Bab 327
Agatha menn semua keluhan yang ingin dia keluarkan. Sejak kapan Harvey bahkan tidak ingin berbicara sepatah kata pun
dengannya.
“Harvey, kamu tidak bisa melihat wajahku?*
Harvey baru mengangkat kepnya dan melihat pipinya yang memerah, serta ada bekas tapak jari.
“Siapa yang memukulmu?”
“Ayahku.”
“Tidak ada yang bisa dkukan.” Harvey duduk kembali dan membuka sebuah map.
Dia tidak mungkin pergi mencari Calvin untuk membuat perhitungan, ‘kan? Batin Harvey.
Tanpa hubungan Keluarga Wilson sekalipun, dia sendiri sangat menghormati Calvin.
Agatha melihat Harvey tidak menunjukkan reaksi apa pun, dia segera bergegas ke arahnya. “Jika Selena
terluka, apakah kamu masih akan bersikap sedingin ini?”
Harvey ingin mengatakan memangnya kamu pantas untuk dibandingkan dengannya. Namun, ketika dial teringat Kavin yang
th meninggal, dia menn kembali kalimat itu. “Aku akan meminta Alex mengantarmu ke rumah sakit.”
“Aku adh tunanganmu!”
Agatha merasa sangat tidak puas dengan sikapnya yang asal—asn. Memang, dia tidak pernah menunjukkan kedekatan pada
dirinya, minkan slu bersikap sopan dan menghormatinya.
Sekarang Harvey bahkan tidak bisa menunjukkan rasa hormat yang paling mendasar. Rasa jijiknya terhadap dirinya terlihat
js.
“Kamu nggak datang saat pesta pertunangan.” Harvey mengingatkan.
“Kenapa? Kamu nggak mau mengakui janjimu? Jangan lupa kamu sudah berjanji pada Kavin untuk melindungi kami seumur
hidup! Jika bukan karena Kavin, kamu sudah mati!”Content is property of N?velDrama.Org.
Kalimat ini diucapkan Agatha berkali-kali, seperti saat dia menginginkan “Starkling*. Harvey bng tidak bisa, kemudian dia akan
mengungkit kematian Kavin.
Agatha ingin Perumahan Kenali, itu seharusnya menjadi kejutan untuk Selena, tetapi akhirnya Harvey dengan sakit hati harus
melepaskannya begitu nama Kavin disebut.
Bahkan rumah sakit yang dipersiapkan oleh Harvey sma beberapa tahun, mi dari tender, pengajuan izin, pembebasan
lahan, pembangunan, semuanya menghabiskan banyak energi. Awalnya dirinya ingin memberikan rumah sakit itu sebagai
hadiah pada Selena seth dia mhirkan.
Dia tahu Selena memiliki hali yang baik, dia bahkan mendirikan sebuah dana amal khusus untuk orang- orang yang tidak
mampu mendapatkan perawatan medis.
Dia sudah membayangkan betapa bahagianya Selena saat mengetahuinya.
Ketika Agatha mengetahui berita itu, dia menuntut saham rumah sakit dan bahkan mengubah namanya..
Dm beberapa waktu itu, ditambah dengan kebencian adiknya, Harvey juga membenci Selena, tetapi rasa cintanya tidak
pernah berkurang, a
Rasa bersh terhadap Kavin menjadi modal bagi Agatha untuk menuntut banyak hal, dan Harvey terus- menerus menahan
diri.
Hasil menahan sampai akhir adh Selena terluka parah.
Harvey tiba—tiba menutup map dengan keras, membuat Agatha terkejut.
“Kamu, kenapa kamu melihatku seperti itu! Apakah aku sh bicara? Dia itu mati juga karena
melindungimu....”
“Cukupl
Seluruh tubuh Harvey memancarkan hawa dingin yang menusuk, suaranya pun turun ke tingkat terendah. Dia berdiri,
berpegangan pada meja dengan kedua tangannya,
“Apakah kematian Kavin adh modalmu untuk menuntut harga setinggingit?”
Harvey menatap Agatha dengan tatapan tajam yang penuh tekanan. Agatha gemetar ketakutan di bawah tatapannya. “Aku,
aku...
“Ya, dia mati demi menymatkanku. Aku sangat berterima kasih padanya dan berjanji padanya untuk menjaga kalian dengan
baik. Kamu bng kamu ingin menikah denganku, aku menyetujuinya. Apa pun yang kamu inginkan, aku akan berikan padamu.”
“Pada pesta ng tahun Harvest sebelumnya, dan di pesta pertunangan kali ini, kapan aku pernah menjelek-jelekkanmu sedikit
pun? Agatha, tidak perlu aku sebutkan berapa Banyak uang dan tenaga yang th aku curahkan untukmu. Apakah kamu
benar—benar pernah merasa sedih atas kematian.
Kavin?”
Agatha js—js merasa tidak senang. “Aku hamil anaknya, kenapa aku tidak sedih saat dia meninggal?” a
Harvey memandangnya dengan pandangan yang tajam, sehingga Agatha merasa canggung dan menundukkan kep.
Harvey mengungkapkan sebuah rahasia yang th disembunyikan untuk waktu yangma. “Anak ini bagaimana datangnya,
orangin tidak tahu, memangnya aku tidak tahu?”