Bab 1994
Bab 1994
Content bel0ngs to N?vel(D)r/a/ma.Org.
Pada saat yang sama, apartemen Norah.
Norah membawa bibinya ke kediamannya dan meminta ibunya, Madelyn Jones untuk membujuknya.
Madelyn meraih tangan saudara perempuannya, Laurel dan berkata, “Jangan sedih. Mengenai
pernikahan, Katalina belum pernah mendengar kabar dari saya atau ayahnya.”
“Bagaimana ini bisa dibandingkan? Katalina sangat baik! Bahkan jika Katalina sangat baik, kami tidak
akan mengkhawatirkannya sama sekali. Apgi keengganannya untuk menikah dengan suami yang
kami pilih untuknya, bahkan jika dia ingin mjang seumur hidupnya, kami tidak punya mash!”
Laurel berkata sedih, “Dia dan pengawal keluarga Foster itu tampak sangat licik. Anda tidak tahu
betapa kasar dan biadabnya pengawal itu! Dia tahu identitas saya dan berani mendorong saya ke
tanah di depan umum… Jika Katalina berani menikah dengannya, saya… saya tidak ingin hidupgi!”
“Bibi, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya dan pengawal itu. Mungkin tidak seserius yang kita
pikirkan.” Norah menatap bibi itu dengan sedih, dan mnjutkan, “Menurutku penglihatan Katalina
tidak telu rendah. Tapi saya benar-benar tidak tahu mengapa dia sangat ingin menyenangkan putri
Elliot.
“Kamu tidak mengerti. Tapi Tidak peduli bagaimana Anda melihatnya, dia bertekad untuk tidak
mendengarkan kami.” Laurel berkata dengan sakit kep, "Saya tidak bisa mengurus mash ini,
biarkan ayahnya yang mengurusnya!"
“How can my uncle take care of it? hal-hal seperti membiarkan Katalina membayar 10 juta, saya
khawatir paman saya akan maju, tetapi dia “I’ll go and talk to Katalina in a few days.”
“Norah, then it’s hard for you. I didn’t expect Katalina to be obedient all the time, but after diri. Now she
has the ability to make money by herself. She just doesn’t look at our faces anymore…The scheming is
too deep!” Laurel said, and she burst into tears.
“No matter how confused Laurel is, it’s impossible for Katalina tobersama the bodyguard. The
profession of bodyguard is so low!” Madelyn said.
“Katalina can be a teacher with that meager ie. Sister, do you really think that her current
status is qualified to dislike the Foster family’s bodyguard?” tidak mati, bagaimana saya berani
menghina pengawal keluarga Foster? Ada pepatah dog fights against people, and now the person who
supported the dog is dead, and the glory days of this bodyguard are over.”
“Auntie, how do you know that Elliot is dead?” Norah’swajah memucat, dan jejak concern shed in her
eyes.
Laurel was stunnedsejenak,lu melirik her sister with a guilty conscience.
bibimu tentang ini.” Madelyn sama sekali tidak bingung, “Tidak mash jika kita berbagi gosip di
antara saudari kita? Apa yang saya katakan pada bibimu,
mengatakan kepada saya, saya tidak
mi mencurigai saya, dan saya tidak ingin membuat mashgi.” Norah kesal, tapi tidak bisa
menunjukkannya, “Hari ini sudah sangatrut, Bibi
bibi ke dekat
memberitahumu, tidak ada yang tahu
Madelyn: "Bibimu adh milik kami ..."
Norah bertanya: “Ketika keluarga kami miskin, apakah bibi saya mempekukan kami seperti anaknya
sendiri? Apakah Anda melupakan keluhan yang diderita keluarga kami di masalu?
Madelyn menggelengkan kepnya: “Saya tidak lupa. Pamanmu yang memandang rendah kami pada
awalnya. Bibimu tidak pernah mempekukan kami dengan kasar. Ketika Anda ingin pergi ke luar
negeri, kami meminta bibi Anda untuk meminjam uang. Aku meminjam uang dari bibimu. Bibimu
adh saudara perempuanku, bagaimana dia bisa menjadi orang luar?”
Norah mengh napas, menunjukkan sisi rentan di wajahnya: “Bu, tahukah Ibu betapa stresnya aku
sma ini? Jika Avery juga mati bersama, saya tidak akan telu takut. Jika Avery mengetahui apa
yang terjadi Apa yang sayakukan, maka saya pasti akan mati! Bu, apakah kamu ingin melihatku
mati?
"Apa katamu! Kamu adh satu-satunya putriku, aku tidak bisa membiarkanmu mati! Madelyn
memegang tangan putrinya dan memberinya ide, "Karena kamu sangat takut pada Avery, maka
pikirkan juga cara untuk menyingkirkan Avery."
“Apakah menurutmu aku benar-benar mahakuasa? Terakhir kali adh waktu dan tempat yang tepat.
…..Seth apa yang terjadi terakhir kali, orang biasa tidak bisa mendekati Avery sama sekali
sekarang, jadi bagaimana kita bisa menghadapinya?” Norah menk saran ibunya.
"Norah, jangan takut." Madelyn berkata dengan tenang, "Jika Avery berani menggertakmu, aku punya
cara."