Bab 548
Seth mandi, Harvey berganti pakaian dan segera berangkat ke rumah sakit.
Sebelum masuk dia bertanya, “Gimana keadaannya?”
Alex menjawab, “Sangat aneh, suasana hati Nyonya sangat baik, bahkan dia minta tambah porsi
makan.”
“Dia nggak bng apa–apa?”
“Nyonya bertanya soal kondisi anak–anak dan ingin tahu berapa orang yang tertangkap. Apa ada
Lewis atau nggak. Sin itu, dia benar–benar tampak sangat tenang.”
“Terus kamu jawab apa?”
“Tentu saja kujawab dengan jujur. Kubng Lewis berhasil kabur, sisanya sudah berhasil dikurung dan
disiksa dengan kejam. Seth itu, Nyonya nggak bng apa–apagi, hanya berkata dia merasa lh
dan ingin beristirahat.”
Alex menggaruk kep sebelum berhati–hati mengajukan tanya, “Tuan Harvey, apa yang terjadi pada
Nyonya? Tingkahnya yang setenang ini membuatku agak ngeri. Ketenangan Nyonya membuat bulu
kuduk orang pun merinding.”
“Sepertinya, dia nggak bohong padaku,” jawab Harvey.
Sebenarnya, Harvey masih khawatir tentang Selena yang berusaha menghindarinya dan bunuh diri.
Untungnya, dia benar–benar sudah paham sekarang.
Harvey pehan memasuki ruangan, pasien yang berada di ranjang pun terbangun.
Mata yang jernih tampak sangat tenang. “Aku tahu kamu pasti belum istirahat, tarik saja kasur sofa di
sebh sana dan beristirahah.”
Harvey melirik Selena beberapa kali. “Seli, kamu nggak apa–apa?”
“Tentu, baik–baik saja. Aku mengikuti anjuran pengobatan dokter agar cepat sembuh. Sin itu,
tangan kananku mi ada sedikit rangsangan. Carikan dokter terbaik, biar aku nggak berakhir menjadi
orang
cacat.”
Sma enam bn ini, meski terus menerima pengobatan untuk tangannya, dia tak bisa meminum
banyak obat dan mkukan beberapa metode penyembuhan karena masa kehamn.
Untungnya, ahli akupunktur slu memberi tusukan pengobatan dan Selena baru saja menyadari ada
sedikit rangsangan di tangannya.
Hal ini mungkin jadi satu–satunya kabar baik di tengah kehidupan busuknya.
“Oke, tapi keguguran sudah melukai organ dmmu, jadi kamu harus istirahat penuh sma sebn,
sama dengan orang yang habis mhirkan. Aku bisa mengatur mash pengobatanmu, nggak usah
tergesa–gesa.”
Selena melirik ke arah daun–daun di luar yang menguning karena musim gugur. “Mereka sudah
tertangkap hidup–hidup, apa sudah dapat informasi yang berguna?” tanya Selena penasaran.
“Mereka orang ke–X, tapi hanya pesuruh dan bertanggung jawab atas target. Mereka nggak tahu
pa yang memberi perintah.”
“Jadi, berapa banyak orang yang menyerang kall In17”
“Totalnya 100 orang,” singkat Harvey.
Selena terblak. “Aku nggak paham dengan organisasi itu, 100 orang harusnya Juh yang
banyak,” kan?”
“ke–X Ini organisasi pembunuh paling terkenal di dunia. Orang–orang yang bisa bergabung adh
mereka yang dtih sendiri mi kecil, sisanya adh purnawirawan pasukan khusus dari berbagai
negara, mata–mata yang mengkhianati negaranya, dan orang dengan kemampuan fisik yang kuat.
Mereka membagi anggotanya berdasarkan krite tertentu, tingkat C sampal S. Kejadian kali ini ada
90 orang tingkat C, tujuh orang tingkat B, dua orang tingkat A, dan satu oranggi yang mereka pun
nggak tahu tingkatan si orang ini.”
Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org.
“Apa tingkatan Lewis?”
“Tingkat A, dia adh komandan misi kall inl.”
Selena tersenyum masam. “Dia kabur?”
“Kakinya tertembak,lu melompat keut. Keadaan hidup dan matinya masih belum terkonfirmasi.”
“Berapa besaran biayanya untuk sewa begitu banyak orang?”
Harvey mengacungkan dua Jarl seraya menjawab, “Segini.”
“20 miliar?”
Harvey menggelengkan kep. “Minya dari harga dua triliun. Sejn kataku yang sebelumnya,
mereka ini orang–orang yang sangat hebat. Butuh waktu, tenaga, dan sumber daya yang banyak untuk
merawatnya. Biasanya cuma butuh dua atau beberapa orang saja guna menjnkan misi. Uang untuk
kesepakatannya juga bervariasi, dari miliaran sampai puluhan miliar.”
Selena menyeringai. “Demi membunuhku, ini adh sesuatu yang besar, loh. Menurutmu siapa yang
ingin menckaiku?”
“Dilihat dari motifnya, mungkin Agatha atau Lanny, tapi uang dua triliun itu bagi Agatha bukah
juh sedikit. Aku sudah periksa rekening keluarga Wilson. Jangankan dia, keluarga Wilson pun
nggak akan sanggup membayarnya. Sin itu, Agatha ngggak punya koneksi untuk menghubungi
ke–X.”
“Bukan Agatha, ya? Berarti Lanny?” tembak Selena.