AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Antara Dendam dan Penyesalan > Bab 601

Bab 601

    Bab 601


    +15 BONUS


    Harvey mendekat ke Selena dengan cepat danngsung menariknya ke dm pelukannya, “Kamu


    baik-


    baik saja?


    “Aku baik–baik saja. Kebetn tadi aku melihat ada orang yang sedang menindas kelompok yang


    lemah, jadi aku menolong mereka.


    Seth menjskan, Selena melihat ke arah Denisa. “Saya bisa menunjukkan bukti pembelian gaun,


    serta foto gaun yang tergantung di lemari pakn di rumah saya. Nona Denisa sendiri bisa


    memberikan bukti seperti apa?”


    Melihat Selena yang serius, Denisa hanya bisa terus bersikeras, “Manajer saya yang meminjam gaun


    ini untuk saya, buktinya ada padanya.”


    “Baih, ku begitu panggil manajer Anda dan tanyakan dengan js dan studio pakaian mana dia


    meminjamnya. Dengan begini, Anda juga akan mendapatkan kejsan untuk diri Anda sendiri.”


    Content rights belong to N?velDrama.Org.


    “Dia, dia baru saja pergi karena ada urusan, mana mungkin saya bisa memanggilnya ke sini?” “Jadi,


    tanpa bukti apa pun, Anda dengan seenaknya menuduh orangin dan memalsukan harga. bukannya


    itu berarti Anda mkukan penipuan?”


    1. ah. Nyonya Denisa berkata dengan gugup, “Penipuan apanya, jangan menuduh sembarangan.


    Sudah. Irwin memiliki posisi yang tinggi dan berpengaruh, saya tidak pantas mwan Anda.


    Biarkan saja saya yang menanggung kerugian ini.”


    Denisa tidak berani berurusan dengan Harvey Irwin. Dia mencari san dan pergi dengan malu.


    Ku mash ini dibiarkan terus benjut, dia bisa benar–benar ketahuan memakai barang palsu.


    Ku diusut sampai tuntas, habis sudah riwayatnya.


    Selena memandang pria yang sedang menunduk di sampingnya, “Hati–hati ke depannya, jangan


    mengh begitu saja ketika menghadapi situasi seperti inigi.”


    “Terima kasih. Nona. Anda th sangat membantu saya.”


    Petugas kebersihan itu berterima kasih padanya dan berjn pergi dengan tertatih–tatih.


    Selena mengh napas dm diam sambil mengamati punggung pria itu. Ada telu banyak orang di


    ks bawah seperti ini, dia hanya bisa membantu untuk sesaat, tapi dia tidak bisa membantu mereka


    seumur hidup.


    Selena menarik pandangannya dan bersiap–siap untuk pergi dengan Harvey, tetapi dia melihat bahwa


    tatapan Harvey masih tertuju pada sosok yang sedang berjn pergi itu.


    “Harvey, dia kasihan ya?”


    Harvey terlihat seperti banyak pikiran dan bergumam pn.


    “Ayo kita png.”


    “Oke.”


    Seth menimbulkan kekacauan, Selena tidak ingin teluma menjadi pusat perhatian, jadi dia


    segera mengandeng tangan Harvey dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


    Saat melewati Alex, Harvey memberikan perintah padanya dengan suara pn sebelum naik ke mobil.


    “Baik, Tuan Harvey,” kata Alex sambil bergegas pergi.


    Selena berhenti dan memandangnya, “Ada apa?”


    “Nggak apa–apa, ayo pergi.” Harvey membi kep Selena dan membuka pintu mobil untuknya.


    Mobil mju, Selena menguap dan bersandar di pelukan Harvey.


    Salju turun dengan lebatnya di luar dan tampak indah di bawah cahayampu jn.


    Pada mm musim dingin seperti ini, hanya sedikit orang yang berada di luar rumah.


    Denisa mengeluh di telepon, “Sial, hari ini aku bertemu dengan orang yang keras kep. Awalnya


    orang miskin itu bahkan sudah bersedia memberikan uang padaku, jadi sia–sia aku membuang rokku.


    Memangnya sudah hebat ya ku punya banyak uang. Aku baru saja mengunggah sebuah postingan,


    kamu sebarkan secara anonim. Jangan sampai orang tahu itu aku. Sin itu, jemput aku dari pintu


    bkang, jangan sampai ada yang lihat.”


    Seth menutup telepon, Denisa baru saja hendak menggosok–gosokkan tangannya, cuaca di hari


    yang


    menyebalkan ini telu dingin.


    Pada saat itu dia menyadari, di bawahmpu jn tidak jauh darinya, berdiri seorang pria. Karena


    cahayanya telu redup, hanya terlihat bahwa orang itu sangat tinggi. Cahaya darimpu jn


    membuat bayangannya terlihat sangat panjang.


    Denisa secara refleks merasa sedikit gugup. Dia sengaja berjn ke jn kecil ini karena dia yakin


    tidak


    akan ada orang di sini.


    +15 BONUS


    Seth dia memperhatikan dengan seksama, barh dia menyadari bahwa pria itu mengenakan


    seragam petugas kebersihan.


    “Ternyata kamu.”


    Rasa takut Denisa menghng begitu dia melihat bahwa orang tersebut adh petugas kebersihan


    yang tadi. “Apa yang kamukukan di sini?”


    “Nona Denisa mau pergi begitu saja tanpa mengambil uang?”


    Denisa senang sekali karena kesempatan emas yang dikiranya th hng mh kembaligi


    padanya.


    “Karena kamu cukup punya hati nurani, aku juga tidak perlu begitu banyak, cukup berikan aku dua


    ratus


    juta saja.


    Pria itu mengenakan topi snapback dan matanya sama sekali tidak terlihat karena tertutupi oleh lidah


    topi tersebut.


    “Baik, saya akan memberikannya pada Anda.”


    Melihat pria itu berjn dengan pincang ke arahnya, Denisa tiba–tiba merasa ada yang tidak beres,


    bulu kuduknya merinding, instingnya memberitahunya untuk segera mrikan diri.


    Dia baru saja akan pergi, ketika pria itu cepat menyerangnya dan mencengkeram lehernya dengan


    satu


    tangan.


    Denisa ingin meronta, tetapi dia menyadari dirinya sama sekali tak berdaya mwan cengkraman pria


    tersebut. Pupil matanya membesar saat dia menatap pria di depannya dengan ngeri.


    Today’s Bonus Offer


    GET IT NOW
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul