih, "Apakah kamu sudah membicarakannya?"
Elliot memutar jakunnya dan mencoba untuk tenang dan menjawab: "Kita hampir selesai berbicara."
“Oh…lu kenapa ibuku tidak turun? Aku menangis sekencang-kencangnya sampai ibuku tidak datang
menjengukku…” kata Robert, mulutnya kembali mengkerut, seperti hendak menangisgi.
Elliot: “…”
“Ibumu pergi menemui kakakmu untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.” Elliot berbohong, “Adikmu
akan mengikuti ujian, dan ada banyak pekerjaan rumah sekarang. Saat kakakmu mengerjakan
pekerjaan rumah di masa depan, jangan bertengkar dengannya, oke?”
"Kamu bahkan tidak bermain denganku, dan kamu masih berpikir aku berisik, woohoo!" Robert
menggosok matanya dengan kedua tangan, belumgi betapa bershnya dia.
“Oke, jangan menangis, Ayah sedang bermain denganmu. Bukankah Ayah sedang
mempermainkanmu?” Elliot membawa putranya ke area mainan dan bermain dengannya dengan
mainan.
Kamar tidur utama.
Avery menunggu sebentar dan melihat Elliot tidak ada di sana, jadi dia membuka kotak surat ponselnya
untuk melihat rencana yang dikirim oleh wakil presiden.