Bab 347
+15 BONUS
Maisha tidak menyadari ekspresi kedua orang itu, dia masih tenggm dm ingatannya sendiri.
“Dm ingatanku, aku tidak pernah peduli dengan sekhmu, tidak memerhatikan hobimu, bahkan tidak pernah meneleponmu
sma bertahun—-tahun. Aku meninggalkanmu saat kamu masih kecil, Kamu pasti sangat marah pada Ibu, ‘kan?”
“Aku...” Selena menarik napas, hatinya bimbang apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya.
Calvin menarik napas dm—dm seth ragu-ragu sejenak. “Maisha, tenangkan dirimu. Apa yang
akan aku katakan snjutnya sangat penting.”
Selena menyeka air matanya,lu mengangkat tangannya untuk menyeka air mata di wajah Maisha.
Maisha terpaku sejenak. Sejak dia dan Selena bertemu, Selena slu bersikap acuh tak acuh. Ini adh pertama kalinya
Selena berinisiatif untuk mendekatinya.
“Apa yang sebenarnya ingin kalian katakan?”
Calvin memberikan penjsan yang singkat dan js. “Kabar buruk, tes sumsum tng Selena tidak
cocok.”
“Hmm, aku sudah siap secara mental.”
“Kabar baiknya, Selena bukan anak kandungmu. Kamu masih memiliki satu anak perempuan kandung. kemungkinan sumsum
tngnya cocok denganmu.”
Ini telungsung, sepertingsung menghantam kep Maisha dan membuatnya pusing seketika.
“Kamu, apa yang kamu katakan?”
Melihat ekspresinya yang tidak tahu apa pun, Calvin tidak menjskan telu banyak danngsung memberikan bukti yang ada
di tangannya. “Kamu lihat sendiri saja.”
Maisha melihat hasil tes DNA dan wajahnya berubah drastis. Dia menggeleng—gelengkan kep dengan cepat. “Tidak mungkin,
bagaimana mungkin! Bagaimana mungkin dia bukan anakku?”
Selena menenangkan Maisha. “Bibi Maisha, jangan telu terkejut dulu. Aku juga baru tahu kabar ini dan reaksiku sama seperti
kamu. Laporan ini tidak mungkin palsu, pasti ada sesuatu yang terjadi pada waktu itu. Pikirkah dengan baik, apakah kamu
benar—benar hamil?”
Maisha menggerutu, “Meskipun aku tidak menyukai ayahmu, bukan berarti aku tidak hamil. Saat itu aku mengmi mual—mual
yang sangat parah, muntah terus menerus sma beberapa bn, dan itu sangat menyiksaku.”
“Tidak heran kamu tidak menyukaiku sejak kecil,” Selena juga mengeluh.
Maisha merasa sedikit malu, wajahnya memerah,
“Coba kamu ingat-ingatgi, apakah ada hal yang tidak biasa terjadi sma kehamn? Misalnya, apakah ada mash dengan
perkembangan janin, atau apakah ada kejadian yang tidak terduga saat proses persalinan?”
“Sma kehamn, reaksiku sangat kuat, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan bayiku sehat, dan aku sudah mengetahui jenis
kminnya sejak awal, yaitu anak perempuan.”
“Hari itu, saat aku mhirkan, aku masih ingat dengan js. Aku sudah berada di rumah sakit beberapa hari sebelumnya.
Ketika air ketuban pecah, dokter terus berada di sisiku. Aku berusaha mhirkan normal sma satu hari, tetapi tidak berhasil.
Akhirnya, aku menjni operasi sesar dengan bius lokal, jadi aku masih sadar.”
“Lalu apa yang terjadi snjutnya?” Selena bertanya lebihnjut.
*Kemudian, aku dan bayiku didorong keluar dari ruang operasi. Karena aku mengmi luka fisik akibat mhirkan, dan masih
merasakan sakit seth operasi, ayahmu dan nenekmu memfokuskan perhatiannya padaku, sehingga menyerahkan bayi untuk
diurus perawat bayi.”
Maisha mengingat saat itu, ekspresinya juga agak malu—malu.
“Sma bertahun-tahun, aku slu merasa murung. Aku mengmi depresi sebelum dan seth mhirkan. Ditambahgi,
operasi membuat kondisi tubuhku menjadi lebih buruk. Aku sempat
membenci anakku, jadi begitu diahir, diangsung dipegang oleh perawat bayi. Perawat bayi yang
memberinya susu form, mengganti popoknya, memandikannya, dan membersihkannya. Sma
masa nifas, aku tinggal di pusat pemulihan pasca mhirkan untuk memulihkan tubuhku dan tidakN?vel(D)ra/ma.Org exclusive ? material.
telu memerhatikan anakku.”
Selena mengernyitkan keningnya. “Jadi ketika anakhir, ayah dan nenek fokus padamu dan tidak
mengawasi anak?”
“Ya, memang begitu. Saat itu aku sangat sakit, ditambahgi biaya pusat pemulihan seth mhirkan beberapa ratus juta per
bn. Mereka lebih berpengman dm merawat anak daripada kami, jadi
tidak mempermashkannya.”
Selena mengusap pelipisnya.
Dia tahu Arya mencintai Maisha, tetapi tidak perlu sampai mengabaikan anak!
Pusat pemulihan pasca mhirkan memiliki lebih dari satu bayi, dan mereka masih kecil saat itu. Bayi
yang begitu kecil terlihat hampir sama, jadi mungkin saja mereka secara tidak sengaja tertukar saat digendong.
“Sebelumnya aku kira kamu tahu aku bukan anakmu, makanya kamu sengaja bersikap dingin padaku.”
Kalimat itu bagaikan tamparan keras di wajahnya. Maisha hampir menangis, terisak dan tidak tahu
harus berkata apa.
+15 BONUS
Selena menoleh ke arah Calvin, “Paman Calvin, berarti ku kita bisa menemukan pusat pemulihan
pasca mhirkan itu dan mencari tahu anak—anak yang ada di sana pada waktu itu, kita bisa
menemukan putri kandung Bibi Maisha!”