AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Saat Matanya Terbuka > Bab 66

Bab 66

    Bab 66


    Bab 66


    Avery sedang menjni USG di rumah sakit daerah yang tidak dikenal.


    “Bayi-bayi berkembang dengan baik … Kembalh untuk pemindaian anomali ketika Anda mencapai


    tanda lima bn,” kata dokter.


    “Terima kasih, Dokter,” kata Avery sambil mengh napas lega.


    “Jangan menyebutkannya. Saya sangat dekat dengan ibumu di sekh,” kata dokter sambil


    memberikan salinan pemindaian ultrasoundnya kepada Avery. “Dia memberitahuku bahwa ayahnya


    tidak menginginkan anak, jadi kamu datang jauh-jauh ke sini untuk pemeriksaanmu… Avery,


    membesarkan dua anak sendirian tidak akan mudah!”


    Avery mengambil salinan pindaian itu, tersenyum, dan berkata, “Tidak apa-apa. Aku bisa mkukan


    itu!”


    “Sma kamu siap.”


    “Aku akan keluar dari rambutmu sekarang. Aku akan meneleponmugi sebelum kita datangin kali,”


    kata Avery,lu meninggalkan ruang pemeriksaan.


    Laura melihatnya berjn keluar,lu segera menghampirinya dan bertanya, “Bagaimana kabar bayi-


    bayi itu? Apakah semua baik-baik saja?”


    “Semuanya biasa saja. Apakah Anda lh, Bu? Aku lh!” Avery berkata sambil menguap.


    Dia tidak tidur mm sebelumnya.


    Seth meninggalkan rumah Foster pada pukul enam pagi itu, dia bertemu dengan Laura dan naik


    bus yang bergelombang sma tiga jam di sini.


    Dia hampir tertidur di bus beberapa kali, tapi dia bertahan.


    Sekarang seth pemeriksaan ternyata baik-baik saja, beban di pundaknya terangkat, dan dia tidak


    menginginkan apa pun sin tidur yang nyenyak.


    “Haruskah kita mendapatkan kamar di motel dan beristirahat sebentar?”


    Wajah lh Avery membuat Laura sakit hati.


    Avery menggelengkan kepnya dan berkata, “Kita perlu tiga jamgi untuk kembali! Sebaiknya kita


    pergi sekarang saja.”


    “Ayo kita cari makan dulu. Anda belum makan apa pun sepanjang hari. Apa kamu tidakpar?” kata


    Laura,lu memegang tangan Avery dan membawanya keluar dari gedung.


    “Kurasa aku cukuppar,” kata Avery sambil membi perut bagian bawahnya. “Rasanya sedikit


    berbeda dari sebelumnya. Saya belum tampil, tapi rasanya sulit di sini.”


    Dia mengambil tangan ibunya dan meletakkannya di perutnya.


    “Ini tidak seberapa dibandingkan dengan bagaimana rasanya ketika Anda mi menunjukkan dan


    mencapai tahap akhir kehamn Anda…” kata Laura,lu mengh nafas. “Waktu pasti


    belu. Mereka sudah berumur empat bn.”


    “Benar? Tidakmagi mereka akanhir,” kata Avery. Kegembiraan dan kekhawatiran melintas di


    matanya saat dia mengucapkan kata-kata itu.


    “Perceraianmu dengan Elliot… Bagaimana?” Laura bertanya.


    Avery menggelengkan kepnya dan berkata, “Dia keras kep sekali. Semakin saya mengungkit


    perceraian, semakin dia tidak mau mkukannya. Jadi, saya th memutuskan untuk tidak pernah


    mengungkitnyagi.”


    “Sekarang aku memikirkannya, kurasa aku belum pernah secara resmi bertemu dengannya!” Laura


    mengh nafas.


    “Ada apa untuk bertemu? Dia dingin pada semua orang. Bertemu dengannya hanya akan


    mengganggumu,” kata Avery lembut.


    Laura tidak setuju dan berkata, “Dia muda dan kaya, jadi wajar saja jika dia bersemangat. Dia tidak


    sama dengan kita orang biasa, jadi kamu tidak bisa melihatnya dari sudut pandang itu.”


    “Menurutmu mengapa kita di sini sekarang, Bu? Kenapa kau berada di sisinya?” Avery cemberut.


    Laura menyeringai canggung,lu berkata, “Ayo makan. Kami akan pergi seth itu.”


    Dm perjnan kembali ke kota, Avery tertidur dengan kep di paha Laura.


    Saat Laura membi lembut rambut putrinya, jari-jarinya tidak sengaja menyentuh pipi kirinya.


    Avery menarik napas tajam dan bergumam dm tidurnya, “Aduh… Sakit…”


    Laura mengalihkan pandangannya ke pipinya.


    Dia tidak akan memperhatikan apa pun jika dia tidak melihat lebih dekat, tetapi Avery th memakai


    s bedak yang tebal,


    “Apa yang terjadi dengan wajahmu, Avery?” Laura berteriak, membangunkan Avery.


    Avery membuka matanya dan berkata, “Ada apa, Bu?”


    Lauren menyentuh pipinya, dan Avery tersentak kesakitan.


    “Apa yang terjadi dengan wajahmu? Siapa yang memukulmu? Apakah itu Elliot?”


    Hati Laura semakin sesak.


    “Tidak… aku bertengkar dengan ibunya tadi mm… Kenapa aku tidak berpikir untuk meminta ibunya


    menceraikanku? | kurasa itu tidak berhasil juga, ”kata Avery dengan acuh tak acuh.


    “Kamu gadis bodoh! Jangan memikirkan sesuatu yang konyol ini hanya untuk bercerai!” Laura


    mengh nafas,lu menambahkan, “Mengapa kamu tidak pergi membeli obat ketika kita sampai di


    rumah sakit pagi ini?”


    Previous Chapter


    Property of N?)(velDr(a)ma.Org.


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul