Bab 1610
Bab 1610
Avery sangat senang sampai dia pusing.
Saat makan siang, Jun kembali dari sm Tahun Baru.
“Saya bng ada tamu terhormat di rumah saya hari ini, dan mereka tidak berani menahan saya,
hahaha!” Jun duduk di samping Tammy dengan ekspresi ‘betapa jenakanya aku’.
Tammy berkata, “Panggil dua orang untuk bermain kartu dengan Elliot nanti. Saya satu, dia yangin,
dan saya akan memanggil dua pemain yang lebih kuat.”
Jun: “Kamu yakin bisa dudukma? Atau aku? Ayh!”
Tammy: “Jika kamu pergi, kamu pasti sengaja menuangkan air padanya. Aku tidak akan
membiarkanmu pergi! Saya ingin memenangkan uangnya!”
Jun: “Tammy, Brother Elliot adh tamu hari ini…”
Tammy: “Avery dan ketiga anaknya adh tamu, dan dia dibawa oleh Avery.”
Jun menutup mulutnya.
Jika dia mnjutkan, dia akan membuat Elliot semakin malu.
Seth makan siang, Jun memanggil dua orang untuk bermain kartu dengan Elliot.
N?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.
Elliot tahu bahwa ini adh permainan Avery, jadi dia dengan senang hati pergi ke meja poker.
Avery menyaksikan permainan Elliot sebentar di sisinya, dan menemukan bahwa dia terampil, tapi…
dia tidak telu beruntung.
Dia tidak slu bisa mendapatkan kartu yang bagus.
Avery mau tidak mau berkata kepada Tammy, “Tammy, keinginanmu pasti akan terkabul. Tangannya
telu gp haha!”
“Avery, suamimu kehngan uang, apakah kamu sangat bahagia?” Jun menjawab. Dia duduk di
samping Tammy dan menonton Tammy bermain kartu.
“Sma Tammy bahagia, sma dia bisa kh.” Kata Avery sambil tersenyum,lu berjn ke sofa di
sebhnya dan duduk.
Robert tertidur.
La mengajak Hayden bermain di luar. Dia tidak khawatir sama sekali karena ada pengawal
bersamanya.
Dia mengeluarkan majh dari samping sofa. Itu adh majh perjnan. Gambar di sampulnya
sangat indah, yangngsung membuatnya tertarik.
Pukul 2 siang, Avery tertidur di sofa.
Seth beberapa saat, Robert bangun sambil menangis.
Jun takut Robert akan membangunkan Avery untuk tidur, jadi dia segera menggendong Robert ke atas
dan mengajaknya bermain.
Untungnya, Robert sangat murah hati, jadi Jun memberinya sesuatu untuk dimainkan, dan dia berhenti
menangis.
“Robert adh bayi yang baik. Paman membawakanmu biskuit bayi. Bibimu Tammy pergi
membelikannya untukmu tadi mm. Jun dengan cepat mengambil biskuit bayi dan membukanya.
Melihat biskuit bayi itu, Robertngsung meletakkan mainan di tangannya.
Jun tertawa ketika dia melihat Robert meraih kotak kue dan dengan terampil mengambil biskuit untuk
dimakan.
Jun: “Robert, kamu sangat puas.”
Robert berkonsentrasi makan biskuit dan tidak menjawab.
“Robert, apakah kamu paling menyukai ayahmu atau ibumu?” Jun sengaja mengobrol dengannya dan
mengolok-oloknya.
Robert selesai makan biskuit di tangannya, dan menjawab dengan suara seperti susu: “Bu.”
“Lalu apakah kamu paling menyukai ibu atau saudara perempuan?”
Robert membuka matanya seterang permata hitam,lu menjawab: “Kakak.”