Bab 205
Keluarga Wilson yang berdiri di dekat pintungsung emosi saat melihat pemandangan ini, terutama Calvin yang mendekat
dengan cepat.
Sebelumnya Selena masih cukup lembut, tetapi saat ini sepasang mata hampir menembus tubuh Selena.
“Maisha, kamu sedang apa?” Calvin dengan pehan membantu Maisha berdiri.
Selena belum sempat bicara, tetapi Calvinngsung berkata dengan keras. “Nona Selena, tidak peduli apa pendapatmu
tentangnya, dia tetap ibumu yang mkan dan membesarkanmu. Sma ini dia slu memikirkanmu dengan penuh
kekhawatiran dan karena itu dia menderita penyakit jantung. Kamu terus-terusan menyakiti perasaannya, kamu ingin
membuatnya menderita agar hatimu merasa lega,
bukan?”
“Suamiku, jangan bicaragi,” ucap Maisha memohon.
Calvin Wilson menepuk punggung tangannya dan ekspresinya sangat serius, “Nona Selena, percaya atau tidak, saya sangat
kasihan padamu dan sungguh ingin merawatmu seperti anak perempuan agar istriku dapat memenuhi tanggung jawabnya
sebagai ibu. Namun, sekarang saya agak mengerti mengapa Harvey bercerai denganmu pada waktu itu!”
Selena bangkit dan merasa perutnya agak lebih baik seth ditendang oleh kedua orang ini, dia begitu marah sehingga tidak
bisa
mengucapkan sepatah kata pun.This content ? 2024 N?velDrama.Org.
Nyeri perut menyebar ke seluruh tubuh, membuatnya merasa sangat sakit hingga dia mengerutkan keningnya dengan kuat.
Dengan segenap tenaga yang dimilikinya, dia mengucapkan satu kalimat dari ch giginya, “Mengapa?”
“Karena kamu wanita seperti ini, sama sekali nggak pantas ada orang yang baik padamu! Lihah dirimu, kamu adh anak
yanghir seth ibumu bertaruh nyawa. Kamu tidak berbakti dan bahkan berbuat seperti ini terhadapnya! Kamu juga nggak
takut menerima karma
dari Tuhan!”
Calvin melemparkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini kepadanya, memberikan pukn ganda pada tubuh dan pikiran
Selena.
Selena menn darah dan menatap Calvin dengan emosi, “Sudah cukup kamu bicaranya? Ku sudah, enyah.”
Dia yang sekarang tidak ingin mengucapkan sepatah kata pun.
Berbicara dengan orang seperti ini sama saja buang-buang waktu.
Di dunia penuh fitnah, orang yang benar slu dishkan.
Selena sedang sakit kronis dan hanya ingin istirahat dengan tenang. Dia tidak ingin bertengkar.
Kelihatannya anggota Keluarga Wilson th bertindak keteluan, terutama Agatha yang akhirnya menemukan kesempatan
seth beberapa hari merasa tertekan.
Di sini tidak ada Harvey maupun Keluarga Bet. Hanya ada Selena seorang diri.
Agatha melepaskan seluruh emosinya pada Selena. Dia mendorong Selena dengan keras hingga Selena terjatuh.
“Selena, kamu sendiri yang bng ku dirimu tidak murahan! Padahal Harvey sudah menceraikanmu, tetapi kamu masih
mengganggunya!”
Selena merasa sangat sakit hingga tubuhnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya dengan keras. Kondisinya begitu lemah
hingga dia tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun.
Maisha sadar bahwa kondisi Selena tidak baik, dia segera membungkukkan badannya untuk membantu Selena berdiri.
“Selena, kamu kenapa? Kenapa wajahmu begitu pucat?”
Rasa sakit yang menusuk perut dan menyayat paru-parunya dengan hebat. Keringat dingin membuat tubuh Selena basah
kuyup. Dia ingin berusaha untuk menjawab, tetapi dia telu sakit dan tak punya tenaga.
Agatha mh menarik tangan Maisha menjauh, “Ibu, bukankah Ibu bng dia slu suka berpura-pura? Aku bahkan nggak kuat
menariknya, tetapi barusan diangsung jatuh. Dia memang sedang berpura-pura di hadapan kita.”
Maisha kembali teringat pada saat Selena berpura-pura sakit ketika masih kecil. Ekspresinya kembali ragu.
1/2
Agatha mengerutkan wajahnya, “Selena, jangan berpura-pura, di sini nggak ada yang peduli denganmu.”
+15 BONUS
Selena merasa sangat sakit. Dm keadaan tidak sadar, dia merasakan Agatha menendang kakinya dengan keras sebanyak
dua kali. Sepatu hak tinggi dengan ujung runcing menendang ke persendian tngnya, tubuhnya semakin sakit.
BR