Bab 72
915 BONUS
Saat Harvey mengulurkan tangan untuk menyentuh dahinya, Selena pun tanpa sadar
menghindari tangan Harvey. “Tuan Harvey, tolong jaga sikapmu.”
“Aku hanya ingin melihat apakah kamu masih demam,” js Harvey.
Selena tersenyum mengejek sambil berkata, “Tuan Harvey, tidakkah kamu merasa dirimu sangat
konyol? Kamu adh orang yang mengikatku di kamar mandi,lu menyiramiku dengan air
dingin. Kamu bukan anak berusia tiga tahun yang tidak tahu konsekuensi dari perbuatan itu.
Kukamu memang sudah menduga aku akan masuk angin dan demam,lu untuk apa kamu
berpura—pura perhatian seperti ini?”
“Aku tidak tahu ku kondisimu akan seburuk ini. Aku bahkan lebih tidak tahugi bahwa ternyata nyawamu terancam bahaya
jika kamu demam.”
Senyuman di bibir Selena pun semakin terlihat. “Memangnya ada yang berubah seth kamu
mengetahuinya? Kita sudah bercerai, tapi Tuan Harvey masih slu berpura—pura masih sayang.
Itu benar—benar menjijikkan.”
NO
Meskipun Selena tidak tahu mengapa Harvest ada di sini, tetapi dengan status dirinya, Selena
tidak cocok untuk berhubunganma dengan Harvest.
Dia th memulihkan kembali akal sehatnya. Dengan lembut, dia menarik tubuh Harvest yang
lengket pada dirinya agar menjauh. Seth itu, dia mengangkat selimut dan mencabut jarum
yang tertancap di lengannya.
Dia tidak berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi. Darah segar sebesar butiran—butiran
beras pun mengalir keluar dari luka kecil itu. Sin tidak mengerutkan kening sama sekali, dia
bahkan tidak berniat untuk melihatgi darah yang mengalir dari tangannya itu.
“Kamu...”
Selena menopang tubuhnya yang lemah,lu pehan turun dari ranjang pasien. Dengan tatapan matanya yang tampak dingin
dan tegas, dia menegakkan punggungnya dan mengucapkan
sepatah demi sepatah kata.
“Harvey, orang yang berselingkuh adh kamu, orang yang ingin bercerai juga kamu. Jika kamu benar—benar tidak
menghngkan kebencianmu atas kematian adikmu, aku akan membayarmu
dengan nyawaku ini.”
Seth mengatakan itu, Selena tiba—tibangsung beri dan hendak memanjat ke balkon.
Ini adhntai tujuh. Jika terjatuh, andai kata tidak mati, setidaknya pati akan lumpuh.
Harvey sama sekali tidak menyangka Selena akan bertindak agresif. “Selena, tenangkah
dirimu!” seru Harvey.
+S BONUS
Selena hanya memakai pakaian tidur nel tipis di tubuhnya, kakinya tidak memakai s kaki Angin dingin bertiup kencang,
meniup tirai berwarna putih ke seg arah.
Rintikan air hujan mes di wajah kecilnya yang pucat pasi. Ekspresinya dingin, tidak ada
sedikit pun harapan hidup yang tampak tersisa di matanya.
“Harvey, kamu tidak tahu, sebenarnya aku sudah mencintaimu sma bertahun-tahun. Sejak
pertama kali aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu hingga tak bisa mengendalikan diri.
Aku masih ingat waktu itu kamu menymatkanku dari dm air. Aku berpikir, betapa
bahagianya jika aku bisa menikah denganmu.”
“Kemudian aku benar—benar bisa hidup bersamamu. Itu adh hari-hari terindah dm hidupku. Tapi aku slu gelisah.
Karena hidupku slu berjnncar sejakhir, aku pun takut suatu hari Tuhan akan mengambil kembali semua yang th
diberikan—Nya kepadaku.”
“Aku dengan hati—hati menikmati kasih sayangmu. Aku berharap bisa menikmatinya sedikit lebihma. Aku tidak menyangka
pembsan akan datang begitu cepat. Hanya dm dua tahun, aku bagaikan terjatuh dari surga ke neraka. Aku kehngan
segnya dm satu mm.”
“Awalnya, aku tidak percaya dengan pengkhianatanmu. Aku pikir itu hanya mimpi, dan kamu
akan kembali ketika aku terbangun. Tapi ketika aku terbangun dari mimpi, aku melihat kamu
tetap berpaling ke arahnya. Kamu mencampakkan diriku dan bayi kita.”
“Aku menggunakan waktu sma satu tahun untuk membenahi semuanya kembali. Nasi sudah
menjadi bubur, mash sudah diputuskan, semuanya sudah tidak bisa diubahgi. Aku
menghormati pilihanmu.”
“Aku mengira seth bercerai, kita tidak akan berhubungangi. Tapi apa yang th kamu
lakukan? Kamu mengancamku, bahkan menyakiti orang—orang yang baik kepadaku. Aku tidak
tahu, dm perasaanmu terhadapku, mana yang lebih besar, cinta atau benci?”
“Tapi aku tahu, sma aku masih hidup, mash di antara kita tidak akan berakhir, seperti
simpul yang tidak akan pernah bisa dilepaskan. Kehidupan seperti ini sangat menyebalkan, aku
benar—benar sudah muak.”
“Harvey, apakah kamu tahu? Ada suatu masa, aku seperti matahari yang terik, seperti angin yang bebas. Aku mematahkan
sayapku ketika aku berjanji untuk menikahimu. Aku bahkan bersedia
mengorbankan kebebasanku demi tetap berada di sisimu, tetapi kamu tetap saja mengkhianatiku.
Air mata Selena pehan melintasi pipinya. “Aku tidak menyhkanmu karena th berubah pikiran. Aku hanya menyhkan
fakta bahwa kita memang berjodoh bisa bertemu, tetapi tidak ditakdirkan bisa bersama smanya. Jika kematian adikmu adh
beban yang mengganjal di hatimu, maka aku akan membayar kepadamu dengan nyawaku. Mi sekarang, aku ingin pergi
mencari angin yang menjadi milikku. Kita berdua impas.”
Selena merentangkan tangannya seperti kupu—kupu,lu menjatuhkan diri ke luar jend.
“Selena!” Terdengar suara Harvey yang memilukan dari bkang tubuh Selena.
Bab 73
Selena menatap ke arah bn yang tampak pucat dan suram, sama seperti hidupnya yang sekarang, penuh kesedihan dan
keputusasaan.
Selena benar-benar tidak ingingi terlibat dm emosi Harvey yang berubah-ubah. Seth mati, semua cinta dan kebencian
akan lenyap. Jika dia tidak adagi di dunia ini, apakah obsesi
Harvey juga akan hng?
Selena tidak menyangka bahwa Harvey akan menymatkannya pada saat terakhir. Harvey mengerahkan seluruh kekuatannya
untuk menerjang dan meraih tangan Selena sebelum terjatuh.
Anak yang sedang tidur juga terkejut dengan kejadian yang tiba—tiba itu. Harvest dengan cepat merangkak ke tepi tempat tidur,
lalu meluncur menuruni tepi tempat tidur. Seth itu, dia beri keluar dari kamar pasjen dengan kaki pendeknya,ngsung
menuju ke arah Alex.
Alex sedang merokok di luar. Ketika melihat anak kecil berjn ke arahnya denganngkah tertatih-tatih, Alex pun segera
memadamkan rokoknya.
Dia berjongkok,lu bertanya dengan sabar, “Dik, kenapa kamu keluar?”
Anak kecil itu berkata dengan cemas, “Ibu menangis ...
Harvest berusaha berkomunikasi dengan bahasa tubuh. Alex tidak mengerti apa yang ingin disampaikan anak itu, sehingga dia
pun berdiri dan menggendong anak itu. “Aku akan
mengantarmu kembali, di luar dingin, jangan sampai kamu kedinginan,” ujarnya.
Di tepi jend, saat ini Harvey dengan kuat memegangi tangan Selena. Selena masih menatapnya
dengan raut wajah yang datar. “Harvey, bukankah kamu membenciku? Jika aku mati, bukankah
kamu bisa membs dendam untuk adikmu?” tanya Selena.
Harvey memiringkan tubuhnya ke arah luar jend. Urat—urat di lengan dan di dahinyanya
tampak menonjol. Dia menggenggam tangan Selena lebih eratgi. “Selena, ku kamu beran
mati, aku akan membuat ayahmu mati bersamamu!” seru Harvey.
Selena pun berkata sambil tersenyum datar, “Ayahku sudah koma, mungkin tidak akan pernah
sadargi. Kematian mungkin adh sebuah pembebasan baginya.”
“Siapa bng dia tidak akan bangun? Aku sudah menemukan jejak Leo. Asalkan dia yang
mkukan pembedahan, ayahmu memiliki peluang 80% untuk bangun. Kamu adh lulusan
kedokteran, seharusnya kamu pernah mendengar nama besar Leo.”
Akhirnya tampak adanya perubahan di wajah Selena. Harvey dengan cermat berusaha tetap memegangi Selena sambil terus
membujuknya, “Aku pernah membencimu dan juga membenci
ayahmu, tetapi sekarang Keluarga Bet th hancur. Ayahmu tidak sadarkan diri, dan kita
juga th berpisah. Aku tidak membencimugi.”
+15 BONUS
Sebutir tetesan hujan yang myang terjatuh di bulu mata Selena yang panjang, hingga membuat bulu mata Selena menjadi
seperti sayap kupu—kupu rapuh yang gemetar.
“Harvey, kamu sudah memiliki keluarga baru, aku sudah tidak memiliki keterikatangi dengan dunia ini. Lepaskan aku, ini lebih
baik untuk kita berdua.”
Selena tahu bahwa Harvey hanya berkompromi untuk sementara waktu.
Selena tahu bahwa Harvey hanya berkompromi untuk sementara waktu. “Kita tidak bisa kembali,
sejak awal sudah tidak bisa kembali.”
Harvey menggenggam pergngan tangan Selena yang berlumuran darah. Wajah tampannya itu tampak ketakutan, hal seperti
ini sangat jarang terjadi.
Selena tersenyum lebar sambil berkata, “Ternyata kamu juga takut aku mati. Jika aku mati, apakah kamu akan slu
mengingatku?”
“Tanpa izinku, mana boleh kamu mati? Aku akan menarikmu, kamu ikuh aku ke atas.”
Harvey ingin menarik Selena ke atas. Kebetn Alex juga baru datang. Saat melihat pemandangan ini, jiwanya Alex seakan—
akan hampir menghng karena terkejut.
Setengah tubuh Harvey sudah keluar jend, sangat berbahaya.
Intinya adh Selena tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup, hal ini menambah kesulitan untuk menymatkannya. Alex
dengan cepat menelepon untuk memberi instruksi kepada
pengawal.
Kemudian dia meletakkan Harvest di tempat tidur,lu bergabung juga dengan “medan perang*.
Nyonya, kenapa berpikiran sempit? Jika kamu mengatakannya, Pak Harvey pasti akan menyetujuinya. Jangan mempermainkan
nyawamu sendiri. Kamu masih sangat muda dan kamu masih memiliki jn yang panjang di masa depan.”
Dengan bergabungnya Alex, tubuh Selena pehanhan terangkat. Harvey pun pehanhan
menegakkan punggungnya.
Akan tetapi, keputusan Selena th bt. Dia lebih memilih untuk mati daripada terus disiksa
oleh Harvey.
“Alex, jn yang ingin akului sudah putus sejakma.”
Selena tiba-tiba melepaskan satu tangannya. Situasi yang baru saja tadi membaik, tiba—tiba
menjadi berbahayagi.
“Nyonya!”
Tubuh Harvey tertarik ke bawahgi, tetapi dia tidak mengendurkan tangannya sedikit pun. Satu
tangan yang tersisa seh—h adh harapan terakhirnya.
714
Dia panik, sangat panik
Meskipun pernah berkali-kali berhadapan dengan kematian, Harvey tidak pernah merasakan ketakutan seperti saat ini. Saat ini,
barh dia tahu apa arti Selena baginya
“Seli, jika kamu berani mati, aku akan membuat Keluarga Martin bangkrut Kamu sendiri tabu. aku slu memegang ucapanku.”
“Harvey, sampai mati pun kamu masih seperti ini, slu keras kep.”
Selena tersenyum sambil berkata, “Harvey, kamu tidak bisa mengancam orang yang mati Aku sudah mati, bagaimana aku bisa
peduli pada orangin?”
“Mengapa harus mati? Ku kamu ingin mati, tidak perlu menunggu sampai hari ini. Kenapa tidak mkukannya setahun yang
lalu saat Keluarga Bet bangkrut? Seli, kenapa kamu bisa menjadi seperti sekarang ini?
Harvey tidak mengerti. Dulu Selena slu menghadapi kesulitan apa pun dengan gigih, tidak akan pernah menyerah
smanya. Akan tetapi, mengapa sekarang dia menjadi seperti ini?Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org
Selena sudah melewati masa—masa tersulitnya Js—js Harvey sudah memberikannya biaya yang sangat besar agar dia
bisa hidup tanpa mengkhawatirkan apa pun, bahkan dia bisa mkukan apa pun yang dia inginkan
“Apa pun yang kamu inginkan, akan kuberikan,” kata Harvey yang akhirnya mengh
“Harvey, kamu th menyakitiku sampai seperti ini. Memangnya kamu pikir hanya dengan
mengatakan beberapa kalimat saja,lu aku bisa memaafkanmu? Apakah kamu mengira aku
nantinya akan berpura—pura menganggap seh—-h semua ini tidak pernah terjadi,lu
memi hidup yang baru? Kenapa kamu slu berpikir bahwa dirimu bisa mengendalikan
segnya?”
“Aku beri tahu kamu, sebenarnya kamu tidak bisa mengendalikan apa pun. Setahun yanglu. aku didorong Agatha ke dm
air, hanya karena dia bertanya, Ku kami berdua jatuh ke air
siapa yang akan kamu smatkan? Bagaimana mungkin aku menggunakan anakku untuk
bertaruh dengannya? Aku memang bisa berenang, tetapi pernahkah kamu memikirkan bahwa aku sedang hamil? Aku bisa
mengmi kram di dm air, dan kakiku tersangkut jaring ikan
Aku hampir mati bersama anakku!”
“Di kamar mandi, aku memohon kepadamu habis—habisan seperti halnya waktu itu Namun kamu masih berpikir bahwa tubuhku
akan baik—baik saja Harvey, aku sudah muak dengan kesombonganmu, emosimu yang berubah-ubah, dan sifatmu yang tidak
konsisten Kamu tidak
dapat mengendalikan hidupku, dan kamu juga tidak dapat mengendalikan kematianku *
Selena menarik tubuhnya dengan kuat, jari-jarinya satu per satu terlepas dari tpak tangan
Harvey.
Tidak, Seli.”
“Harvey, betapa baiknya jika aku tidak bertemu denganmu saat itu. Kamu tidak tahu bahwa kamu th menguasai seluruh masa
mudaku. Aku bisa memikirkanmu hingga bertahun—-tahun hanya karena pandangan seks itu. Aku terus merindukanmu berkali—
kali. Namun, hari ini, jantung ini sudah seharusnya berhenti berdetak demi dirimu.”
Selena berkata sambil bersusah payah menampakkan senyum di wajahnya, “Harvey, ku ada
kehidupan snjutnya, aku hanya ingin agar tidak bertemu denganmugi.”
Seth mengucapkan kalimat terakhir itu, kelima jari Selena pun terlepas dari tpak tangan
Harvey.
“Smat tinggal, masa mudaku,” ucap Selena dm hati.
“Harvey, kita jangan bertemugi.”
4