Bab 808
Glo menjawab dengan santai, “Nona, saat kita dismatkan, aku yang bicara padanya.”
“Benar. Seperti … Yang dikatakan Tuan Gio. Ku begitu, aku pergi dulu.”
Entah bagaimana, Selena merasa bahwa dokter ini hampir seperti kabur, diangsung keluar dari
pintu.
Gio tenang berucap, “Nona, kamu ganti baju dulu, akan aku ambilkan sup jahe buat kalian.”
“Baih.”
Di dm ruangan hanya tinggal dua orang, Selena dengan hati–hati melepaskan pakaian si kecil.
Tinggi badan si kecil sudah sama dengan anak–anak seumurannya, tidak terlihat tanda–tanda
khiran
prematur.
Tubuhnya juga bersih dan putih, kecuali ada luka kecil di tangannya, terlihat bahwa George th
merawat mereka dengan baik.
Selena membungkus si kecil dengan kemeja pria yang sangat besar,lu mengganti pakaiannya
sendiri.
Yang diberikan padanya juga kemeja dengan ukuran yang sama. Saat dia yang memakainya terlihat
lebih panjang hingga menutupi pangkal paha miliknya.
Selena segera mengangkata pria itugi. Meski longgar, jauh lebih baik daripada tidak
memakainya.
Seth beberapa menit belu, terdengar suara ketukan di luar pintu.
Selena mengangguk, “Masuh.”
Gio membawa beberapa makanan. Sin sup jahe, juga ada ramuan untuk menjaga kesehatan tubuh.
“Nona, bagaimana perasaanmu? Ada yang nggak nyaman?”
Selena sepenuhnya terhanyut dm pertemuan kembali dengan putrinya, barh dia merasa.
kedinginan, “Rasanya agak dingin.”
“Dingin?” Gio mengernyit. Pemanas ruangan sudah dinykan, dia sendiri merasa panas hanya
dengan
mengenakan kemeja, bisa–bisanya Selena merasa kedinginan?
Begitu melihat Selena masih merasa kedinginan, Gio segera memberikan sup jahe yang ada di
tangannya kepada Selena.
1/3
“Minuh sesuatu yang hangat untuk menghangatkan tubuhmu.”
“Hm.” Selena selesai meminum habis sup jahe, kemudian mendapati bahwa tubuh Gio masih basah
kuyup.
“Kamu masih belum ganti baju? Nggak takut kena flu?”
“Aku slu sehat, jarang sekali kena flu. Aku bisa ganti seth urusan selesai. Aku pria dewasa, ini
bukan jadi mash.”
“Gimana situasi sekarang?” Selena kembali khawatir mengenai anak yang satunya.
Gio dengan sabar menjskan, “Kapal perang dan bajakut masih terlibat dm pertempuran,
situasinya agak intens saat ini. Tapi jangan khawatir, Paman Mike dan kru nggak ada korban jiwa
meski kapal terkena tembakan. Seth bajakut dibersihkan, nanti akan aman.”
Selena masih khawatir, anak itu masih sangat kecil, dia terburu–buru turun dan meninggalkannya
sendirian di kapal, dia pasti sangat ketakutan.
“Ada apa, Nona? Kamu terlihat sangat khawatir. Paman Mike sudahma beyar sma bertahun-
tahun, mash seperti ini sudah diantisipasi. Dulu saat dia masih mengoperasikan kapal kargo, ith
yang disebut menari di atas silet.”
Selena masih terlihat cemas, kemudian pandangan Gio jatuh pada gadis kecil di samping, “Kamu
begitu mengkhawatirkan dia, memangnya kamu mengenalnya? Siapa gadis kecil ini?”
Selena juga tidakgi menyembunyikannya. Bagaimanapun, seth Luna bangun, Gio akan tahu
semuanya.
“Dia adh putriku.”
Gio terlihat sangat terkejut, “Tapi kamu nggak terlihat begitu tua, kok bisa punya anak sebesar ini? Lalu
suamimu di mana? Bagaimana dia bisa membiarkanmu sendirian di luar? Apa dia meninggalkanmu
dan anakmu seth tahu kamu terkena penyakit parah?”
“Dia …”
Wajah Selena mendingin, dengan suara dingin dia berkata, “Aku nggak punya suami, hanya punya
mantan suami.”
Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org.
“Pasti Nona sangat membencinya, ya?”
Selena tidak ingin mnjutkan topik ini, “Sudah, aku akan menjaga dia di sini, kamu pergh ganti
2/3
+15 BONUS
baju.”
“Baih.”
Gio dengan hati–hati meninggalkan ruangan, entah apakah itu hanya khayn Selena atau bukan,
kenapa Selena merasa bahwa bayangan Gio terlihat sedikit kesepian?
Begitu pintu ditutup, ekspresi Gio mendadak menjadi dingin.
Giongsung naik ke kamar mandintai dua, berdiri di depan cermin kamar mandi,lu mengeluarkan
lensa kontak dari mata, memperlihatkan pupil hitam gp asli miliknya.