Bab 210
Meskipun dia mendekat dan meletakkan kotak di atas meja, “Kak Simon, ini
hadiahku untukmu.”
Simon mendongakkan wajahnya, mendorong bingkai kacamata dengan tangannya, dan memasang ekspresi serius, “Kamu
masuk ke Grup Irwin hanya untuk membuang
-buang waktu dengan hal seperti ini?”
“Sudah, Selena. Jangan pedulikan dia. Itu memang sifatnya, jangan sampai kamu tertr juga.”
Luke mengedipkan matanya ke arah Selena, “Rencana kerja ini akan kuserahkan. kepada Asisten Chandra, jangan khawatir.”
“Baih, terima kasih. Kami tidak akan mengganggu kaliangi,” Selena
mengalihkan pandangannya dari simon ke arahin.
Simon kembali fokus bekerja, sepertinya dia hanya fokus pada pekerjaan.
Karakter Luke dan Simon di kantor berbanding terbalik. Jika ada mash, siapa
vang
akan menjadi biang keroknya?
Selena yakin jika seseorang memang licik, maka sifatnya itu tidak akan bisa
disembunyikan.
Jika tidak bergerak sendiri,wan juga tidak akan tahan.
Selena menyematkan pcak di brosnya. Kali ini, dia yang memegang kendali.
situasi.
“Bruk!”
Selena terkejut, dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan ada orang dintai yang sepi ini. Diangsung jatuh ke dm
pelukan orang tersebut.
Suara yang akrab terdengar di telinganya, “Kamu sudah dewasa, ‘kan? Apa kamu.
tidak memperhatikanngkah ketika berjn?”Content property of N?velDra/ma.Org.
Selena segera melepaskan diri dari pelukan Harvey. Dia tahu Harvey memang
+15 BONUS
berada di kantor, tetapi siapa sangka dia akan muncul tiba—tiba?
“Maaf, Tuan Harvey. Aku ada sedikit urunan, jadi aku izin undur diri.”
Selena nyaris tidak menatapnya. Dia menundukkan kep dengan cepat, meminta manf, dan segera pergi dari hadapan
Harvey.
Selena mngkah dengan cepat ke arah lift. Tepat saat pintu lift terbuka, Chandra
dan Alex keluar dari dm.
Pikiran Selenangsung kosong ketika memikirkan rekan kerjanya.
Dikira sh paham pun tidak apa, nyatanya memang seperti itu.
Selena bergegas masuk ke dm lift sambil menutup mulutnya.
Harvey tidak melewatkan senyum di sudut bibirnya. Dm dua hari terakhir, Selena
slu menghindarinya ketika bertemu, seh—h ingin membatasi hubungan
mereka sepenuhnya.
Untung saja dia menunggu di sini dan menatau kedatangan Selena sejak pagi, jadi
dia bisa merencanakan pertemuan yang tidak disengaja.
Selena tersenyum begitu bahagia ketika melihat mereka berdua, tapi ketika melihat
Harvey, Selena mh terkejut?
Harvey bertanya dengan wajah yang tenang, “Cari tahu ada urusan apa dia di sini.“
“Baik, Tuan Harvey.”
Tidakma kemudian, Chandra mendapatkan jawabannya dan menyerahkan
rencana kerja tersebut kepada Harvey.
Harvey meliriknya sekslu melemparnya, “Apa—apaan sampah ini? Panggil
manajernya untuk menghadapku.”
Draf itu jatuh ke meja dengan keras dan membuat petugas kebersihan yang sedang membersihkan rak buku di depannya
terkejut.
Selena baru saja kembali ke Kelompok C dan perdebatan semua orang pun berhenti.
Lauren yume
lebar, “Terima kasih banyak, Selena.”
“Tidak mash, ini perkara mudah.
Baru saja duduk sebentar, Lina muncul dengan penuh emosi, “Siapa yang membuat
rencana kerja ini?”
Tak sempat menunggu Selena menjawab, Lauren mengamati ekspresi wajahnya dan merasa ada yang tidak beres, jadi dia
menyhkan Selena, “Itu h staf baru. Dia ingin menyombongkan kehebatannya dengan pergi ke ruang asisten untuk menarik
perhatian. Ada apa, ketua kelompok?”
Lina menatap tajam ke arah Selena, “Apa yang kamu katakan kepada direktur? Mengapa Tuan Harvey sampai marah besar dan
memintaku untuk menghadap?”