Bab 199
+15 BONUS
Selena memejamkan matanya, dia terus membayangkan Selena kecil yang terus mengejar di bkang Maisha.
Saat itu dia masih kecil, dia tidak mengerti mengapa ibunya slu merasa tidak bahagia. Selena slu berpikir bahwa jika dia
menjadi anak yang lebih baik, maka hidup ibunya akan lebih bahagia.
Seth Maisha meninggalkannya hingga bertahun-tahun, Selena tetap slu membnya ketika dia merindukan Maisha,
ibunya hanya meninggalkannya karena tidak mencintai ayahnya.
Dia adh putrinya, jadi pasti ada san di balik semua ini.
Sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu, kesannya terhadap ibunya masih terpatri di sosok yang lembut dan baik hati, dia
pikir ibunya akan merindukannya seperti dirinya yang merindukan ibunya.Têxt belongs to N?velDrama.Org.
Sekarang tampaknya kesedihan dan kebahagiaan antara manusia itu tidak saling terhubung.
Selena mengambil napas dm—dm, dia menngi darah yang kembali naik ke tenggorokannya.
Ketika dia membuka matanyagi, matanya sudah menjadi jernih, Selena berkata satu demi satu. “Nona Maisha, Nyonya
Maisha, mi sekarang hubungan kita sudah putus, anggap saja kamu nggak pernah mhirkan putri seperti aku dan aku
nggak pernah memiliki ibu seperti kamu.”
Maisha menampar wajah Selena.
“Selena, apa kamu sadar dengan yang kamu katakan! Bagaimana bisa aku mhirkan anak perempuan yang durhaka seperti
kamu! Di mana moralmu?”
Maisha bersedekap dan menatap Selena dengan marah, “Kenapa kamu berubah menjadi seperti ini?”
Calvin segera mendekati dan menopang Maisha, bagaimanapun dia adh wanita yang sangat dia cintai, jadi diangsung
memb Maisha.
“Selena, ibumu mkukan semua ini untuk kebaikanmu, kamu nggak tahu dia memiliki mash jantung? Bagaimana bisa kamu
membuatnya marah seperti itu? Cepat minta maaf padanya.”
Jika Selena tidak di sini, Agatha pasti akan menertawai Maisha, tetapi karena Selena di sini, bagaimana mungkin dia
melewatkan kesempatan untuk menjijikkan Selena?
Agatha menopang Maisha dan berkata dengan menuduh, “Nona Selena, aku tahu kamu merasa marah padaku, kamu merasa
aku yang merebut Harvey, tetapi kamu juga nggak boleh membuat ibumu marah seperti ini! Ibu, apakah kamu baik—baik saja?
Pyan, tolong tuangkan segs air.”
Padahal yang dipukul adh Selena, tetapi dia juga yang dishkan.
Apa yang terjadi dengan dunia ini?
Tamparan keras dari Maisha membuat rambut Selena berantakan, rambut hitamnya yang indah menutupi setengah wajahnya.
Dua tetes darah segar mes dari wajah Selena sehingga memercikkan bintik—bintik darah dintai yang dingin, Harvey
adh orang pertama yang melihatnya.
“Apakah kamu baik—baik saja?” Suara khawatir terdengar dari atas kepnya.
Selena pn-pn mengangkat kepnya, ada darah yang terus mengalir dari hidungnya.
Berbeda dengan mimisan biasanya, darah merah Selena terus mengalir keluar sehingga membuat Harvey merasa marah.
“Angkat kepmu.” Dia dengan cepat menyelipkan beberapa lembar tisu ke hidung Selena.
Darah itu sama sekali enggak berhenti dan dengan cepat tisu itu sudah dipenuhi dengan merah darah.
Maisha terkejut dan beri ke arah Selena dengan panik, “Selena, mengapa bisa begini? Padahal Ibu nggak menyentuh
hidungmu, Ibu...”
Dia ingin memberikannya tisu, tetapi Selena dengan kasar menyingkirkan tangannya.
+15 BONUS
“Jangan sentuh aku!”
Selena berkata kepada Calvin, “Pak Calvin, aku ingin meminjam kamar mandi Kediaman Wilson.”
“Cepat pergi.” Calvin segera menjawab, dia merasa sedikit menyesal, ini adh urusan antara ibu dan putrinya, mengapa dia
ikut campur? Selena juga mengunci Harvey di luar kamar mandi, begitu dia menundukkan kepnya, darah terus mengalir
deras ke dm wastafel
Bukan hanya hidungnya, bahkan tenggorokannya juga penuh dengan darah segar.
Dia memuntahkan seteguk darah, dia melihat air yang sudah dikotori merah darahnya, apakah dia akan mati?