AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Antara Dendam dan Penyesalan > Bab 746

Bab 746

    Bab 746


    Ellia melihat wajah Lanny, meskipun tidak terlihat bekas luka bakar, tetapi wajah ini didapatkan seth


    mlui banyak operasi stik. Ellia merasa sangat pilu.


    Jika saat itu dia tidak mengmi gangguan mental, bagaimana mungkin dia akan menyakiti putrinya


    sendiri?


    “Pnh, sekarang dia sudah hidup dengan baik dan mengembangkan berbagai macam obat adh


    hal yang dia sukai. Kehadiran kalian hanya menjadi luka baginya.”


    Ellia melihatnya dengan mantap, “Aku hanya melihat saja.”


    Lanny seakan–akan merasakan sesuatu dan melihat ke arah dua orang itu, namun dia hanya melihat


    selembar kaca putih yang luas.


    Dia tertawa pada dirinya sendiri, Ibu sama sekali tidak mencintainya, bagaimana mungkin Ibu datang


    menemuinya?


    Di kediaman Keluarga Irwin.


    Chandra segera memberikan obat penawar kepada Harvey, “Tuan Harvey, ini obat penawarnya,


    seth Nyonya mengonsumsinya, dia akan dapat ingat masalu.”


    “Oke.”


    Dia berdiri dengan tangan di bkangnya di depan jend besar dan berkata dengan pn, “Matahari


    akan segera terbit.”


    “Ya.”


    Harvey mengambil obat dan pehanhan pergi, semuanya harus berakhir.


    Dia tahu bahwa pada saat Selena minum obat ini, terlepas dari bisa bertahan atau tidak, mereka tidak


    akangi bisa bersama.


    Karena apa yang diakukan pada Selena dulu membuat wanita itu sangat membencinya.


    Percikan sinar matahari pertama pagi itu jatuh ke jend kamar, Selena pun pehanhan membuka


    matanya.


    Suara lembut dari Bibi Eri terdengar, “Nyonya Muda, cuaca hari ini sangat bagus. Kita keluar untuk


    menikmati sinar matahari ya.”


    +15 BONUS


    “Oke.” Selena melirik sinar matahari yang terang di luar.


    Mungkin hanya tinggal beberapa hari saja dia bisa melihat cahaya matahari seperti ini.


    Dia yang lemah hanya bisa duduk di kursi roda yang didorong Bibi Eri.


    Di dapur, dia melihat seorang pria mengenakan kemeja putih yang sedang mengayunkan spat.


    Rasa familiar yang Selena rasakan beberapa hari bkangan ini pasti hasil karya dari tangan Harvey.


    Tidakma kemudian, di hadapannya terdapat sarapan yang lezat, tetapi dia sama sekali tidak


    memiliki


    nafsu makan.


    “Nggak perlu repot–repot. Toh aku juga nggak nafsu makan.‘


    Harvey dengan lembut menatapnya, “Kamu harus makan sedikit.”


    “Oke, anggap saja ini sarapan terakhir.”


    Dia mengambil sendok dan makan bubur yang harum, aroma beras dan bahan makanan bercampur


    menjadi satu.


    Keterampn memasak yang sangat bagus.


    “Kamu sudah sering masak?” tanya Selena dengan tenang, seh–h dia adh orang yang akan


    mati.


    }


    Harvey menggeleng, “Beberapa tahun terakhir ini jarang. Dulu saat kita baru menikah, pasti aku yang


    memasak karena kamu minta. Akhirnya aku jadi ikut tetih.”


    Dari perkataan ini, sepertinya dia dulu baik pada Selena. Kenapa akhirnya mereka berdua bisa jadi


    seperti ini?


    Selena hanya perlu menutup mata untuk membayangkan gambaran mereka berdua berdiri bersama


    sebagai keluarga yang bahagia dan harmonis.


    Semua kelembutan di dm dadanya hng seketika.


    Selena bahkan tidak ingin bertanya tentang apa pun yang terkait dengan mereka, dia sibuk makan


    bubur.


    Harvey memberikan segs susu kedi kepadanya, Selena baru saja akan menerimanya saat


    Harvey


    menahan tangannya, “Seli ..


    Н


    Selena melihatnya dengan tatapan aneh, tidak tahu apa yang akan dkukannya.


    2/3


    “Apa?”


    +15 BONUS


    Harvey ragu–ragu, “Nggak apa–apa, cepat makan. Ku sudah dingin nanti nggak enak.”


    Selena merasa bahwa Harvey hari ini sangat aneh, seh–h ada ribuan kata yang ingin diucapkan


    tetapi dia menahannya.


    Selena tidak makan banyak. Dia telu lh danngsung kembali ke kamar.


    Saat ini matahari sedang bersinar terang, Bonbon tidur siang di bawah jend, Selena melihat bunga-


    bunga yang berwarna–warni di luar dan rasa kantuk datang, dia pehan menutup kedua matanya.


    Dia bermimpi cukupma. Dm mimpinya, dia melihat beberapa wajah yang dikenal, seperti teman


    lama yang sudahma tidak bertemu. Mereka semua mengelilinginya dan berbicara tentang kondisi


    mereka saat ini.


    Content rights by N?velDr//ama.Org.


    Selena tidurma sekali, Harvey slu ada di sisinya, dengan sabar menunggunya terbangun.


    Mm ini juga terasa sangat panjang baginya.


    Selena terbangun dari mimpinya saat pagi menjng. Dia kesulitan bernapas seh ada seseorang


    yang mencekiknya.


    Kenangannya terhenti pada saat Harvey memaksa menyuntiknya. Tiba–tiba saat membuka mata, dia


    melihat sepasang mata yang sama seperti dm mimpinya.


    Hanya saja dulu pria itu menatapnya dengan dingin, ku sekarang pria itu menatapnya penuh


    perhatian.


    Karena tidak tidur semman, suara Harvey pun jadi serak. “Seli.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul