Bab 274
Agatha melihat kedua orang diyar. Sepertinya untuk mempengaruhi perasaan mereka, pihakwan sengaja menyiarkan
gambar definisi tinggi yang diambil dengan jarak yang sangat dekat.
Sehingga mereka dapat dengan js melihat kondisi terkini para sandera.
Berlian yang indah di tubuh Agatha memantulkan lingkaran cahaya yang menyukan di bawah sinar
matahari.Content rights by N?velDr//ama.Org.
Kain hitam yang menutupi matanya sudah basah oleh air mata dari tadi. Riasan wajah yang membutuhkan begitu banyak waktu
pagi ini juga th dibuat luntur oleh air matanya.
Pada saat ini, Agatha tidak peduligi dengan penampnnya. Dia hanya ingin bertahan hidup dan mnjutkan hidup dengan
baik.
Sebaliknya, Selena terlihat sangat kontras dengan Agatha.
Matanya yang tertutup menyembunyikan perasaannya. Dilihat dari bibir tipisnya yang terkatup rapat, dia tidak meminta tolong
atau bahkan mengucapkan sepatah kata pun dari awal hingga akhir.
Ada yang menebak mungkin dia sudah pingsan.
Juga ada orang yang melihat keringat yang membanjiri kepnya.
Yang aneh adh ternyata itu keringat bukan air mata.
Dia js—js tidak berdandan, tetapi warna kulitnya begitu putih hingga nyaris transparan, bahkan
bibirnya tampak sangat pucat.
“Si mantan istri ini juga sepertinya telu tenang? Di saat-saat genting seperti ini, kenapa dia tidak
panik?”
“Apakah dia tidak takut mati?”
“Meminta tolong berarti merasa ada harapan untuk dismatkan, tetapi dia menutup rapat bibirnya. Mungkin dia sudah
memprediksi bahwa dia tidak akan dismatkan, jadi tidak peduli mau berjuang. sekeras apa pun, hasilnya akan tetap sama,
kenapa juga harus membuang waktu dan tenaga untuk hal yang tidak berarti seperti ini?”
500
Banyak pendapat yang berbeda—beda, dan banyak orang yang merasa kasihan pada mantan istri yang
-tidak pernah muncul ini.
Ketika para hadirin sibuk menerka, Selena yang dari tadi tidak berkata apa—apa pehan berkata, “Bu, aku juga penasaran,
antara Agatha dan aku, siapa yang akan Ibu pilin?”
Kali ini dia tidak memanggil Maisha dengan panggn ‘Nyonya Maisha’, tetapi dia memanggilnya dengan panggn yang sudah
lama tidak diucapkan.
Dm situasi yang berbeda, Maisha pasti akan sangat senang, tapi sayangnya tidak begitu.
Selena berkata dengan suara pn, “Aku tidak menyhkanmu atas sikap dinginmu sejak kecil, juga tidak menyhkanmu
atas kepergianmu yang tiba—tiba saat itu, karena ayah bng kalian tidak bahagia hidup bersama. Ibu bukan pergi, tapi sedang
mencari kebahagiaan Ibu sendiri.”
“Ibu memutuskan hubungan dengan Ayah dan pergi sma bertahun—tahun. Aku pernah ditindas orang dan disebut sebagai
anak haram. Aku tidak mash dengan semua ini. Aku juga tidak menyhkanmu, aku hanya ingin tahu satu hal”
“Dm hatimu, apakah hubungan kita sebagai ibu dan anak sudah benar—benar putus?”
Selena tersenyum lembut. “Aku tidak takut mati, tapi aku ingin tahu apakah aku ada di hati ibuku yang
th aku tunggu—tunggu sma lebih dari sepuluh tahun, sekalipun... hanya sekali ini.”
Pada saat itu, semua orang memandang Maisha, sementara Agatha terus berteriak, “Ibu, Ibu bng b
akan melindungiku. Meskipun kita tidak memiliki hubungan darah, Ibu akan mempekukanku seperti anak perempuan sendiri
Selena tidak peduli apakah dia akan hidup atau mati, karena kondisi perutnya sudah memburuk sedemikian rupa sehingga dia
sendiri tidak tahu berapamagi dia bisa bertahan hidup.
Dia hanya ingin bertemu dengan wanita yang th dia tunggu sma lebih dari sepuluh tahun sebelum dia meninggal
Selena seperti anak yang dibuang di tengah salju. Dia th mengmi badai dan hujan salju yang hampir merenggut
nyawanya, hanya tersisa napas terakhir.
Dia menahan napasnya yang terakhir ini, hanya karena dia sedang menunggu, menunggu ibunya datang dan menjemputnya.
Dia ingin memberi tahu anak—anak nakal yang menindasnya dulu bahwa dia bukan anak haram yang tidak diinginkan.
Dia juga punya ibu, ibunya adh ibu yang paling lembut dan paling mencintainya di dunia. “Ibu, Ibu akan memilihku, “kan?”
Terselip sedikit isak tangis yang samar—samar dm suaranya.