Bab 599
Melihat raut wajah Wina berubah, Selena dengan santal mengeringkan tangannya dengan tisu,
kemudian pehanhan mengoleskan krim tangan.
“Nona Wina, aku nggak mengerti apa yang ingin kamu buktikan di depanku. Apakah itu permainan
rumah -rumahan anak usia tiga atau lima tahun, atautar bkang keluargamu yang membuatmu
bangga? Yang aku tahu, dm cinta, orang yang tidak dicintal adh pecundang. Terlebihgi,
perasaannya terhadapmu, aku kira dia lebih peduli pada penjual ubi bakar di persimpangan
daripadamu.”
Selena meletakkan krim tangan. “Jika aku membuatmu malu, kenapa masih berani maju dan
melompat?
“Selena, kita tunggu dan lihat siapa yang akan menjadi pecundang. Kita akan segera bertemugi.”
Wina awalnya ingin melontarkan kata–kata kasar, tetapi dia tidak menyangka Selena akan
membsnya dengan cepat dan membuatnya tidak bisa berkata–kata.
Benar, yang membuatnya bangga bukan halin, tetapi cinta Harvey padanya.
Tanpa Harvey, dirinya bukan apa–apa.
Namun, dengan bersama Harvey, Selena memiliki seluruh dunia.
Selena tidak telu merasa terancam oleh Wina. Jika pria ini mencintainya, dia tidak perlu takut pada
wanitain.
Ku pria itu tidak mencintainyagi, menangis dan berteriak sekuat apapun juga tidak akan ada
gunanya.
Wanitain bukah fokus utama, yang terpenting adh hati pria yang mencintainya.
Selena yang mengenakan sepatu hak tinggi, berjn pergi dengan tenang. Terlepas dari Wina yang
berbicara sinis di bkangnya.
Baru sampai di tikungan, dia mendengar suara wanita yang menusuk telinga. “Apakah kamu tahu
seberapa berharganya gaun ini? Berapa banyak usaha yang kkukan untuk meminjamnya dari pihak
merek. Apa kamu tahu bahwa gaun haute couture seperti Ini tidak boleh terkena air! Apakah kamu,
tukang bersih–bersih mampu menggantinya?”
Seorang wanita bergaun biru mm yang berdiri di kejauhan mengangkat gaunnya dan mencaci maki
seorang pria berpakaian petugas kebersihan di depannya.
Pria Itu tinggi semampal, tetapi menundukkan kepnya, tampak sangat rendah hati.
“Maal.”
“Maal, maal. Ku ada gunanya, untuk apa ada polisi? Begini saja, biar kamu tidak bng aku
menindasmu, beri aku satu mir. Sisanya anggap saja aku sedang sial dan membanturnu
melunasinya.
“Satu miliar?” Selena keluar dengan tersenyum, “Nona, sepertinya kamu meminta harga yang telu
tinggi. Gaun yang kamu kenakan harganya hanya di atas tujuh digit.”
Wanita itungsung melipat kedua tangannya di dada, dengan wajah sombong menatap Selena.
Saat Harvey mengumumkan pernikahannya, dia tidak hadir, jadi dia tidak mengenal Selena. Dia hanyal
menganggap wanita itu sebagai orang asing. Karena Selena terlihat sangat cantik, dia mengira Selena
adh simpanan sh satu pria di sana.
“Kakak, kamu tidak apa–apa? Gaun yang aku pakai ini adh karya terbaru dari Master Niko. Coba
kamu tanya–tanya di luar sana, berapa harga gaun ini? Di pasaran, sepuluh miliar pun tidak cukup
untuk mendapatkannya. Aku hanya meminta dia ganti rugi satu miliar, itu sudah termasuk murah hati.”
Content rights belong to N?velDrama.Org.
“Jika asli, satu miliar tentu tidak cukup. Namun, Nona, yang kamu kenakan ini palsu. Bisa dibng
tiruan yang cukup bagus, makanya aku bng ninya tujuh digit. Barang palsu paling harganya dua
ratus atau
empat ratus ribu.”
Selenangsung menc itu palsu, wajah wanita itu sangat tidak sedap dipandang. “Kamu bicara
omong kosong. Sebagai bintang terkenal, apakah aku akan memakai barang palsu? Aku meminjam
gaun ini dengan susah payah. Aku sarankan kamu jangan ikut campur urusan orangin.”
Meskipun Selena kehngan ingatannya, dari aura wanita itu terlihat js bahwa dia bukan orang
Wajah petugas kebersihan itu memiliki luka besar, dan kulitnya yang terlihat juga gp dan kasar.
menandakan bahwa dia adh orang yang bekerja keras sma bertahun–tahun.
biasa.
Dengan tubuh bungkuk dan suara serak, dia berkata, “Nona, terima kasih. Kamu pergh dulu, aku
tidak ingin merepotkanmu. Berapapun biayanya, aku akan ganti. Aku… aku menabung sma
bertahun- tahun, dan jika tidak cukup, aku akan menjual rumah. Aku pasti bisa membayarnya.”
“Untuk apa membayar barang palsu itu? Paling–paling kasih dia seratus ribu untuk biaya
pembersihan.”
Suara perselisihan mereka menarik perhatian orangin, dan makin banyak orang yang berkumpul
untuk
menonton.