AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Saat Matanya Terbuka > Bab 1569

Bab 1569

    Bab 1569


    Bab 1569


    Mereka membeli tiket untuk jam 11 mm ini.


    Mereka bisa saja membeli tiket untuk besok, tapi Avery merindukan anak itu dan ingin kembali lebih


    awal.


    Sesampainya di bandara, pengawal pendamping pergi untuk check-in.


    Avery dan Elliot beristirahat di ruang VIP.


    Dia menyandarkan kepnya di bahu Elliot dan berbisik, “Aku sedikit pusing.”


    “Tiduh dulu jika kau mengantuk. Aku akan meneleponmu nanti saat kita naik ke pesawat.” Elliot


    memandangnya ke samping.


    Avery th menutup matanya.


    “Apakah itu dingin?” Elliot mengulurkan tangan dan menjabat tangannya.


    Tangannya hangat, tetapi dia berkata, “Agak dingin.”


    Elliot mengangkat tangannya dan menyentuh suhu dahinya: “Apakah kamu demam? Suhunya agak


    tinggi.”


    N?velDrama.Org holds this content.


    Avery mendengar ini, mengulurkan tangan dan menyentuh dahinya, Elliot menyentuh dahinya dan


    berkata, “Sepertinya suhunya sedikit lebih tinggi darimu. Tapi aku sedikit pusing…”


    “Kamu tunggu aku di sini, aku akan menemukan termometer untuk mengukur suhumu.” Seth


    berbicara, Elliot mngkah menuju mejayanan.


    Segera, dia kembali dengan termometer.


    Avery mengambil termometer dan meletakkannya di bawah ketiaknya.


    Seorang pyan datang membawa air panas dan menaruhnya di depan mereka.


    Bab ini disediakan oleh infobagh. Kunjungi infobagh untuk update harian.


    “Terima kasih.” Avery mengambil gs air dan ingin minum air panas.


    “Kapan kamu mi pusing? Jika kami tahu Anda sedang tidak enak badan, kami tidak perlu pergi ke


    mereka untuk makan.” Elliot menyentuh dahi Averygi, dan lebih yakin bahwa dia demam.


    “Tidak apa-apa ketika saya baru saja makan, tetapi hanya ketika saya datang ke bandara dengan


    mobil, saya merasa pusing.” Seth menyesap air panas, Avery meletakkan gs airnya, “Jauhi aku,


    hati-hati aku menrimu dengan flu.”


    “Aku tidak pernah masuk angin.” Elliot berkata, “Avery, kamu masih telu lemah.”


    “Kamu adh seseorang yang baru saja sembuh dari penyakit serius, jadi kamu berani mengatakan


    bahwa aku lemah?” Avery bertengkar dengannya, “Saya tidak suka cuaca di sini. Jika saya berada di


    Aryadelle, saya tidak akan masuk angin.”


    Elliot: “Apakah Anda ingin menunggu flu Anda sembuh? Atau kembali ke Aryadelle sekarang?”


    “Tidak. Saya akan minum obat dan tidur di pesawat,lu kembali ke Aryadelle.” Avery bersemangat,


    “Bahkan jika saya demam, itu bukan demam tinggi. Seharusnya tidak melebihi tiga puluh sembn


    derajat.”


    Seth lima menit, dia mengeluarkan termometer.


    Suhunya tepat tiga puluh sembn derajat.


    Elliot mengambil termometer dan mengembalikannya ke meja servis.


    Pada saat yang sama, Elliot meminum obat antipiretik dan flu dari meja depan.


    Saat Avery naik ke pesawat, suhu tubuhnya tidak telu tinggi, tapi dia lebih mengantuk dari


    sebelumnya.


    Seth naik pesawat, dia berbaring danngsung tidur.


    Pramugari tahu dia demam, jadi dia membawa selimut dan stiker antipiretik.


    “Seth demam Ms. Tate mereda, tutupi dia dengan selimut.” Pramugari mengingatkan Elliot.


    Elliot: “Terima kasih.”


    Pramugari: “Sama-sama. Beri tahu kami jika Anda membutuhkan sesuatu. ”


    Avery tidurngsung ke tujuannya. Dia terbangun saat pesawat meluncur.


    “Avery, kamu tidur sma 10 jam. Bagaimana perasaan Anda sekarang?” Elliot mengh napas.


    Demamnya sudah reda, dan dia sedikit bingung karena dia tidur teluma.


    Avery: “Apakah kita di Aryadelle?”


    Elliot: “Ya.”


    “Aku sangat haus.” Avery mengerutkan bibirnya yang kering.


    Elliot segera membuka cangkir termos dan memberinya air.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul