Bab 120
Bab 120 Ledakan tembakan menembus mm diikuti segera oleh suara ban mobil yang berhenti
berdecit.
Avery merasa gendang telinganya akan pecah saat dia memegang erat-erat Elliot.
Air mata mengalir di wajahnya saat tubuhnya bergetar tak terkendali.
Ban sedan hitam itu meledak.
Itu membelok dan menabrak tempat permen kapas tempat Avery membeli permen kapas.
Elliot memeluk Avery saat dia melihat mobil dari sudut matanya.
Seseorang mencoba membunuhnya tetapi gagal.
Kemudian terdengar suara tembakangi.
Kali ini pistol diarahkan ke kursi pengemudi.
Avery dan Elliot dikelilingi oleh teriakan ketakutan saat orang-orang berhamburan dan mencari
perlindungan dari bahaya
Kulit Avery terasa dingin saat disentuh.
Elliot memeluk wajahnya dengan tangannya, menatap wajahnya yang ketakutan, dan berkata dengan
suara serak, “Jangan takut. Ini sudah berakhir sekarang.”
Dada Avery naik dan turun dengan kecepatan panik. Ketidakpastian berkedip di matanya, tetapi dia
tetap menatap wajahnya.
“Elliot… Elliot…”
Ada begitu banyak yang ingin dia katakan, tetapi tidak ada apa pun kecuali namanya yang keluar dari
bibirnya.
“Aku baik-baik saja, Avery.”
Elliot mengangkat tangannya dan meletakkan tpak tangannya di pipinya,lu berkata, “Ini hangat,
bukan?
Avery mengangguk dan air mata terus mengalir di wajahnya.
“Aku sangat takut… aku tidak ingin kau mati…”
“Aku tak terkhkan! Tidak ada yang bisa mengambil nyawaku kecuali aku mengizinkannya, ”kata
Elliot sambil memegang tangannya erat-erat. “Ayo cari iga.”
Avery meraih pegangan kursi rodanya dan dengan cepat mendorongnya ke tempat terdekat
restoran.
Mereka belumma duduk sebelum Ben dan yanginnya bergegas mendekat.
“Apakah kamu baik-baik saja, Elliot?” dia bertanya sambil duduk di sebh Elliot. “Aku tahu seseorang
akan datang untukmu ketika aku mendengar suara tembakan sin itu!”
“Aku baik-baik saja,” jawab Elliot. “Mari makan.”
Dia mengambil sepotong daging dan meletakkannya di piring Avery.
Dia jauh lebih mapan daripada sebelumnya.
“Siapa yang menembakkan pistol?” dia bertanya sambil melirik Elliot.
Dia mungkin tidak akan beradu mulut dengan Elliot jika seseorang tidak meledakkan ban sedan hitam
itu.
“Kami meningkatkan keamanan seth keckaan terakhir Elliot. Ada pengawal di atap gedung
tempat kami makan tadi,” js Ben.
“Saya mengerti…”
“Anda pasti ketakutan, Miss Tate,” kata Ben,lu memberikan semangkuk sup dan berkata, “Ini akan
menenangkan Anda.”
“Saya tidakpar.”
Semua rasapar yang Avery rasakan sebelumnya th keluar dari tubuhnya.
“Aku yakin kamu tidak.” Ben terkekeh,lu berkata, “Ayo suruh sopirnya mengirim dua png!”
Elliot melirik ke arah Avery.
“Kenapa kau menatapku?” tanya Avery.
Elliot mengeluarkan ponselnya dan mi mengetik.
Saat Avery bertanya-tanya tentang perku anehnya, dia menerima pesan teks di teleponnya.
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Dia mengambilnya dan membaca pesannya.
(Apakah Anda ingin tahu apa yang saya harapkan sebelumnya?]
Avery merasa ponselnya memanas di tangannya!
Mereka duduk berseberangan, tapi dia mengiriminya pesan?!
Dia ingin menatapnya, tetapi dia telu malu dengan semua mata tertuju pada mereka berdua.
Avery: (Katakan padaku jika kamu mau.]
Elliot: (Saya berharap Anda mau png bersama saya.)
Avery bingung.
Elliot: [Permintaan ng tahunku adh kamu mau png bersamaku.]
Previous Chapter
Next Chapter