Bab 15
Suplemen kalsium untuk ibu hamil jenisnya sama dengan yang dikonsumsi orang tua dan yang kurang
kalsium, jadi tertera js "Tablet kalsium" di botolnya.
“Apa kamu harus kasih tahu semua orang dengan bener jenis obat apa yang kamu minum?" Tanya
Avery.
Pipinya memerah, tetapi nada suaranya rtif stabil.
Dia bergegas pergi seth dia mengatakan itu.
Dia menyimpan botol pil dici,lu mencucinya di kamar mandi.
Hal-hal tidak bisa terus seperti ini. Semuanya akan terungkap jika dia tidak segera pergi.
Semuaporan pemeriksaannya ada di ruangan itu. Elliot akan mengetahui segnya jika dia
memutuskan untuk memeriksa kamarnya.
Tentu saja, san memberitahunya bahwa Elliot mungkin sedikit ekstrim, tapi sebenarnya dia tidak g.
Dia mungkin tidak akan sampai memeriksa kamarnya.
Sin itu, sma dia tidak membahas hal ini, dia tidak punya san kuat untuk menceraikannya.
Keluarganya th menerima biaya mahar sngit dari keluarga Fosters.
Avery duduk di tepi tempat tidur dengan pikirannya yang kacau sehingga dia melupakan rasaparnya.
Ada ketukan di pintu takma kemudian.
Dia tersentak kembali ke kenyataan dan berjn untuk membuka pintu.
"Tuan Elliot kembali ke kamarnya, Nyonya. Datang dan makah!" Nyonya Cooper berkata dengan
senyum ramah.
Kecemasan Avery mereda. Di mansion, sin Elliot, semua orang mempekukannya dengan cukup
baik.
Mungkin mereka merawatnya karena usianya yang masih muda.
Ketika dia tiba di ruang makan bersama Nyonya Cooper, ada hidangan hangat di atas meja.
"Aku nggak bisa makan semua sendiri ini, Nyonya Cooper. Kamu harus duduk dan gabung sama aku!"
Nyonya Cooper tersenyum dan berkata, "Makah sebanyak yang kamu bisa, Nyonya. Kami punya
aturan sendiri yang aku nggak boleh mngkahi."
"Aku paham..." Avery berkata,lu menambahkan, "Oh ya, apa kamu punya anak?"
Sekarang Elliot tidak ada, Avery merasa jauh lebih santai.
"Ya! Mereka kuliah sekarang. Mereka kira-kira seusia kamu. Kenapa kamu tanya ini, Nyonya?"
Wajah Avery sedikit memerah saat dia menyeringai dan berkata, "Aku cuma mau ngobrol aja... Aku
denger badan wanita akan berubah seth mhirkan, tapi kamu masih sangat cantik!"
"Aku nggak bisa makan banyak saat hamil. Berat badan aku nggak pernah melebihi 49 kilo gram, jadi
bentuk tubuh aku nggak banyak berubah."
"Ku begitu, apa hamil kamu nggak terlihat js dulu?"
"Itu bener! Aku tampak seperti cuma hamil lima sampai enam bn padahal sebenarnya waktu itu aku
sudah hamil tujuh sampai dpan bn. Orang-orang bahkan nggak akan sadar ku aku hamil waktu
aku pakai baju yang longgar."
Avery merasa terinspirasi seth mendengar kata-kata Nyonya Cooper.
Dia meletakkan garpu dan pisaunya seth hanya memakan beberapa suapan makanannya.
Dia harus memperhatikan badannyanya agar perut hamil-nya tidak terlihat js.
"Kenapa kamu nggak makangi, Nyonya?" Nyonya Cooper bertanya ketika dia menyadari betapa
sedikitnya makanan yang dimakan Avery.
"Aku nggak begitupar." jawab Avery. "Kamu nggak perlu siapin makanan sebanyak ini untuk makan
mm besok-besok. Aku nggak mau jadi gemuk."
"Kamu nggak gemuk sama sekali."
"Aku nggak suka hraga, jadi lebih baik aku perhatiin apa yang aku makan."
Avery kembali ke kamarnya seth berjn keluar dari ruang makan dan mengeluarkanporan dari
pemeriksaan terakhirnya.
Dokter sudah menuliskan tanggal janji temu berikutnya. Dia harus pergi ke rumah sakit untuk
pemeriksaan ketika dia hamil tiga bn.
Dia melirik tanggal pada file dan melihat bahwa itu kebetn hari berikutnya.
Avery berbaring di tempat tidur dan meletakkan tangannya di perutnya. Dia ingin merasakan kehadiran
bayi-bayi itu, tetapi dia tidak merasakan apa-apa.
Dia tidak banyak muntah sma kehamnnya, tetapi nafsu makannya berbeda dari sebelumnya.
Dia kehngan berat badan akhir-akhir ini. Sebelum dia makan, perutnya benar-benar rata.
……
Avery bangun pagi-pagi keesokan harinya dan menuju ke rumah sakit.
Ada lebih banyak tes yang harus dkukan hari itu, jadi sudah siang dm sekejap mata.
Karena beberapaporan hanya akan siap pada pukul dua siang, dia memutuskan untuk makan di
dekatnya.
Seseorang menepuk bahunya ketika dia keluar dari rumah sakit.
Avery menoleh dan melihat wajah yang agak familiar.
"Ini benar-benar kamu."
Chelsea mengenakan gaun putih dan zer hitam. Riasannya sangat indah dan rambutnya ditarik ke
bkang. Dia tampak cerdas dan bergaya.
"Apa kamu sakit?" Dia bertanya.
"Aku di sini cuma untuk pemeriksaan rutin." Jawab Avery.
Dia tidak ingin banyak berinteraksi dengannya, tetapi Chelsea tidak berencana untuk melepaskannya
semudah itu.
"Kamu belum makan, kan? Biarin aku membelikan kamu makan siang. Waktu itu aku nggak sopan sama
kamu, aku mau minta maaf."
"Aku nggak marah."
"Begitu... Yah, aku cuma mau ngobrol sedikit dengan kamu. Aku nggak maksud jahat." kata Chelsea
dengan ekspresi pura-pura tidak bersh.
Seh menk undangannya adh hal terburuk yang bisa dkukan seseorang.
Avery setuju untuk makan siang dengannya pada akhirnya.
Tes darah pagi ini mengharuskannya masuk dengan perut kosong, jadi Avery tidak makan apa-apa.
Pada titik ini, dia sangatpar sehingga pergngan kakinya lemah dan dia sampai merasa kunang-
kunang.
Mereka memilih restoran terdekat dan duduk.
Avery memesan beberapa hidangan sayuran sederhana.
Chelsea mngkah lebih jauh dan memesan dua sd,lu memberikan menu kembali ke pyan.
"Aku nggak makan makanan utama untuk makan siang. Aku harus menjaga bentuk tubuh aku." kata
Chelsea saat melihat ekspresi terkejut Avery.
"Mari kita bahas tentang kamu dan Elliot! Aku denger bahwa Ibu Rosalie sangat suka sama kamu dan
nggak akan setuju untuk bercerai. Kamu dm mash!"
Avery meneguk air dan bertanya, "Kenapa kamu nggak calonin diri kamu sendiri waktu ibunya sedang
cari istri untuk dia saat itu?"
Chelsea tertawa getir dan berkata, "Aku sedang pergi ke luar negeri saat itu, jadi aku nggak tahu apa
yang terjadi. Kamu udah nikah sama dia waktu aku kembali."
"Oh, kebetn sekali!" kata Avery.
Chelsea menaikkan sebh alisnya.
"Apa kamu curiga sama aku? Nggak ada yang bisa mempertanyakan cinta aku ke Elliot. Dia nggak suka
anak-anak, jadi aku angkat rahim aku. Bisa kamu mkukan itu?"
Avery membeku dm keheningan yang tercengang.
"Aku bukangi wanita seutuhnya. Aku nggak akan pernah punya anak, tapi aku nggak menyesal. Aku
r mkukan apapun untuk dia." Kata Chelsea bangga sambil mengangkat kepnya tinggi-tinggi.
Sepertinya dia sedang menunggu seseorang untuk memujinya karena berani dan spesial.
"Elliot itu g, begitu juga kamu. Dia menyakiti orangin ketika dia menjadi g dan kamu melukai diri
kamu sendiri. Bodohnya kamu menyakiti kamu sendiri untuknya." Kata Avery.
Ekspresi Chelsea berubah dm sekejap dan nadanya jauh lebih dingin ketika dia berkata, "Apa yang
kamu tahu? Elliot nggak pernah bergaul dengan wanitain, tapi dia bersedia bersama aku ..."
"Kamu sh. Ada seseorang yang dia suka, Chelsea. Berhenti bodoh untuk dia. " Kata Avery.
Emosinya sedikit kacau, jadi dia berbicara tanpa berpikir.
Dia mengerutkan bibirnya dengan kesal seth mengucapkan kata-kata itu.
Apa yang dkukan, kenapa dia ikut campur dengan urusan Chelsea?
Jika Elliot mengetahui bahwa dia mengungkapkan rahasianya, dia akan memberikan hukuman berat
padanya.
Wajah Chelsea membeku sma beberapa detik sebelum dia tertawa terbahak-bahak, seh-h dia
baru saja mendengar lelucon.
"Itu nggak mungkin! Nggak mungkin Elliot suka kamu!"
"Aku nggak bng dia suka aku. Aku sedang bahas wanitain." Desah Avery.
"Itu bahkan lebih mustahil!" Seru Chelsea. "Elliot nggak punya wanitain di sisinya sin dia. Aku
sudah kenal dia sma sepuluh tahun dan saudarakiki aku sudah kenal dia hampir 20 tahun. Aku
kenal lebih baik daripada siapa pun!"
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
Sesuatu tersentak di kep Avery.
Untuk sesaat, dia tidak tahu apa yang nyata dan apa yang tidak.
Tidak ada san bagi Chelsea untuk membohonginya.
Namun, jika Chelsea tidak berbohong… Lalu, bagaimana dengan hal yang dilihatnya di komputer Elliot?