Bab 226
Menyadari baliwa ada yang tidak beres, Selena segera menjskan, “Aku sudah membaca dokumen-dokumen itu, tapi aku
menemukan beberapa mash. Dokumen -dokumen itu nggak membuktikan secarangsung ku adikmu dibunuh oleh
ayahku. Nggak ada bukti fisik, dan nggak ada saksinya juga, cuma dugaan ku ayahku punya motif untuk mkukan
kejahatan.”
Harveyngsung menjatuhkan piring di atas meja kentai.
Wajahnya yang tadinya tersenyum, kini terus menjadi sangat dingin. Harvey tiga
bn yanglu pun kembali muncul.
Sebelum Selena sempat memberi penjsan lebihnjut tentang mash ini,
Harvey berdiri dan menatapnya dengan hina, dengan aura penindasan yang kuat.
“Pertama, aku sudah mkukan tes DNA terhadap mayat itu, tentunya dia adh
adikku. Kemudian, aku juga sudah mkukan tes DNA terhadap mayat anak yang ada di dm kandungannya dengan Arya
untuk memastikan bahwa Arya adh
ayah kandungnya.”
“Kedua, aku sudah menyelidiki kehidupan Lanny beberapa waktu sebelum
meninggal, baik itu riwayat teleponnya, atau riwayatinnya, dan orang yang paling
sering dihubunginya adh Arya.”
“Terakhir, satu-satunya orang yang dia temui dulu adh Arya. Sin Arya, menurutmu siapagi? Ku kamu butuh saksi,
perlu ada keajaiban medis dari ayahmu, atau kamu mau orang mati berbicara?”
Selena menatap wajah dingin Harvey lekat-lekat. Ternyata, sampai kapan pun Lanny tetap akan menjadi sosok yang tidak akan
pernah bisa disentuhnya.
Selena kira hubungannya dengan Harvey sudah membaik, tetapi sekarang tampaknya posisinya di hati Harvey tidak bisa
dibandingkan dengan Agatha atau
Lanny.
Dia diam—diam menahan keinginannya untuk mengungkapkan kebenaran. Dia khawatir ku mengatakannya, hal itu hanya
akan menyulitkan dirinya sendiri.
4/1
Sementara Harvey tidak akan merasa kasihan, mungkin mh akan mengira bahwa Selena berusaha melindungi Arya.
Melihatntai yang berantakan, ini sangat mirip dengan ketulusan hatinya dulu dan pernikahannya dengan Harvey yang hancur.
“Pokoknya aku percaya pada ayahku,” ujar Selena menunduk, tidak menjskan
lagi.
Perkataan itu sungguh membuat Harvey geram, “Ku begitu pergi dari sini!” teriaknya dengan wajah ganas.
Selena membanting pintu dan pergi. Masih belum ada jn keluar untuk dirinya
dan Harvey.
Tanpa Agatha pun, smanya Lanny akan slu menjadi “duri” antara dirinya dan
Harvey.
Seth keluar dari hotel, Selena melihatntai gedung yang menjng tinggi di
atas kepnya.
Dia tahu sekarang Harvey sedang berdiri di balkon sambil merokok.
Seseorang sedang merokok sendirian, dia bahkan tidak bisa melihat sosok pria itu.
Kali ini, hanya ada Harvey seorang.
Dia menunduk melihat ke jnan yang ramai, mungkin dari tadi Selena sudah masuk ke dm kerumunan, dia berusaha keras
untuk menemukannya di tengah
kerumunan itu.
Namun, dia menyadari bahwa dia tidak bisa melihat apa—apa dengan js di kegpan mm.
Di depannya ada banyak nympu, sedangkan di bkangnya ada ruangan gp
tanpampu.
Sementara dia berdiri di tengah-tengah kegpan dan terang, namun wajahnya
terlihat sangat kesakitan.
Harvey mencoba untuk menahan Selena, namun ujung jarinya hanya bergerak di udara tanpa meraih apa pun.
Dia pehan berjn ke kamar dengan sempoyongan.
Kegpan seh seperti monster yang mengancam dengan taring dan cakarnya,
yang pehan mennnya.
“Seli, kamu sudah berjanji mau menemaniku, slu menemaniku,” gumamnya pn.
“Maaf Lanny, Kakak datang tembat.”
“Kavin, ini shku. Ini semua shku.”
Terdengar suara keras. Harvey menutupi kepnya dan jatuh kentai dengan
keras.
Chandra pun bergegas masuk, menykanmpu dan melihat ruangan yang
berantakan, serta Harvey yang mengambil pecahan keramik dan hendak memotong
pergngan tangannya. Wajah Chandra berubah drastis dan dia bergegas, “Tuan
Harvey!”
Chandra menahan Harvey, sementara Harvey setengah sadar dan mulutnya terus
mengoceh.
“Alex, cepat suruh Nyonya png, Tuan Harvey sakit!”
Begitu mendengar kata “Nyonya“, Harvey menjadi sadar. Dia pun melihat pecahan
keramik di sebhnya dan darah di tpak tangannya, kemudian dia baru sadar
apa yang th dkukannya.Content property of N?velDra/ma.Org.
“Jangan telepon dia!”
Harvey tidak ingin Selena melihat penampnnya yang jelek.
Chandra mengh napas, “Tuan Harvey, carh waktu untuk menemui Dokter
Richard. Ku seperti ini terus, kamu bisa mati.”
“Chandra, apa menurutmu aku bisa melihat Lanny seth aku mati?” tanya Harvey
dengan mulut gemetar.
“Tuan Harvey, ku begitu kamu nggak akan bisa melihat Nyonya smanya.”