Bab 624
Pemungutan suara belum dimi, tetapi sudah terjadi ketegangan antara dua orang. Para pejabat
tinggi di sekitar seperti th membagi diri menjadi dua kubu dan berdiri di barisan masing–masing.
William adh anak haram, tetapi dia dicintai Naufan. Seth perceraian, dia dianggap sebagai tuan
muda kedua Keluarga William yang sah.
Sayangnya, Kakek tidak mau mengakui cucunya ini, bahkan tidak menginginkan putranyagi sampai
ke titik yang kejam dengan menghapus nama Naufan dari silsh keluarga.
Ini termasuk urusan keluarga William yang tidak nyaman bagi semua orang untuk ikut campur, tetapi
sekarang ini berkaitan dengan masa depan Grup Irwin. Persaingan takhta antara anak haram dan
anak sah, semua orang menjauh, takut pertempuran ini akan memengaruhi mereka.
Siapa pun tidak akan menyangka bahwa menunjukkan kasih sayang akan berujung pada situasi
seperti sekarang ini.
Grup Irwin yang berkuasa sedang diserang dari seg arah, mungkin saja mereka akan menjadi saksi
sejarah.
Ini adh perselisihan takhta antara Putra Mahkota dan Putra Mahkota Kedua. Semua orang diam
dengan bijaksana, bahkan tidak berani bernapas keras.
Dewa bertarung, bisa merugikan pihak manusia biasa!
Harvey y
yang bertindak lebih dulu, sementara William tampak lembut, aura di tubuhnya tidak berkurang sedikit
pun. William dengan tenang berucap. “Posisi ini akan segera menjadi milikku. Aku mau merasakannya
lebih dulu, kamu nggak keberatan, ‘kan, Kakak?”
“Mau pergi sendiri atau aku bantu, pilih yang mana?” ucap Harvey memberikan isyarat kepada Nn.
Nn menggenggam tng jati dengan keras, terlihat seperti orang yang kesulitan.
Pada saat ini William berdiri, “Oke,gian saat ini aku nggak buru-buru.”
Dia duduk di sebh kanan Harvey, sedangkan Harvey mengerutkan kening seperti tidak ingin duduk.
begitu dekat dengannya.
Orangin juga duduk satu per satu, sementara William hanya bermain–main dengan air mineral di
depannya, dengan ekspresi yang penuh kesombongan di sudut mata dan alisnya.
Dia menurunkan suaranya, “Kakak, aku berani duduk di sini hari ini karena aku tahu kartu
tersembunyimu, tapi kamu mungkin nggak tahu kartu tersembunyiku.”
Begitu ucapan ini terlontar, Harvey merasa tidak tenang, apakah ada perubahan dm situasi?
William mnjutkan, “Kartu truf terbesarmu adh saham yang ditinggalkan oleh kakek untukmu. Tapi,
Kakak, kebodohanmu adh membagi saham kepada orangin untuk menjaga kedamaian
permukaan Grup Irwin. Tapi, yang paling mudah berubah di dunia ini adh hati, kamu pikir memang
sesuai yang kamu pikirkan?”
“Kayaknya kamu sudah pasti akan mendapatkannya?”
“Kakak, masih ingat kata–kataku waktu kecil? Aku bng aku akan merebut segnya yang menjadi
milikmu. Untuk mencapai tujuan ini, aku sudah menghabiskan banyak energi. Cuma kamu, orang yang
disukai oleh siapa pun, bisa menjadi pewaris Grup Irwin? Baik secara emosional maupun rasional,
seharusnya aku yang pantas. Tapi si tua ini keras kep. Karena dia nggak mau memberikannya
padaku, maka aku akan mengambilnya sendiri. Kamu pikir kamu punya 45% saham yang cukup?”
Harvey terkejut, orang ini jauh lebih mendm daripada yang dia perkirakan.
“Sepertinya tebakanku benar. Karena kamu tahu ku aku sedang membeli saham Grup Irwin secara
diam–diam, kamu pikir aku nggak tahu ku kamu tahu? Yang kamu andalkan adh kepercayaan
dari orang kepercayaan Kakek, aku bisa kasih tahu kamu ku kamu kh dm permainan ini.”
Pandangan Harvey jatuh pada sh satu wajah, pandangan orang itu terlihat ragu–ragu dan tampak
malu, “Maaf Tuan Harvey, aku, aku punya kesulitan…”
“Eh, Kak. Lebih baik ako yang kasih kamu pjaran, tentang bagaimana cara menipu untuk
membingungkan musuh.”
This is property ? of N?velDrama.Org.
William tampak sangat bangga, seh–h dia sudah pasti pemenangnya.
“Mh.”
Pintu besar yang tertutup, kini terbuka. Selena berdiri di pintu,lu dengan lembut memandang
Harvey.” Aku nggak datang tembat, ‘kan?”