AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Antara Dendam dan Penyesalan > Bab 473

Bab 473

    Bab 473


    Selena yang tadinya merasa gelisah dan takut, sontak murka usai mendengar


    perkataan Qiara. “Jadi, begini etikamu? Profesimu hanya kamu jadikan senjata


    untuk menyerang orangin? Tahu apa kamu tentangku? Kamu tahu cerita yang


    sebenarnya? Apa hakmu untuk menghinaku?”


    Qiara melipat tangannya di dada. “Menghina? Kamu sebut fakta itu sebagai


    penghinaan? Yah, ku begitu aku nggak bisa apa–apa. Siapa yang nggak tahu ku


    Tuan Harvey akan segera menikah? Tapi, dia justru membawamu ke sini untuk


    mkukan aborsi. Lalu, siapa kamu ku bukan simpanannya?”


    Qiara menilik Selena penuh penian sembari berkata, “Para wanita muda zaman


    sekarang memang nggak tahu aturan. Bukannya fokus bekerja atau bjar, mh


    Property ? 2024 N0(v)elDrama.Org.


    sibuk merayu suami orang. Wanita sepertimu pantas untuk aborsi. Kamu nggak


    pantas untuk punya anak. Kkuanmu sama seperti binatang. Akan lebih baik


    ku kamu mandul dan hidup sebatang kara smanya!”


    “k!” Tiba–tiba, suara tamparan menggema di ruangan. Selena berhasil


    melepaskan diri dan menampar wajah Qiara.


    “Sin, beraninya jng sepertimu memukulku! Kalian semua tunggu apa, cepat


    tahan dia.”


    Namun, perawatin tak sebodoh itu. Sekalipun Selena memang wanita simpanan,


    dia adh simpanan seorang Harvey. Bukan m mereka untuk ikut campur dm


    hal ini.


    Qiara tak peduli. Lantas, dia menarik lengan Selena dengan ekspresi marah di


    wajah. “Kamu sudah cacat, tapi masih berani pukul aku? Kamu sudah bertindak


    telu jauh!” tegurnya.


    Sambil berkata demikian, dia menampar wajah Selena dengan keras. Tanpa sadar,


    sebenarnya ini menjadi bagian dari rencana Selena.


    Sejak awal, Selena sudah tahu bahwa Qiara memiliki gangguan mental. Seks, dia


    terlihat seperti seorang istri yang ditinggal suami dan merasa kesal setiap kali


    melihat wanita muda.


    +15 BONUS


    Untuk menggagalkan aborsi ini, Selena harus membuat kekacauan.


    Qiara cukup kuat, wajah Selenangsung menjadi merah dan bengkak akibat


    tamparannya.


    Alih–alih mengungkapkan identitasnya, Selena terus–menerus memprovokasi Qiara.


    “Meski cacat, aku masih lebih baik darimu. Suamimu pasti menemukan wanita


    muda yang cantik dan menceraikanmu, benar begitu? Dengan wajah kusammu itu,


    aku juga nggak akan tahan ku jadi suamimu.”


    Ucapan Selena berhasil menusuk hati Qiara, membuat ekspresinya tampak begitu


    murka.


    “Dasar jng, apa katamu? Suami siapa yang nggak tahan?”


    “Kamu! Kamu pasti iri karena aku masih muda dan cantik, makanya kamu menjelek-


    jelekkanku. Tapi, bagaimanapun juga, kamu yang menghinaku nggak akan


    mengubah fakta ku kamu dicampakkan suamimu sendiri. Aku masih muda dan


    disukai banyak pria. Nggak seperti kamu yang sudah tua dan keriput. Kamu nggak


    akanku seumur hidup!”


    “Dasar jng, akan kurobek mulutmu!”


    “Kak Qiara, apa yang kamukukan! Hentikan!”


    “Kak Qiara, tenanh, Jangan begini.”


    Semua orang di rumah sakit tahu betul bagaimana sakitnya hati Qiara. Biasanya, tak


    ada seorang pun yang berani menyebut kata ‘suami‘ di hadapannya.


    Namun, Selena mh sengaja memancing amarah Qiara.


    Keduanya terlibat perkhian, meskipun Qiara yang sebenarnya memukuli Selena


    secara sepihak.


    Selena melindungi perut bagian bawahnya dengan satu tangan, tak mampu


    mwan sama sekali.


    Dia menendang rak dorong pertan medis dengan sekuat tenaga, membuat semua


    pertan jatuh berserakan dintai hingga menimbulkan kegaduhan.


    2/3


    +15 BONUS


    Selena memanfaatkan kesempatan itu untuk berteriak minta tolong, “Tolong!


    Tolong!”


    Alex, yang berjaga di luar, segera membuka pintu dan melihat Selena yang tengah


    dipukuli.


    Lantas, dia berteriak murka, “Apa yang kaliankukan, sih!” o


    Lian dengan cepat melepaskan jaketnya untuk menutupi paha Selena.


    “Nona Selena, kamu nggak apa–apa?”


    Dia menyisir rambut Selena yang berantakan ke satu sisi danngsung marah begitu melihat bekas jari


    dan bengkak yang tercetak di pipi Selena. Lian segera menyingsingkan lengan bajunya dan siap


    bertarung.


    “Kurasa kamu telu meremehkanku, beraninya kamu memukul wanita hamil? Ku kamu berani, ayo


    duel denganku di luar! Jangan panggil aku Lian ku nggak bisa membuatmu babak belur hari ini!”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul