AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Saat Matanya Terbuka > Bab 136

Bab 136

    Bab 136


    Bab 136


    Avery dan Elliot png pada sore hari untuk beristirahat karena mereka berencana begadang untuk


    berdering di tahun baru.


    Begitu Elliot tertidur, Avery membuka matanya dan menatap wajahnya.


    Dia merasa seh-h dia tidak akan pernah bisa mengawasinya cukupma.


    Sayang sekali dia tidak bisa menghentikan waktu.


    Akan sempurna jika semuanya bisa berhenti pada saat ini.


    Ketika Elliot bangun sekitar pukul empat sore, Avery tidak ada di sampingnya.


    Dia turun dari tempat tidur dan turun untuk mencarinya.


    “Kamu bangun!”


    Avery sedang menyiapkan makan mm.


    “Aku sedang berpikir untuk membuat steak mm ini. Bagaimana menurutmu?”


    Elliot berdiri di pintu masuk dapur dan memperhatikan saat dia bekerja.


    “Bagaimana ku aku membuat makan mm?” Dia bertanya.


    Ccontent ? exclusive by N?/vel(D)ra/ma.Org.


    “Kamu memasak?” Avery berseru dengan ekspresi terkejut di wajahnya,lu melepas celemeknya dan


    berkata, “Jadh tamuku! Aku belum pernah mencoba masakanmu sebelumnya!”


    DIA


    “Saya belum pernah memasak sebelumnya, tapi saya bisa mengikuti resepnya,” kata Elliot sambil


    mengambil celemek dari Avery. “Istirahah di ruang tamu.”


    “Bisakah aku tinggal di sini dan menonton?” Avery bertanya dengan mata berbinar.


    Elliot tidak menk tetapi menarik kursi untuknya.


    Avery duduk dan menikmati pertunjukan sambil menyiapkan makan mm mereka.


    Elliot mengeluarkan aura keahlian tidak peduli apa yang diakukan.


    .Ketika Avery menggali steak yang dibuat Elliot mm itu, dia menyanyikan pujiannya.


    “Ini bahkan lebih baik daripada restoran bintang lima.”


    “Mungkin Anda belum pernah ke banyak restoran bagus.”


    “Tidak bisakah kamu menerima pujianku?”


    “Tentu. Saya pikir saya juga seorang juru masak yang cukup baik.”


    Avery tertawa terbahak-bahak.


    “Saya tidak suka brokoli,” katanya sambil meletakkan brokoli dari piringnya ke Elliot’s, dan dia


    mengambil tomat ceri dari piringnya dan memasukkannya ke dm mulutnya.


    “Jangan pilih-pilih, Avery,” kata Elliot dengan sungguh-sungguh sambil mengunyah brokolinya.


    “Aku tidak! Aku hanya tidak suka makanan kukus.”


    Mereka berjn-jn di luar seth makan mm,lu kembali ke ruang tamu dan menonton TV.


    Avery menyandarkan kepnya di bahu Elliot dan tertidur.


    Dia membangunkannya pada pukul setengah sebs dan berkata, “Mari kita menykan kembang


    api. Setengah jamgi sampai tahun baru.”


    Senyum lebar muncul di wajah Avery, tetapi sedikit kesedihan melintas di matanya.


    Mereka mengenakan mantel mereka dan berjn keluar di mana pengawal sedang menyiapkan


    kembang api.


    Takma, tampn kembang api yang mempesona menutupingit mm di atas mereka.


    Avery mengangkat kepnya dan merasakan angin mm menyapu kulitnya.


    “Aku punya sesuatu untukmu, Avery,” bisik Elliot di telinganya.


    Avery menoleh padanya dan bertanya, “Hadiah? Bukankah kita setuju untuk tidak menyiapkan


    apapun?”


    Sekaligi, dia tidak mendapatkan apa-apa untuknya.


    “Itu sesuatu yang saya pesan sebelumnya,” kata Elliot sambil mengeluarkan kotak persegi merah dari


    sakunya.


    Avery menebak apa itu tanpa membukanya.


    “Kami sudah menikah sma lebih dari setengah tahun. Ini adh cincin kawin riasanmu.”


    Elliot membuka kotak itu untuk memperlihatkan cincin berlian indah di dmnya.


    Mata Avery berlinang air mata melihatnya.


    Elliot mengeluarkan cincin itu, mengambil tangan kiri Avery, dan dengan hati-hati menyelipkan cincin


    itu ke jari manisnya.


    “Indah sekali,” bisik Avery dengan suara serak.


    “Aku senang kamu menyukainya,” kata Elliot saat tangannya mengerat di sekitar tangannya.


    Kembang api yang semarak terus menerangingit mm.


    Ketika hitungan mundur tahun baru mi terlihat dingit, Avery berjinjit dan mencium bibir dingin


    Elliot.


    Elliot merasakan sesuatu yang basah di wajahnya,lu menyadari air mata mengalir di wajah Avery.


    Dia ingin bertanya mengapa dia menangis, tetapi hitungan mundur berakhir, menandakan kedatangan


    tahun baru. “Smat Tahun Baru, Elliot Foster,” Avery tersedak saat dia melonggarkan


    cengkeramannya pada Elliot.


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul