AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Saat Matanya Terbuka > Bab 50

Bab 50

    Bab 50


    Bab 50


    Keringat dingin mes di punggung Avery.


    Secara naluriah, dia membantingptopnya.


    Dia tidak akan mkukan itu jika dia sedang mengerjakan tesisnya.


    Dm hiruk-pikuk pikirannya yang liar sebelumnya, dia memi file baru dan menuliskan sebuah


    rencana.


    Itu adh rencana untuk bercerai dm tiga bn ke depan.


    Avery berharap bisa bercerai dari Elliot sebelum dia hamil tujuh bn.


    Ith satu-satunya cara dia bisa berhasil melewati trimester terakhirnya dan dengan damai mhirkan


    si kembar.


    Jika rencananya gagal dan perceraian tidak berhasil, maka satu-satunya hal yang bisa diakukan


    adh menghng.


    Itu akan menjadi skenario terburuk.


    Avonsville adh rumahnya, dan dia ingin terus tinggal dan bekerja di sana. Ia juga berharap agar


    anak-anaknya bisahir dan besar di tempat ia berada.


    Reaksi Avery yang telu hati-hati membuat Elliot memberontak.


    Apakah dia berpikir bahwa dia akan tertarik dengan tesisnya?


    Atau mungkin dia tidak mengerjakan tesisnya sama sekali, dan dia sedang mengerjakan sesuatu yang


    lain?


    Avery melihat ekspresi cemberut Elliot dan segera berdiri dan berjn ke pintu.


    “Apakah kamu tidak menyukai buku yang kuberikan padamu?” dia berkata dengan lembut saat dia


    melewatinya keluar dari ruangan. “Kamu seharusnya tidak memandang rendah itu. Ini adh buku


    yang sangat bagus yang menyoroti seg macam cara untuk tetap sehat. Penulis adh guru mentor


    saya. Dia seorang profesor yang sangat terkenal, kau tahu?”


    Dia berbicara saat dia berjn ke ruang tamu dan mengambil buku dari meja kopi.


    Dm keseriusan perkennnya, Elliot lupa memotongnya.


    “Kamu bisa melihatnya kapan pun kamu bosan. Anda dapat memi di bab mana pun dan itu akan


    tetap masuk akal,” tambah Avery.


    “Apakah itu benar-benar hebat? Anda membuat saya ingin mendapatkan satu untuk diri saya sendiri


    juga,” Mrs. Cooper menimpali.


    “Ku begitu, aku akan mengambilkannya untukmu besok,” kata Avery sambil tersenyum.


    “Oh, tidak apa-apa. Saya akan mengambilnya sendiri,” jawab Mrs. Cooper.


    “Jangan menyebutkannya. Itu tidak mahal sama sekali. Ada obral di toko buku jadi saya membelinya


    seharga lima puluh dr.”


    Senyum di wajah Mrs. Cooper membeku saat Avery menyebutkan harga buku itu.


    Mrs Cooper tidak keberatan bahwa buku itu murah, tapi dia merasa malu untuk Avery.


    Dia membuat Elliot marah, tetapi akhirnya membeli hadiah untuknya yang harganya hampir satu dr?


    Seh-h itu belum cukup buruk bahwa dia membelikannya hadiah yang sedang dijual, dia secara


    terbuka memamerkan fakta bahwa itu mudah di dompet!


    Avery merasakan suasana menjadi canggung.


    Dia menarik napas dm-dm,lu mengambil kotak hadiah di atas meja dan berkata, “Kotak hadiah


    ini tidak murah, kamu


    tahu? Itu bahkan lebih mahal daripada bukunya! ”


    Bahkan jika kotak hadiah itu harganya lebih mahal daripada bukunya, diragukan harganya bisa jauh


    lebih mahal.


    “Terima kasih nyonya! Saya akan menyiapkan makan mm untuk Tuan Elliot sekarang,” kata Mrs.


    Cooper sambil bergegas ke dapur.


    Avery berbalik untuk menatap wajah Elliot.


    This material belongs to N?velDrama.Org.


    Dia tidak terlihat tegas seperti sebelumnya.


    Entah dia tidakgi marah, atau dia sedang tidak ingin marah padanya.


    Sulit dipercaya bahwa dia akan membelikannya hadiah yang harganya lebih dari satu dr.


    Kepnya sangat sakit sehingga dia tidak bisagi merasakan jenis rasa sakitinnya.


    Ekspresi tenangnya mengangkat rm di hati Avery.


    Karena khawatir, dia bertanya, “Mengapa kamu bertemu dengan Profesor Hough lebih awal hari


    ini? Apakah kamu sakit?”


    Sebelum dia bisa menembak mulutnya, Avery mengambil pisang dan memberikannya padanya.


    “Ini, makan pisang. Aku akan kembali ke kamarku.”


    Ketika dia mendorong pisang di tangannya, jari-jarinya secara tidak sengaja menyentuhnya. Kontak


    kulit-ke-kulit mengirimkan gelombang listrik yang menembak di antara mereka.


    Dia menarik tangannya kembali saat pipinya memerah merah.


    Sebelum dia bisa mrikan diri, Elliot meletakkan pisang itu, meraih lengannya, dan menariknya


    kembali.


    “Kau belum menjskan apa yang terjadi sebelumnya,” katanya dengan suara rendah.


    Apakah Avery th memberi Elliot sebuah buku seni satu dr atau seratus ribu dr, dia masih


    berutang penjsan yang masuk akal kepada Elliot karena merusak sorenya.


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul