Bab 30
Bab 30
Jumat sore.
“Nyonya, Tuan Elliot akan kembali mm ini. Kamu juga harus kembali!”
Avery tinggal di rumah ibunya sejak Elliot memaksanya mkukan aborsi.
“Baik. Sudah waktunya aku mengakhiri hal-hal antara aku dan dia.” Avery menutup telepon dan pergi
ke rumah Elliot.
Saat itu pukul tujuh mm.
Pesawat Elliot mendarat di bandara.
Dia melompat ke Rolls-Roice hitam dengan pengawn pengawalnya.
Begitu dia duduk, dia menyadari bahwa Chelsea ada di sana.
“Elliot, bagaimana gaya rambut baruku?” Chelsea mengenakan gaun puffy pink. Dia menyelipkan
rambutnya ke bkang telinga dan tersenyum menggoda padanya.
Chelsea ingin mengejutkannya di dm mobil.
Elliot dengan cepat melirik Chelsea dan tidakgi tenang.
Dia tegang dan wajahnya sedingin es. Ketegangan muncul di dm mobil.
Chelsea menyadari itu. Dia merasa cemas.
“Ada apa, Elliot? Apakah kamu tidak suka gaya rambutku? Atau karena gaun ini jelek…?” Chelsea
gugup. Suaranya sedikit bergetar.
Elliot menamparnya dengan keras!
Tubuhnya terlempar ke arah pintu mobil.
“Gunting!” Elliot mengepalkan tinjunya dan meludahkan kata itu.
Para bodyguard di luar mobil menerima perintah tersebut danngsung beri membeli gunting.
Chelsea menggigil di dm mobil. Dia memegang pipinya yang perih saat dia merasakan darah dari
sudut mulutnya.
Dia bingung.
Benar-benar bingung.
Dia th bersama Elliot sma sepuluh tahun. Elliot tidak pernah semarah itu padanya sma
sepuluh tahun itu.
Avery Tata!
Itu adh idenya!
N?velDrama.Org: owner of this content.
“Elliot! Mari saya jskan! Avery menyuruhku berpakaian seperti ini, dan potong rambut hime! Avery
ingin membuatmu kesal. Itu bukan shku!” Chelsea menangis dan meraih lengan Elliot. Dia mencoba
menjskan dengan air mata di matanya.
Para pengawal kembali dengan gunting.
Elliot memerintahkan, “Potong rambutnya! Dan gaun itu!”
Chelsea tersentak. Cahaya di matanya pehan memudar …
Mengapa dia tersinggung dengan gaya rambut dan gaun bengkak?
Dia tidak bisa mengetahuinya.
Namun, bagaimana Avery tahu itu?
Para pengawal menyeret Chelsea keluar dari mobil. Kemudian, mereka menutup pintu.
Elliot dengan lembut memerintahkan, “Berkendara.”
Avery th menunggu di ruang tamu seth dia makan mm.
Dia sudah mengemasi barang-barangnya.
Dia sedang menunggu Elliot kembali, sehingga dia bisa mendiskusikan perceraian dengannya.
Sekitar pukul dpan, sebuah Rolls-Roice pehan mju ke hman depan.
Mrs Cooper dengan cepat berjn keluar untuk menyambutnya.
Avery dengan cemas melihat ke luar.
Mm musim gugur terasa dingin. Pemandangan itu berkaca-kaca dm dingin yang kabur.
Elliot duduk di kursi roda. Pengawal itu mendorongnya ke ruang tamu.
Dia masih mengenakan blus hitam dana hraga hitam. Dia memiliki tampn yang menakutkan
dan tidak ramah.
“Elliot Foster, kapan kita akan bercerai?” tanya Avery dengan keberanian yang dia kumpulkan. Elliot
menatapnya dan bertanya, “Perceraian?”
Previous Chapter
Next Chapter